Kabar duka ini bukan cuma untuk publik sepakbola Vietnam..
Hampir kebanyakan para pencinta sepakbola tanah air tidak mengenal siapa itu Oussou Konan, striker pilih tanding asal Pantai Gading itu memang tak pernah sekalipun memperkuat klub-klub di Indonesia.

Tapi namanya di  negeri tetangga jangan ditanya lagi. Konan merupakan mantan pemain Nam Dinh FC, klub elit V-League, kasta tertinggi sepakbola Vietnam yang diboyong dari Stade Lausanne-Ouchy, klub
Liga Swiss pada awal musim 2021.

Dan dengan pengalaman bermain di klub Eropa, Konan langsung tancap gas di Liga Vietnam, ia tampil garang dengan mencetak 7 gol dan 1 asist dari 10 laga di awal-awal kariernya bersama Nam Dinh FC.



Konan merupakan prospek cerah bagi klub yang saat ini berada di peringkat keempat V-League itu. Ia jadi tumpuan dalam perburuan gelar. Tetapi sayangnya kisah gemilangnya tidak berlangsung lama. Bukan karena diterpa cedera tetapi lebih pilu dari itu.

Striker berusia 29 tahun itu dilaporkan telah meninggal dunia. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh media kenamaan Vietnam, Soha, yang melaporkan kabar duka tersebut baru diketahui pada Selasa (4/1) lalu. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Konan merenggang nyawa karena dibunuh oleh sepupunya sendiri di kampung halamannya, Yopougon, Pantai Gading.

Penyebab Kematian Konan

Konan menghembuskan nafas terakhirnya hanya 15 menit setelah muntah-muntah darah. Ia tengah menikmati segelas wine tanpa tahu kalau itu sudah diberi racun oleh adalah anak dari ayah tiri Konan alias sepupunya sendiri 

Dan kini  pelaku tengah dalam pengejaran polisi setempat.

Dan penyebab kematian tragis ini diduga berasal dari konflik batin yang berkaitan dengan istrinya. Selama bermain di Nam Dinh (Januari hingga September 2021), Konan pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyukai adik laki-lakinya itu, karena kerap merayu istrinya.

Nguyen Minh Chau selaku agen Konan mengaku sempat melakukan kontak sebelum Konan berlibur ke kampung halamannya. Dan tentu sangat kaget mendapat kabar duka tersebut.



"Sebelum pesta, Konan juga menelepon saya untuk mengobrol. Tetapi setelah satu malam, dia pergi. Pagi ini, saya terbang ke Hanoi untuk bekerja," kata Minh Chau dilansir dari Soha.

"Ketika saya menghidupkan telepon, saya melihat puluhan panggilan tidak terjawab dari keluarga Oussou Konan. Menerima kabar buruk, saya kaget," ungkapnya.

Semoga tenang di alam sana, Oussou Konan.