Setelah dayung sabet 8 emas, kini giliran Kano/Kayak unjuk kehebatan.
Kontingen dayung Indonesia baru saja menyelesaikan perlombaan di SEA Games 2021 dengan koleksi delapan medali emas dari 16 yang disediakan panitia. Kini, giliran Kano/Kayak yang berjuang mengibarkan Merah-Putih di Hai Phong Rowing and Canoeing Training Center.

Sejak lama cabang olahraga air seperti dayung dan kano/kayak selalu menjadi andalan Indonesia dalam perhelatan turnamen olahraga besar seperti SEA Games. Dan, tradisi itu terus berlanjut saat kontingen Garuda berkiprah di Vietnam.

Meneruskan kisah sukses skuad dayung yang menyambet 50% emas SEA Games 2021, tim kano/kayak juga tidak mau ketinggalan. Pada perlombaan Rabu (18/5/2022), Indonesia berhasil menyumbang satu emas dari kuartet Tri Wahyu Buwono, Andri Agus Mulyana, Joko Andriyanto, dan Sutrisno dari nomor K-4 1.000 m putra.

Tim Merah-Putih melesat jauh untuk finish tercepat dengan catatan waktu 3 menit 15,905 detik. Mereka mendahului lawan-lawan berat dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Kamboja.

Sukses tim Andri dkk ternyata juga diikuti rekan-rekan lainnya. Meski gagal menyumbang emas, Maizir Riyondra mampu memberikan medali perak di nomor K-1 1000 m putra. Maizir masih kalah dari Guang Yi Lucas Teo yang finish lebih cepat untuk mengamankan medali emas pertama tim kayak/kano Singapura.



Medali perak juga diraih Indonesia dari nomor C-4 1000 m putra melalui Sofiyanto, Dedi Saputra, Muh Burhan, dan Muhammad Yunus Rustandi.

Tidak hanya satu emas dan dua perak, skuad kano/kayak juga menyumbang perunggu pada perlombaan Rabu (18/5/2022). Duet Devita Safitri/Reski Wahyuni harus puas dengan medali perunggu setelah kalah cepat dari Vietnam dan Thailand di nomor C-2 1.000 m putri.



Namun, jangan khawatir, perlombaan kano/kayak SEA Games 2021 masih akan berlangsung hingga Sabtu (21/5/2022). Artinya masih ada kesempatan untuk terus mendulang medali emas sekaligus memantapkan status Indonesia sebagai Negara Maritim.