Daripada tidak sama sekali...
Sea Games 2021 di Vietnam merupakan tonggak sejarah tersendiri bagi cabang olahraga sepakbola. Meskipun belum bisa menjadi juara dan memenangkan medali emas, skuad Timnas Indonesia U-23 paling tidak bisa melanjutkan tradisi meraih medali sejak Sea Games 2017.

Saat itu tim besutan Luis Milla mendapat medali perunggu. Tersingkir dari tuan rumah Malaysia di semifinal dengan skor tipis 0-1, lalu menang 3-1 melawan Myanmar.

Kemudian pada perhelatan berikutnya di Sea Games 2019, kali itu giliran Indra Sjafri untuk mempersembahkan medali perak. Kalah 0-3 dari Vietnam

Dan dalam edisi Sea Games ke-31. Terbaru giliran Shin Tae-yong menghantarkan skuad Garuda Muda meraih medali perunggu. Dengan begitu dalam 3 edisi berturut-turut, Indonesia selalu mendapat medali. Meksipun bukan medali emas.



Total secara keseluruhan, sepanjang ajang turnamen dua tahunan tersebut, Indonesia sudah meraih 2 kali medali emas (Sea Games 1987, dan Sea Games 1991).

Catatan medali perunggu Indonesia bertambah saat berhadapan dengan Timnas Malaysia U-23 pada Minggu (22/5) sore WIB.

Bermain di Stadion My Dinh. 90 menit waktu normal laga berjalan imbang 1-1. Indonesia lebih dulu unggul lewat Ronaldo Kwateh pada menit ke-69. Lalu dibalas oleh Hadi Fayyadh pada di menit 81. Skor tetap sama hingga babak kedua berakhir. Penentuan pemenang ditentukan lewat babak adu penalti.

Skor akhir 4-3 untuk kemenangan Indonesia. Keempat gol dicetak oleh eksekusi mulus dari: Muhammad Ridwan,
Marselino Ferdinan, Saddil Ramdani, dan penentu kemenangan Marc Klok.



Sementara itu Ernando Ari menggagalkan penalti dari Hadi Fayyadh dan Luqman Hakim. Indonesia sukses membawa pulang medali perunggu. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.