Ada yang masih berkarier bersama Juventus.
Arsene Wenger melakukan banyak perekrutan yang cerdik selama karier kepelatihannya di Arsenal, tetapi dia tidak selalu bisa mempertahankan pemain bintangnya.

Beberapa nama besar bintang dipaksa pindah dari klub, sementara yang lain ditunjukkan pintu keluar selama 22 tahun Wenger melatih klub Inggris tersebut.

Kami telah mengumpulkan Starting Xl pemain berbakat yang kemudian memiliki karier yang mengesankan setelah dijual oleh pelatih asal Prancis itu.

GK: Wojciech Szczesny

Szczesny datang dari akademi Arsenal dan membuat terobosan ke tim utama pada 2009, tetapi tidak pernah benar-benar mendapatkan kepercayaan Wenger.

Penjaga gawang itu kalah saing, terutama setelah Petr Cech ditandatangani dari Chelsea. Szczesny menghabiskan dua musim dengan status pinjaman di AS Roma.

Dia kemudian bergabung dengan Juventus dengan kontrak permanen pada 2017. Kiper Polandia itu menggantikan Gianluigi Buffon sebagai pemain nomor satu klub dan memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut.

RB: Bacary Sagna

Sagna memenangkan satu Piala FA selama tujuh tahun di Arsenal, tetapi meninggalkan London Utara dengan status bebas transfer pada 2014. Dia bergabung dengan rival Liga Premier, Manchester City.

Bek kanan itu membuat 86 penampilan untuk Man City dan memenangkan Piala Liga 2016 sebelum dibebaskan pada akhir kontraknya. Dia sekarang bermain untuk Montreal Impact di MLS.

CB: Kolo Toure

Sagna mengikuti jejak Toure karena pemain Pantai Gading itu melakukan hal yang sama lima tahun sebelumnya.

Toure memenangkan gelar Liga Premier bersama Man City pada 2011/2012, berada di urutan kedua bersama Liverpool pada 2013/2014 dan membantu Celtic memenangkan Liga Utama Skotlandia 2016/2017.

CB: Thomas Vermaelen

Vermaelen bergabung dengan Arsenal dari Ajax pada 2009 dan membuat 150 penampilan di semua kompetisi, tetapi bek itu bermasalah dengan serangkaian masalah kebugaran.

Dia menolak untuk menandatangani kontrak baru di Arsenal dan menyelesaikan kepindahannya ke Barcelona pada 2014, di mana nasib buruk dengan cedera terus membatasi waktu permainannya.

Namun, dia masih berakhir dengan empat gelar La Liga dan dua Copa del Rey dari lima tahun di Camp Nou. Pemain Belgia itu kemudian bermain untuk Vissel Kobe di Jepang bersama Andres Iniesta selama empat tahun sebelum pensiun pada 2021.

LB: Ashley Cole

Cole masuk ke tim utama Arsenal dan menjadi anggota integral dari tim "The Invincibles" musim 2003/2004 sebelum menyelesaikan kepindahan kontroversial ke Chelsea pada 2006.

Dia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia di Stamford Bridge, memenangkan Liga Premier, Liga Champions, dan empat Piala FA.

RW: Serge Gnabry

Gnabry mendapati dirinya hanya disia-siakan saat di Arsenal dan dijual ke Werder Bremen pada 2016 setelah masa pinjaman yang gagal di West Brom.

Pemain berusia 26 tahun itu semakin menunjukkan bakatnya sejak meninggalkan Inggris dan menyelesaikan kepindahannya ke Bayern Muenchen pada 2017. Dia telah menjadi pemain andalan bagi juara Bundesliga dan merupakan salah satu pemain bintang mereka selama musim, di mana Bayern meraih treble winners pada musim 2019/2020.

CM: Patrick Vieira

Vieira memenangkan enam trofi utama dan menjadi legenda klub selama waktunya di Arsenal, tetapi dia memutuskan untuk bergabung dengan Juventus pada 2005.

“Setelah sembilan tahun di Arsenal, saya berusia 29 tahun dan 30 tahun dalam sepak bola, Anda mulai menjadi tua,” kata Vieira pada 2016.

Gelandang itu memenangkan liga di musim debutnya di Italia, tetapi gelar Juventus dicabut dan diturunkan ke Serie B menyusul skandal pengaturan pertandingan.

Vieira kemudian memenangkan empat gelar Serie A bersama Inter Milan sebelum menyelesaikan karier bermainnya di Inggris bersama Manchester City.

Dia sekarang kembali ke Liga Premier, melakukan pekerjaan yang baik di Crystal Palace.



CM: Cesc Fabregas

Fabregas baru berusia 16 tahun ketika bergabung dengan Arsenal dari Barcelona dan kemudian membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia.

Barcelona lalu membawanya kembali ke Nou Camp pada 2011. Dia mencetak 42 gol dalam 151 penampilan untuk klub masa kecilnya, tetapi gelandang itu tidak bisa menyingkirkan Xavi atau Andres Iniesta di starting line-up.

Pemain berusia 32 tahun itu menjadi musuh publik nomor satu di kalangan penggemar Arsenal dengan menandatangani kontrak dengan Chelsea pada 2014, dan dia memenangkan dua gelar liga bersama The Blues sebelum bergabung dengan Monaco pada 2019.

LW: Thierry Henry

Henry memenangkan dua gelar Liga Premier dan tiga Piala FA di Arsenal dan pergi ke Barcelona pada 2007 sebagai pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa.

Pemain timnas Prancis itu menjadi bagian dari trio penyerang mematikan Barcelona bersama Lionel Messi dan Samuel Eto'o di Nou Camp, memenangkan treble pada 2008/2009.

Setelah memenangkan tujuh trofi di Spanyol, Henry bergabung dengan New York Red Bulls dan sempat bermain sebentar di Arsenal sebelum gantung sepatu pada 2014.

TT: Nicolas Anelka

Anelka tiba di Arsenal dari PSG hanya dengan 500.000 pounds / Rp 9,7 miliar pada 1997. The Gunners mendapat keuntungan 22,5 juta pounds / Rp 423 milliar ketika mereka menjualnya ke Real Madrid dua tahun kemudian.

Dia memenangkan Liga Champions dalam satu-satunya musim di Madrid dan kemudian bermain kembali di Inggris bersama Liverpool, Manchester City, Bolton, Chelsea dan West Brom.

Anelka bermain untuk 12 klub berbeda dalam karir 19 tahun dan juga memenangkan gelar liga di Turki dan Italia.

TT: Robin van Persie

Van Persie dianggap sebagai salah satu striker terbaik di dunia dan penggemar Arsenal putus asa ketika dia menyelesaikan kepindahan kontroversial ke Manchester United pada 2012.

Pemain asal Belanda itu mencetak 26 gol liga dan memenangkan gelar Liga Premier pada musim debutnya di Man United sebelum menerima guard of honour saat kembali ke Emirates untuk pertama kalinya.

Dia kemudian membantu Belanda finis ketiga di Piala Dunia 2014 dan mengakhiri karier klubnya kembali di Feyenoord pada 2019.