Punya anggota tubuh tidak lengkap tidak membuat Burn menyerah. Salut!
Normalnya, manusia punya 10 jari tangan. Hanya sedikit yang karena kurang beruntung harus menerima takdir memiliki sembilan jari. Contohnya, pemain Newcastle United, Dan Burn. 

Pemain yang berposisi sebagai bek itu didatangkan dari Brighton and Hove Albion dengan harga 13 juta pounds (Rp242 miliar) pada Januari 2022. Pada pertandingan akhir pekan lalu melawan Chelsea, dia mendapat sikut Kai Havertz di babak pertama. Bintang Chelsea itu secara tidak sengaja mendaratkan pukulan keras ke wajah Burn dan membuat darah mengalir.

Oleh wasit, Havertz mendapatkan kartu karena sikunya membahayakan. Tapi, sebenarnya dia bisa mendapat hukuman yang lebih berat dengan kartu merah langsung. 

Sebaliknya, setelah lukanya dibersihkan, Burn melanjutkan sisa pertandingan saat Newcastle berusaha mendapatkan hasil positif dalam upaya bertahan dari zona degradasi. Tapi, pada menit 89, ada patah hati bagi pasukan Eddie Howe. Burn dianggap bersalah atas terciptanya gol Chelsea. Dia menjadi penyebab gol Havertz.

"Saya pikir itu adalah kartu merah. Tapi, wasit mengatakan karena dia melihat bola sepanjang waktu, itu sebabnya tidak ada kartu merah. Saya pikir itu sedikit nakal. Tapi, dia tidak diberikan (kartu merah), dan dia akhirnya mencetak gol di menit akhir, sehingga itu merugikan kami," kata Burn kepada NUFCTV.



Chelsea telah memenangkan pertandingan dan Burn hancur karena kesalahannya. Kamera Sky Sports kemudian memperbesar ekspresi bek yang meletakkan tangannya ke wajah dengan putus asa. Tapi, saat gambar itu diperbesar, orang akan sadar bahwa Burn ternyata kehilangan satu jari di tangan kanannya.

Tentu saja, gambar itu membuat para pendukung The Magpies berbalik dan menghujat menjadi simpati. Mereka kemudian bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi dengan sang pemain. Banyak yang kagum karena Burn tidak pernah mengumumkan bahwa dirinya layak dikasihani lantaran tidak memiliki anggota tubuh lengkap. 



Kondisi tubuh Burn yang seperti terjadi sangat lama. Ketika berusia 13 tahun, Burn mengenakan cincin. Seperti umumnya kanak-kanak seusia itu, Burn menghabiskan waktu dengan bermain. Dan, dalam sebuah momen, dia kehilangan jarinya saat hendak memanjat pagar rumah. 

Itu pasti momen yang mengerikan bagi Burn. Meski hal itu tidak berdampak pada sepakbola, kecuali kiper, dia layak mendapatkan banyak pujian. Pasalnya, dia mampu bangkit untuk kemudian menjadi pemain sepakbola di level Liga Premier.