Apakah Luis Milla akan benar-benar melatih Malaysia? Kita lihat saja nanti.
Setelah memastikan berhenti melatih tim nasional Malaysia, pengganti Tan Cheng Hoe ramai diperbincangkan suporter dan media Negeri Jiran. Selain Bojan Hodak dan Ong Kim Swee, Luis Milla juga banyak dibicarakan pendukung Harimau Malaya. 

Cheng Hoe mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Harimau Malaya menyusul kegagalan Malaysia lolos ke semifinal Piala AFF 2020 di Singapura, bulan lalu. Sekretaris Jenderal FAM, Mohd Saifuddin Abu Bakar, mengatakan Cheng Hoe telah menyatakan niatnya untuk mundur dalam pertemuan dengan FAM baru-baru ini.

"FAM menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Cheng Hoe yang secara keseluruhan telah mengabdi kepada FAM selama 14 tahun sejak menjadi asisten pelatih timnas U-20 pada 2005. Jasa dan kontribusinya akan selalu dikenang. Terima kasih. Semoga sukses juga dalam melanjutkan karier," kata Saifuddin di situs resmi FAM.

Pelatih berusia 53 tahun dari Alor Setar, Kedah, itu pernah menjabat sebagai asisten pelatih Malaysia U-20, U-23, dan Harimau Muda A. Dia membentuk kemitraan yang kuat sebagai asisten pelatih Rajagopal saat membawa Malaysia memenangkan Medali emas SEA Games 2009 dan Piala 2010.

Cheng Hoe kemudian menjabat sebagai pelatih kepala Kedah pada 2014-2017. Dia membantu The Red Eagles memenangkan Liga Premier Malaysia 2015, Piala Malaysia 2016, serta Piala FA dan Charity Shield 2017. Dia kemudian kembali ke FAM pada 2017 sebagai asisten pelatih nasional, Nelo Vingada.

Memimpin Harimau Malaya, dia membangun skuad nasional untuk menjadi runner-up Piala AFF 2018 dan menempatkan tim di posisi terbaik pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 sebelum Pandemi Covid-19 membuat jadwal turnamen terganggu.

Setelah kekalahan menyakitkan dari Indonesia dan kegagalan lolos ke semifinal, Cheng Hoe akhirnya mundur. Penggantinya masih belum pasti karena munculnya berbagai rumor di media sosial.



Masuknya nama Hodak dan Datuk Ong tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, keduanya selama ini banyak berkiprah di sepakbola Malaysia. Meski sempat melatih PSM Makassar, Hodak misalnya, punya banyak piala dari kompetisi di Malaysia. Yang terbaru bersama Kuala Lumpur City saat meraih Piala Malaysia 2021. 

Sementara Datuk Ong lebih hebat lagi. Pelatih Sabah FC itu adalah orang yang mengalahkan Indonesia U-23 pada perebutan medali emas SEA Games 2011. 

Jika keduanya adalah nama populer, masuknya Milla dalam daftar cukup mengejutkan. Meski masih rumor mentah, bukan kali ini sama pelatih asal Spanyol itu dibicarakan pendukung Harimau Malaya. Ketika Malaysia gagal lolos ke putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Milla juga sempat disebut suporter.



Bagi Milla, melatih Malaysia akan menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu pernah dipuja pendukung Indonesia saat menukangi tim Garuda. Meski tidak ada gelar yang didapat, Milla sempat membuat timnas U-23 tampil bagus di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.  

Dan, tentu saja, bergabungnya Milla ke Malaysia akan benar-benar melukai hati para pendukung tim Merah-Putih. Sebab, hingga kini banyak orang yang masih memuja mantan pelatih Spanyol U-21 itu.