Nomor 1 menimbulkan kontroversi.
Penghargaan bergengsi Ballon d'Or kembali hadir pada 2021 setelah absen selama setahun (2020) karena pandemi COVID-19. Pemain Paris Saint-Germain dan Argentina, Lionel Messi, berhasil mengklaim mahkota ketujuh, meninggalkan Robert Lewandowski di urutan kedua dan Jorginho di posisi ketiga.

Berkat penampilan mengesankan Messi, di level klub dan negara sepanjang 2021, membuatnya mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik di Copa America. Argentina memenangkan Copa America sebagian besar karena kontribusi Messi, dan itu sudah cukup untuk memasukkannya ke dalam nominasi Ballon d'Or tahun ini.

Dia juga membantu Barcelona meraih gelar Copa del Rey, dan memimpin La Liga Spanyol melalui gol yang dicetaknya.

Ballon d'Or selalu menimbulkan perdebatan menarik. Tidak semua orang senang dengan peringkat 30 pemain teratas di dunia, dan berikut adalah lima pemain yang mungkin tidak pantas mendapatkan peringkat mereka di penghargaan edisi tahun ini.

#5 Raheem Sterling

Pemain depan Manchester City dan Inggris, Raheem Sterling, finis di urutan ke-15 peringkat Ballon d'Or tahun ini. Dia mencetak 14 gol dan menyumbang 12 assist untuk Manchester City dalam 49 penampilan di semua kompetisi musim lalu, dan mencetak tiga gol di Euro 2020.

Mantan winger Liverpool itu berada di peringkat lebih tinggi dari rekan setim dan kapten Inggris, Harry Kane, yang memimpin Liga Premier dengan gol dan assist yang dicatatkan pada 2020/2021.

Sterling tidak dalam performa terbaiknya akhir-akhir ini. Dia hanya mencetak 14 gol musim lalu, jumlah gol terendah saat Pep Guardiola bertanggung jawab menangani Manchester City sejak 2016/2017.

Sterling memang memenangkan Liga Premier dan keluar sebagai runner-up di Liga Champions dan final Euro 2020. Namun, murni berdasarkan performa individu, dia tidak pantas berada di peringkat 15 mengungguli Harry Kane, Bruno Fernandes, atau Ruben Dias.

#4 Leonardo Bonucci

Pemain bertahan Juventus, Leonardo Bonucci, finis di posisi ke-12 dalam peringkat Ballon d'Or setelah tampil produktif di Euro 2020 bersama Italia. Bek berpengalaman ini menjadi bagian dari pertahanan ketat Italia yang membantu mereka memenangkan turnamen internasional pertama mereka sejak 2006.

Meskipun memiliki musim yang buruk di level klub bersama Juventus, Bonucci dianggap sebagai bek terbaik kedua di dunia di depan Ruben Dias dari Manchester City.

Bonucci hanya berada di belakang rekan setimnya, Giorgio Chiellini, yang juga masuk dalam peringkat. Bonucci adalah seorang bek yang bagus, tetapi seharusnya tidak mendapat peringkat begitu tinggi hanya berdasarkan satu turnamen.

#3 Cristiano Ronaldo

Pemenang Ballon d'Or lima kali, Cristiano Ronaldo, hanya berada di tempat keenam dan menjadi finis pertamanya di luar lima besar dalam lebih dari satu dekade. Ronaldo terakhir memenangkan penghargaan bergengsi ini pada 2017. Megabintang Portugal itu kalah di masing-masing dari tiga edisi penghargaan terakhir.

Ronaldo memimpin Serie A dalam mencetak gol saat Juventus kehilangan gelar liga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Penyerang berpengaruh itu pindah ke Manchester United di musim panas, tetapi layak untuk finis lebih rendah dari peringkat keenam.

Ronaldo finis di depan bintang Liverpool, Mohamed Salah, dan Kylian Mbappe. Keduanya memiliki tahun yang lebih baik darinya. Mbappe mencetak 42 gol untuk PSG pada 2020/2021 dan memimpin tim nasional Prancis meraih kejayaan di UEFA Nations League.

Sementara Salah berhasil mencetak 31 gol musim lalu. Salah juga mencetak 17 gol bersama Liverpool musim ini.

Namun, Ronaldo tetap dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Dia dianggap sangat beruntung karena mengalahkan Salah dan Mbappe di peringkat Ballon d'Or 2021.



#2 Lautaro Martinez

Striker Argentina, Lautaro Martinez, berperan penting bagi Internazionale saat mereka memenangkan Scudetto pertama dalam satu dekade. Striker berusia 24 tahun itu mencetak 19 kali dan membuat 11 assist di semua kompetisi untuk Inter.

Martinez juga berhasil membentuk chemistry yang mematikan dengan Romelu Lukaku. Martinez menyumbang tiga gol dalam enam penampilan di Copa America untuk membantu kemenangan Argentina di Copa America.

Striker itu finis di peringkat 21 dalam peringkat Ballon d'Or, mengungguli Harry Kane dan Gerard Moreno. Padahal, keduanya mengunggul Martinez dalam hal jumlah gol yang cukup banyak.

Berdasarkan jumlah yang dia hasilkan, Martinez seharusnya finis di posisi yang lebih rendah dari peringkat 21 untuk Ballon d'Or tahun ini. Bagaimanapun, ini adalah penghargaan individu.

#1 Simon Kjaer

Kapten Denmark, Simon Kjaer, finis di urutan ke-18 dalam klasemen Ballon d'Or. Dia dengan nyaman berada di depan beberapa pemain kelas atas lainnya.

Pemain AC Milan itu masuk dalam daftar pendek karena pemikiran cepat dan intervensinya dalam pertandingan penyisihan grup pertama Denmark di Euro 2020 melawan Finlandia.

Bek itu menjadi pemain pertama membantu Christian Eriksen saat mengalami serangan jantung di babak pertama. Kjaer bergegas menghampiri Eriksen yang berbaring dan mengeluarkan lidahnya yang tertelan untuk menyelamatkan nyawanya.

Meskipun tindakan ini sangat terpuji, tidak menjamin dia mendapatkan peringkat yang lebih baik di urutan ke-18 Ballon d'Or. Kami menghormati Kjaer dan dia akan selalu memiliki tempat khusus di hati kami, tetapi apakah dia benar-benar pemain terbaik ke-18 di dunia saat ini?