Nomor 1 adalah kiper legendaris The Gunners.
Dalam sejarahnya, Arsenal adalah salah satu klub Liga Premier yang memiliki manajemen baik dalam meningkatkan kualitas klub. Akan tetapi, ketika pemilik klub berada di tangan miliarder asal Amerika Serikat, Stan Kronke, klub turun drastis dalam transfer pemain.

Pemilik saham mayoritas The Gunners itu dikenal pelit dalam memberikan suntikan dana untuk transfer pemain. Itupun menjadi salah satu penyebab mengapa fans The Gunners turun demo hingga meminta Kronke mundur dari kepemilikan klub.

Dapat dimengerti bahwa fans Arsenal kurang senang dengan bagaimana Stan Kroenke mendukung klub di bursa transfer. Usut punya usut, mari kita bandingkan dengan bagaimana kinerja transfer Arsenal di tahun-tahun sebelum kedatangan pengusaha asal Amerika itu?

Jika dibandingkan dengan pemilik Chelsea dan Manchester City tentu saja jauh, bahkan Kroenke memang dikenal pelit dalam urusan belanja pemain. Namun, apakah era sebelum Kroenke Arsenal benar-benar mampu mendatangkan pemain bintang dengan reputasi luar biasa?

Pada catatan itu, mari kita lihat 10 transfer Arsenal sebelum era Stan Kroenke. Dan, bagaimana kariernya?

1. Jens Lehmann

Lehmann kembali dari masa pensiun untuk bermain bersama Arsenal dalam periode kedua pada usia 41 tahun. Dia kembali selama krisis cedera pada Maret 2011. Tapi, sang kiper hanya tampil sekali untuk klub sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu untuk kedua kalinya di akhir musim.



2. Ryo Miyaichi

Miyaichi bergabung dengan Arsenal pada Januari 2011 setelah menjalani masa trial yang sukses, tetapi dia mendapat penolakan soal izin kerja untuk bermain di Liga Premier. Meskipun dijuluki "Ryodinho" selama masa pinjaman yang sukses di Feyenoord, dia membuat tujuh penampilan untuk Arsenal di semua kompetisi.

Setelah masa peminjaman lebih lanjut di Bolton, Wigan, dan Twente, pemain internasional Jepang itu bergabung dengan klub Jerman, St Pauli, dengan kontrak permanen pada 2015. Dia menikmati karier tertingginya di sana.

3. Sebastian Squillaci

Squillaci bergabung dengan The Gunners dari Sevilla pada 2010 dengan reputasi yang baik, tetapi serangkaian kesalahan yang menghebohkan membuatnya menjadi sosok yang banyak difitnah di London Utara. Dia dibebaskan pada 2013.

“Ada banyak ekspektasi, tapi selalu sulit bagi bek tengah di Arsenal – Anda bisa melihatnya sebelum saya bergabung dan setelah saya pergi,” kata Squillaci kepada beIN Sports pada 2016.

“Arsenal kebobolan gol dan mereka akan selalu kebobolan gol. Itu karena filosofi klub. Saya berbicara dengan Wenger tentang hal itu dan dia berkata: ‘Saya tahu ini sulit, tetapi begitulah adanya. Saya ingin bermain seperti ini, saya ingin penyerang saya memiliki kebebasan, tidak terlalu banyak bertahan’.”

4. Laurent Koscielny

Koscielny adalah kisah sukses utama dalam daftar ini. Koscielny relatif tidak dikenal ketika dia pindah ke London Utara dari Lorient pada musim panas 2010. Dia menjadi andalan di lini pertahanan selama sembilan tahun bersama The Gunners. Koscielny membuat 353 penampilan di semua kompetisi dan memenangkan tiga Piala FA dalam prosesnya.

Pemain timnas Prancis itu bahkan menjadi kapten klub pada 2018/2019 sebelum secara kontroversial memaksa pindah ke Bordeaux pada akhir musim saat itu.

5. Marouane Chamakh

Setelah membintangi klub Ligue 1, Bordeaux, Chamakh bergabung dengan Arsenal dengan status bebas transfer pada 2010.

Meskipun mencetak 11 gol dalam 22 penampilan pertamanya, striker itu tidak begitu disukai hingga akhirnya dikirim ke Crystal Palace pada 2013. “Ketika saya mulai, itu berjalan sangat baik,” kata Chamakh kepada RMC Sport pada 2016. “Saya mengambil keuntungan dari cedera Van Persie, yang membersihkan jalan saya. Saya bermain selama enam bulan. Saya mencetak gol, dan saya berkontribusi.”

“Pada Januari, Robin kembali dari cedera dan semalam saya mendapati diri saya di bangku cadangan tanpa penjelasan apa pun. Jelas, saya sedikit kesal dengan (Wenger) karena saya pikir saya pantas mendapatkan lebih banyak waktu bermain daripada yang dia berikan dan janjikan kepada saya.”

“Untuk ambisi yang saya miliki, saya pikir itu sedikit kurangnya rasa hormat. Saya memulainya dengan baik, dan dalam semalam dia melupakan saya begitu saja.”

6. Wellington Silva

Arsenal menyetujui kesepakatan mengontrak Silva dari Fluminense ketika dia baru berusia 16 tahun, tetapi FA membatalkan keputusan awalnya untuk memberinya 'Visa Bakat Khusus'.

Pemain Brasil itu gagal membuat penampilan tim utama untuk The Gunners dan kembali ke Fluminense dengan kontrak permanen pada 2016.

7. Sol Campbell

Setelah menghabiskan waktu selama 29 hari yang aneh di Notts County, Campbell berlatih dengan Arsenal untuk menjaga kebugarannya sebelum kembali menandatangani kontrak jangka pendek. Bek tengah itu membuat 14 penampilan dalam periode keduanya setelah cedera Thomas Vermaelen dan William Gallas, tetapi dia dibebaskan pada akhir musim 2009/2010.

8. Thomas Vermaelen

Ini adalah penandatanganan pemain muda berbakat dari Ajax ke Arsenal pada jendela transfer musim panas 2009. Vermaelen menikmati musim debut yang mengesankan di Emirates dan mendapatkan tempat di PFA Team of the Year.

Tetapi, bek tengah itu berjuang dengan cedera untuk sebagian besar kariernya di Arsenal dan akhirnya tertinggal di belakang Koscielny dan Per Mertesacker dalam urutan kekuasaan. Dia kemudian memutuskan pindah ke Barcelona pada tahun 2014 dan harus menunggu sembilan bulan sebelum melakukan debut untuk klub raksasa Spanyol tersebut.

9. Andrey Arshavin

Arshavin datang ke Arsenal dengan reputasi yang sangat luar biasa setelah membawa timnas Rusia mencapai babak semifinal sebelum akhirnya dikandaskan Spanyol dengan skor 3-0. La Furia Roja kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di partai puncak.

Tapi, di level klub, Arshavin mungkin gagal memenuhi harapan bersama Arsenal. Paling tidak dia akan diingat oleh fans The Gunners dengan empat gol yang dia cetak saat berhadapan dengan Liverpool di Anfield.



10. Mikael Silvestre

Arsenal sangat membutuhkan bala bantuan pertahanan pada 2008 dan menandatangani Silvestre, pemain berusia 31 tahun saat itu dari rival Manchester United.

Namun, dengan cepat menjadi jelas mengapa Sir Alex Ferguson rela membiarkannya pergi. Bek tengah itu hanya membuat 26 penampilan Liga Premier selama dua tahun bersama The Gunners.