Bayangkan jika itu gol dan harus bermain 10 orang dalam kondisi lelah? Cek videonya!
Real Madrid mengalahkan Athletic Bilbao 2-0 untuk menjuarai Supercopa de Espana di Riyadh, Arab Saudi, Senin (17/1/2022) dini hari WIB. Tapi, jika bukan karena aksi Thibaut Courtois menganggalkan penalti di menit 88, hasilnya bisa saja berbeda.

Carlo Ancelotti memenangi trofi kelimanya bersama Madrid. Kemenangan Los Blancos ditentukan gol-gol Luka Modric dan Karim Benzema, masing-masing pada tiap babak.

Hasil itu turut menuntaskan rasa penasaran Ancelotti di Supercopa setelah kalah di percobaan pertamanya, delapan tahun silam ketika dikalahkan Atletico Madrid dengan agregat 1-2. Kini, Ancelotti berarti sudah memenangi lima gelar selama dua periode melatih Madrid. Sebelumnya, dia mengantongi Copa del Rey dan Liga Champions 2013/2014, serta Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub 2014.

Namun, salah satu keberhasilan Madrid tak bisa dilepaskan dari keberhasilan Courtois menganggalkan penalti Raul Garcia di menit 88.

Penalti itu didapatkan setelah Eder Militao handball untuk menghentikan sundulan Raul Garcia yang mengarah ke gawang ke Madrid. Setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit juga memberi Militao kartu merah.

Tapi, Courtois benar-benar benteng yang kokoh. Dia menghadapi Garcia dengan tenang. Garcia menendang bola dengan keras ke tengah, sementara Courtoi bergerak ke kanan. Beruntung tendangan itu mengai kaki kiri Courtois dan bola melambung entah ke mana. 

Bayangkan jika itu gol? Meski terisa dua menit waktu normal, Madrid bermain 10 orang dalm dalam kondisi mental yang sudah mulai menurun.



"Kami pantas memenangi trofi ini berdasarkan dua pertandingan yang sudah kami mainkan di sini. Dua pertandingan itu berbeda, tapi sama-sama pertandingan yang bagus," kata Ancelotti di laman resmi klub.

"Kami harus bermain secara berbeda di pertandingan ini dan bermain bagus selama 70 menit pertama. Kami mengendalikan penguasaan bola dan bertahan dengan sangat baik. Kami memang sedikit menurun setelahnya. Tapi, itu bisa terjadi di sebuah final. Saya sangat puas, gembira, dan kami akan melanjutkannya," tambah pelatih Italia itu.