Jika anda pendukung Chelsea, pasti tidak akan pernah lupa. Cek videonya!
Akhir pekan nanti, final Liga Champions kembali bergulir ketika  Real Madrid menghadapi Liverpool di Stade de France, Saint-Denis. Sepanjang sejarah, ada banyak kejadian ikonik pada laga puncak ajang elite Benua Biru tersebut. Salah satunya pada 2007/2008 saat Manchester United mengalahkan Chelsea.

Pada 2007/2008, MU dan Chelsea berjuang sampai hari terakhir di Liga Premier untuk menentukan sang juara. Akhirnya, Setan Merah menjadi pemenang.

Dan, 10 hari kemudian, kedua tim bertemu lagi di Moscow pada pertandingan puncak Liga Champions. MU mengincar gelar kedua di era Liga Champions. Sementara Chelsea berusaha mendapatkan piala pertama sepanjang sejarah, baik di format lama maupun format baru.

Sayangnya pertandingan menarik itu harus diwarnai malam yang basah karena hujan deras menguyur Ibukota Rusia. Situasi itu membuat kedua tim tidak dapat bermain dengan maksimal. Hasilnya, skor imbang dan pertandingan berjalan monoton penuh kehati-hatian.

Drama justru terjadi saat adu penalti digelar. Penalti kesembilan diperlukan untuk menentukan pemenang. Sialnya, The Blues harus melakukan babak tos-tosan bersejarah tersebut tanpa Didier Drogba, yang diusir wasit.

Awalnya, Carlos Tevez dan Michael Carrick berhasil mengeksekusi penalti untuk MU. Lalu, Chelsea menyamakan skor lewat tendangan Michael Ballack dan Juliano Belletti. Kemudian, Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol karena tendangannya diantisipasi Petr Cech.

Frank Lampard, Owen Hargreaves, Ashley Cole, dan Luis Nani melanjutkannya dengan mencetak gol. Itu membuat The Blues harus mencetak gol kelima dan penalti terakhir untuk memenangkan gelar.



Normalnya, tendangan itu diambil Drogba. Tapi, berhubung pemain Pantai Gading itu tidak bisa menjalankan tugas karena kartu merah, John Terry menggantikannya. Dan, semua tahu apa yang terjadi kemudian. Dia terpeleset sehingga adu penalti berlanjut ke sudden death, dan Chelsea kalah setelah Nicolas Anelka gagal. 

Kegagalan Terry yang sangat dramatis disebabkan oleh kondisi hujan deras. Dan, hal tersebut menghantui Terry seumur hidupnya. 

Saat Chelsea menjuarai Liga Champions 2011/2012, Terry tidak berada di pertandingan final. Dia diusir keluar lapangan di semifinal melawan Barcelona karena tendangan bodohnya.