Ada yang tahu di mana letak Djibouti dalam peta?
Masih ingat Alex Song? Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu baru saja mengangkat gelar juara liga. Tapi, itu bukan di Inggris. Bukan pula di Spanyol. Gelandang Kamerun tersebut juara di Djibouti.

Bagi banyak orang, Djibouti lebih dikenal sebagai negara rawan konflik dan sangat akrab dengan kekerasan bersenjata. Kekeringan, kelaparan, intrik politik, demonstrasi anarkis, perang saudara, hingga terorisme sempat menjadi keseharian warga negara di Afrika Timur tersebut. 

Sekarang, Djibouti dikenal sebagai pangkalan militer beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, hingga China. Negara ini juga jadi pangkalan untuk memerangi para perompak Somalia di Teluk Aden, Yaman.

Meski punya latar belakang yang unik, bukan berarti tidak ada sepakbola di Djibouti. Untuk level tim nasional, mereka berperingkat FIFA 194. Untuk kompetisi domestik, mereka punya Liga Premier Djibouti, yang juaranya harus lewat kualifikasi demi tampil di Liga Champions Afrika. 

Dan, salah satu klub elite di Djibouti adalah Arta/Solar7. Di klub inilah Song bermain sejak 2020, atau sejak memutuskan hubungan dengan klub Liga Super Swiss, FC Sion. 

Di negara kecil dengan kompetisi medioker untul level konfederasi, keberadaan Song layaknya Lionel Messi di Paris Saint-Germain (PSG) atau Cristiano Ronaldo di Manchester United. Semua orang mengenalnya dan menjadikan dirinya megabintang versi Djibouti.



Dengan status tersebut, wajar jika klub yang diperkuat Song layaknya Los Galacticos. Dan, itu dibuktikan di lapangan. Untuk musim kedua secara beruntun, Song membawa Arta/Solar7 menjuarai Liga Premier Djibouti.

Membawa Arta/Solar7 juara di Djibouti tentu saja menambah koleksi gelar liga milik Song. Jika anda ingat, dirinya juga pernah mengangkat piala saat di Camp Nou. Dua kali Song mengangkat trofi La Liga selama bermain bersama Messi pada periode 2012-2014. Di sana, dia juga memenangkan Supercopa de Espana.

Jadi, selamat untuk Alex Song!