Tampaknya transfer Mbappe tidak hanya sepakbola. Ada hal lain yang lebih strategis.
Saga transfer Kylian Mbappe memang sudah berakhirnya dua pekan lalu saat kontrak baru dengan Paris Saint-Germain (PSG) diteken. Tapi, kisah dibalik alasan megabintang Prancis tersebut tersebut menolak Real Madrid masih terus dibicarakan orang hingga sekarang. Yang terbaru, muncul kabar yang menyebut adanya campur tangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Madrid sebenarnya telah berusaha untuk membuat Mbappe pindah sejak musim panas 2021 ketika mengajukan tawaran 180 juta pounds (Rp3,2 triliun). Tapi, ditolak.

Kemudian, Los Blancos datang lagi pada transfer window musim panas 2022. Konon, Mbappe secara lisan sudah menyatakan setuju untuk bergabung ke Estadio Santiago Bernabeu. Bahkan, dia sudah melakukan pembicaraan informal dengan Presiden Los Blancos, Florentino Perez.

Entah mengapa, kesepakatan dengan Madrid menguap. Pasalnya, Nasser Al-Khelaifi berhasil meyakinkan aset berharga PSG itu bertahan di Parc des Princes lebih lama lagi.

Setelah kegagalan itu, muncul banyak kisah. Ada yang bisa dikonfirmasi kebenarannya, tapi banyak juga yang obrolan warung kopi. Sebut saja soal hak Mbappe untuk memilih pelatih dan rekan bermain sendiri. Ada juga soal gaji. Dan, yang tak kalah menarik adalah keterlibatan Presiden Prancis.

"Saya tidak pernah terlibat dalam transfer apapun," kata Presiden Macron kepada Marca saat menjawab pertanyaan tentang rumor tersebut.

"Sederhananya, seperti warga negara lainnya, ketika menyangkut masalah olahraga, saya selalu ingin melihat permainan yang bagus dan menyemangati tim, terutama dalam kasus ini, PSG," tambah pemimpin partai politik berlabel "La Republique En Marche!" atau "Majulah Republik" itu.



Tapi, Presiden Macron juga tidak membantah berita yang menyebut dirinya berdiskusi dengan Mbappe tentang sepakbola.

"Ya, memang benar saya  telah berbicara dengan Kylian Mbappe sebelum dia membuat keputusan tegas tentang masa depannya. Dalam pembicaraan itu, saya membatasi diri untuk menasihatinya dengan cara yang benar-benar santai untuk tetap tinggal di Prancis. Saya pikir itu adalah tanggung jawab saya sebagai presiden," ungkap Presiden Macron.

Selain pendukung PSG layaknya Presiden Prancis sebelumnya, Nicolas Sarkozy, Presiden Macron juga berkepentingan dengan industri sepakbola di negaranya. Bertahannya Mbappe akan menjaga reputasi Ligue 1 karena memiliki pemain sepakbola dengan nama-nama besar seperti Neymar, Lionel Messi, dan Mbappe.