Meski sudah dibidik Arsenal sejak setahun, Bruno Guimareas justru memilih Newcastle.
Jendela transfer musim dingin telah lewat, dan Newcastle United sebagai klub kaya baru menjelma menjadi yang paling boros. Bahkan, The Magpies berhasil mengalahkan Arsenal  dalam perebutan seorang gelandang asal Brasil, Bruno Guimaraes. 

Sejak transfer window musim panas 2021, Guimaraes menjadi salah satu properti yang diperebutkan banyak klub besar Eropa. Tim-tim seperti Arsenal, Tottenham Hotspur, Borussia Dortmund, hingga Chelsea disebut tertarik meminang Guimaraes.

Bahkan, dari semua rumor yang muncul, Arsenal menjadi yang paling depan. Para petinggi The Gunners dikabarkan sudah bertemu langsung dengan Guimaraes, agennya, maupun manajemen Lyon. Negosiasi terus digelar selama beberapa bulan. Rencananya, mereka baru akan memboyong Guimareas pada musim panas 2022.

Namun, entah mengapa, semua rencana matang Mikel Arteta berantakan. Itu karena kekuatan uang Pangerang Arab Saudi, Mohammad bin Salman, yang sangat besar. Hanya butuh beberapa minggu, Newcatle langsung menghubungi Guimaraes dan menyalip The Gunners di tikungan akhir.

Mantan pemain Lyon itu diboyong Newcastle dengan harga 90 juta pounds (Rp1,7 triliun). Dan, dengan cepat, dia langsung memiliki kepercayaan besar bisa sukses bersama Newcastle.

Guimaraes merasa bahwa Newcastle pasti dapat mengalahkan mantan pelamarnya yang lain, Arsenal. Bahkan, anak baru The Magpies itu menyatakan klubnya bisa menjadi lebih besar dari The Gunners. Dan, dia tidak peduli dengan kegagalan Arsenal memboyong dirinya.



"Ini sudah menjadi klub dengan tradisi besar, sejarah besar. Saya tidak ragu dengan keputusan saya untuk datang ke sini. Saya percaya pada semua yang dikatakan pemilik tentang proyek mereka. Kami akan menjadi kekuatan besar di dunia sepakbola," ujar Guimaraes kepada The Guardian.

"Musim ini, idenya adalah bertahan di Liga Premier. Tapi, tujuan utama di tahun-tahun mendatang adalah berada di Liga Champions dan, akhirnya, memenangkan Liga Champions," tambah Guimaraes.



Rencananya, Guimaraes baru akan menjalani debut akhir pekan ini melawan Everton. Dia akan mengenakan nomor punggung 39. Ternyata, ada makna filosofis dari nomor tersebut.

"Ayah saya adalah seorang supir taksi selama 20 tahun dan No.39 adalah nomor taksinya. Jadi, ketika saya menandatangani kontrak dengan klub profesional pertama saya, Athletico Paranaense, dia meminta saya untuk mengambil nomornya untuk baju saya," kata Guimaraes.

"Itu menopang keluarga saya ketika saya tumbuh dewasa dan kami memenangkan empat gelar liga di Paranaense. Jadi, itu juga terbukti beruntung bagi saya di lapangan. Saya membawanya ke mana-mana," tambah Guimaraes.