Dengan Egy yang fit dan Rumakiek yang bebas kartu, layak dinantikan formasi Shin Tae-yong.
Datangnya Egy Maulana Vikri dan terbebasnya Ramai Rumakiek dari akumulasi kartu kuning membuat Shin Tae-yong memiliki banyak alternatif calon pemain di sektor serang. Apakah akan memainkan Egy dan Rumakiek sejak kick-off atau baru merumput di babak kedua? Tidak ada yang tahu.

Selama menjalani babak kualifikasi dan leg pertama semifinal Piala AFF 2020, Tae-yong memang terkenal "mengobrak-abrik" formasi, taktik, maupun pakem pasukan Garuda. Di lini depan, Ezra Walian, Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, hingga Hanis Saghara pernah bermain semuanya.

Untuk lini belakang, situasinya tidak berbeda jauh. Hampir semua bek yang dibawa ke Singapura sudah pernah bermain, meski sebentar. Ryuji Utomo, Edo Febriansyah, Victor Igbonefo, Asnawi Mangkualam Bahar, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, Fachrudin Aryanto, hingga Elkan Baggott.

Hal yang kurang lebih sama terjadi di lini tengah, baik gelandang tengah maupun gelandang serang dan sayap. Evan Dimas Darmono, Ricky Kambuaya, Witan Sulaiman, Irfan Jaya, Rumakiek, hingga Yabes Roni pernah bermain. 

Kini, dengan Egy sudah datang dan dalam kondisi sehat 100 persen plus bebas Covid-19, layak dinantikan seperti apa pasukan Garuda akan menghadapi The Lions di pertemuan kedua. Pasalnya, Egy bisa menjadi pemain kunci yang kemampuannya belum terdeteksi Tatsuma Yoshida.

Di leg pertama, Tae-yong memainkan skema 5-4-1 dengan Dedik menjadi striker tunggal dengan dukungan Witan dan Irfan di sayap, serta Irianto dan Kambuaya. Hasilnya, Indonesia unggul 1-0 di babak kedua.

Kemudian, ketika memasuki menit 46, Tae-yong memutuskan memasukkan Walian dan Baggott untuk menggantikan Dedik dan Ridho. Kemudian, Evan, Hanis, dan Yabes masuk. Sementara Irianto, Walian, dan Irfan keluar. Hasilnya, jala Nadeo Argawinata kemasukan satu gol. 

Dengan Egy sudah bisa main dan Rumakiek bebas akumulasi kartu kuning, kemungkinan Tae-yong akan menampilkan skema yang berbeda lagi. Bisa saja formasinya 4-3-3, 4-2-3-1, atau 4-4-2. Sebab, dengan tidak adanya aturan gol tandang, hanya kemenangan yang akan mengantarkan Indonesia ke final. 

Jika pilihannya 4-3-3, kemungkinan Egy akan main di depan bersama Witan atau Rumakiek dengan Walian, Dedik, atau Saghara sebagai penyerang tengah. Jika pilihannya 4-2-3-1, maka trisula Egy, Witan, Rumakiek akan berada di depan dua gelandang tengah Kambuaya-Irianto atau Kambuaya-Evan.  

 
Yang menarik adalah jika pilihannya 4-4-2. Seperti saat melawan Malaysia, formasi itu menempatkan Witan sebagai penyerang tengah berduet dengan Walian. Untuk leg kedua semifinal, apakah Egy yang akan mengisi tempat Witan dalam skema 4-4-2 itu?

Meski perdebatan tentang formasi Tae-yong selalu menatik, kenyataan di lapangan selalu penuh kejutan. Pelatih asal Korea Selatan itu selalu bisa bereaksi dengan cepat di lapangan. Formasi yang ditetapkan pada intinya hanya hitam di atas putih. Sebab, kenyataannya sangat cair. 

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, terlihat sangat jelas bahwa pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu mampu dengan cepat mengubah formasi, taktik, dan gaya main di lapangan. Dia sangat biasa mengganti Irfan dengan Rumakiek, Witan dengan  Yabes atau Irianto dengan Evan. Hanya Kambuaya dan Dewa yang selalu main 90 menit.

Jadi, pertandingan kedua di Singapora National Stadium, Sabtu (25/12/2021) malam, akan sangat menarik. Kedua pelatih sudah belajar dan pertemuan pertama. Dan, Tae-yong selalu bisa membuat pelatih lawannya terkejut. Contohnya, Joachim Loew di Piala Dunia 2018.