Gara-gara wanita ini, fans El Barca sudah lupa Messi. Siapa dia?
Kepergian Lionel Messi dari Barcelona memang menyakitkan bagi banyak suporter. Tapi, hampir setahun kemudian, Camp Nou sudah memiliki pengganti. Dia bukan raja, melainkan ratu sepakbola. Namanya, Alexia Putellas.

Ketika La Pulga mengucapkan selamat tinggal dengan penuh air mata dan secara tiba-tiba, terjadi kekosongan besar di Camp Nou. Para penggemar Barcelona tidak lagi memiliki gairah datang ke stadion. Apalagi, kepergian La Pulga terbukti membuat cara bermain Barcelona asuhan Ronald Koeman berantakan.

Tapi, pelan dan pasti, semuanya berubah. Bukan karena kedatangan Xavi Hernandez, melainkan sepak terjang Barcelona Femeni yang luar biasa.

Dengan segala kehebatannya, tim wanita Barcelona menjelma menjadi "super team". Dan, Alexia berubah menjadi idola baru. Tanpa basa-basi dieinya mengambil jubah kebesaran Messi sebagai pahlawan klub yang rendah hati. Sekarang, fotonya ada di mana-mana di Barcelona, menggantikan Messi.

Taman dan lapangan penuh dengan anak laki-laki dan perempuan yang mengenakan jersey bertuliskan "Alexia". Fotonya juga dapat ditemukan di papan reklame dan kios di sekitar Camp Nou. Saluran media sosial klub bahkan mulai menyebut pemain berusia 27 tahun itu sebagai "Yang Mulia".

Dan, mudah untuk memahami alasannya. Alexia adalah kebanggaan Katalunya yang baru. Dirinya merupakan gadis lokal yang berbuat baik untuk daerahnya.

Beda Messi, Alexia tidak selalu menjadi pemain terbaik di dunia. Dia bukan superstar yang ditakdirkan sejak usia muda. Dia harus berjuang untuk mencapai puncak lewat perjalanan yang panjang dan berliku di sepakbola wanita.

Alexia memang menghabiskan satu musim di Barceloa sebagai pemain junior. Tapi, debut seniornya justru terjadi di klub rival sekota, Espanyol. Alexia juga sempat menghabiskan satu musim di Levante. Akhirnya, dia kembali ke rumah lama di Barcelona pada 2012.



Bakatnya terlihat jelas. Tapi, apakah dia memiliki temperamen dan keuletan untuk menjadi salah satu gelandang wanita terbaik dunia? "Saya bermain melawan Alexia ketika dia masih sangat muda," kata mantan kiper Arsenal Womens, Emma Byrne, yang sekarang bekerja untuk Barca TV.

"Secara teknis selalu bagus. Tapi, (dulu) dia tidak pernah memiliki kecepatan dan fisik. Dan, di pertandingan Liga Champions, dia sering menghilang. Tapi, selama dua tahun terakhir, dia baru saja naik ke level lain karena dia bekerja sangat keras. Kini, dia lebih cepat, dia lebih kuat, dia lebih berpengalaman dan dia sangat kompetitif," tambag Byrne.

"Alexis telah menjadi pemimpin sejati di Barcelona. Dan, itulah alasannya mengapa dirinya layak menjadi pemenang Ballon d'Or tahun lalu," ucap Byrne.

Tidak ada yang berani membantah bahwa Alexia sekarang adalah pemain wanita terbaik di dunia. Statistik berbicara sendiri. Musim 2020/2021, dia mencetak 37 gol yang luar biasa dari lini tengah. Pada saat yang sama, dia juga membuat 27 assist saat Barcelona plus memenangkan La Liga Femina, Copa de la Reina, dan Liga Champions Wanita.



Hebatnya, dia dan Barcelona sangat siap untuk mengulangi prestasi itu pada musim 2021/2022. Gelar ganda domestik terlihat pasti karena telah diamankan tanpa kehilangan satu pun pertandingan.

Kini, Barcelona sedang menanti pertandingan final Liga Champions Wanita kedua berturut-turut setelah menyingkirkan VfL Wolfsburg di semifinal. Penentuan pemenang turnamen akan terjadi di Juventus Stadium, Turin, Minggu (22/5/2022) dini hari WIB. Barcelona akan melawan pengoleksi tujuh piala, Lyon Feminin.

Jadi, layak dinantikan apakah pendukung Barcelona akan sepenuhnya lupa dengan Messi atau tidak. Dan, itu akan sangat tergantung pada kemenangan di Liga Champions Wanita 2021/2022.