Tips untuk melawan intimidasi pendukung lawan. Bisa dicoba di Indonesia!
Intimidasi, ejekan, sorakan, siulan, hingga caci-maki adalah bagian dari pertandingan sepakbola yang dilancarkan suporter untuk melemahkan mental lawan. Tapi, beberapa pendukung terkadang berlebihan. Mereka tidak hanya melakukannya di stadion, melainkan juga di hotel tempat tim tamu menginap semalam sebelum pertandingan.

Pekan lalu, PSV memiliki cerita unik saat tandang ke Denmark menghadapi FC Copenhagen pada leg kedua babak 16 besar Liga Konferensi Eropa. Berbekal skor 4-4 di Belanda, PSV dalam tekanan berat saat tandang ke Copenhagen. 

Beban Mario Goetze dkk semakin berat karena Copenghagen dikenal di Denmark dan Skandinavia dengan suporter garis kerasnya yang gila. Ultras Copenhagen terkenal sebagai kelompok yang sangat intimidatif. Mereka melemahkan mental lawan tidak hanya di stadion, melainkan juga di luar lapangan. Bahkan, di media sosial.

Nah, saat PSV datang, tim dengan sengaja mengumumkan lokasi hotel tempat semua anggota skuad menginap. Mereka tahu bahwa Ultras Copenhagen pasti akan berkumpul di hotel mengganggu tidur pemain sepanjang malam dengan menyalakan kembang api, flare, petasan, hingga bernyanyi. 

Tahu dengan taktik tidak sportif suporter lawan, PSV memang sengaja memarkir bus tim di halaman hotel tersebut. Dan, benar saja, para pendukung Copenhagen berdatangan untuk menganggu tidur pemain-pemain PSV.

Meski fans lawan melakukan intimidasi sepanjang malam, PSV ternyata mampu memenangkan pertandingan di hari berikutnya. Tidak tanggung-tanggung, skornya 4-0. Dengan agregat 8-4 mereka lolos ke perempat final. Dan, berdasarkan undian, PSV akan menantang Leicester City.



Terkejut dengan kenyataan itu, seorang reporter bertanya kepada Goetze setelah pertandingan: "Apakah anda mengharapkan kembang api di hotel anda lagi malam ini?" Mantan pemain Bayern Muenchen itu berkata dengan santai: "Saya rasa tidak, saya tidak tahu".

Tapi, kemudian ketika ditekan tentang masalah ini, tanggapan pemain asal Jerman tersebut berubah menjadi ekspresi kocak. "Ya, kami menempatkan bus kami di hotel. Jadi, itu sengaja. Saya tidur sangat nyenyak!" beber mantan pemain Borussia Dortmund tersebut. 



Apa maksudnya? Ternyata, PSV sengaja memarkir bus di hotel yang didatangi pendukung Copenhagen. Mereka membiarkan pendukung lawan melakukan kegaduhan sepanjang malam. 

Itu adalah strategi yang menipu karena ternyata para pemain PSV tidur di hotel yang lain, yang sengaja dirahasiakan. Jadi, para pendukung Copenhagen membuat keributan di tempat yang salah. Para pemain PSV menginap di tempat lain sehingga dapat tidur dengan nyenyak dan memenangkan pertandingan di hari berikutnya.