Ini terjadi pada 7 Maret 2012 di Camp Nou. Cek videonya!
Lima gol yang dihasilkan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Estonia dibicarakan orang berhari-hari. Tapi, itu bukan pertama kalinya La Pulga melakukan hal hebat tersebut. Dulu, ketika membela Barcelona, pemilik tujuh Ballon d'Or itu juga membuat lima gol di Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Masih ingat?

Messi baru saja memimpin Argentina meraih kemenangan di Finalissima melawan Italia di Wembley. Beberapa hari berselang, La Pulga mencetak hattrick dalam 47 menit, yang dilanjutkan dua gol lagi melawan Estonia di Pamplona, Spanyol.

Penampilan Messi tersebut memang sangat bagus. Tapi, itu bukan satu-satunya momen pemain Paris Saint-Germain (PSG) mencetak lima gol yang konyol. Pada 2012, dia mencetak lima gol untuk Barcelona melawan Leverkusen pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Pada hari tersebut, Barcelona telah mengalahkan tim Jerman 3-1 di leg pertama dan kemudian benar-benar mempermalukan mereka dengan hasil akhir 7-1 di Camp Nou. Itu berkat kegilaan Messi. Pemain No.10 itu mencetak gol pada menit 25, 43, 59, 58, 85. Pemain muda, Cristian Tello, mencetak dua gol lainnya.



Ini adalah pertama kalinya seorang pemain mencetak lima gol di Liga Champions. Dua tahun sebelumnya, Messi mencetak empat gol ke gawang Arsenal dan mendorong Arsene Wenger untuk memberinya atribut "pemain PlayStation".

Katalog gol Messi dari tampilan kelas dunia lebih panjang dari kebanyakan pemain, dan kinerja tak terbendung untuk menenggelamkan Leverkusen pada 7 Maret 2012.



Ketika itu, Pep Guardiola tercengang dengan apa yang dilakukan Messi. Lalu, dia hanya bisa menyatakan bahwa Messi sebagai pemain terhebat sepanjang masa. "Dia yang terbaik (yang pernah ada). Tidak ada yang lain seperti dia," kata Guardiola, dilansir BBC Sport.



"Angka-angka berbicara sendiri. Suatu hari dia akan mencetak enam gol. Kami tidak akan pernah melihat pemain seperti dia lagi. Kami menyaksikan salah satu malam spesial Messi. Itu adalah hadiah, dan saya akan selalu bisa mengatakan bahwa saya melatihnya," tambah Guardiola.

"Satu-satunya pujian yang bisa saya ambil adalah saya selalu memasukkannya ke dalam tim dan kami hanya berusaha memastikan dia mendapatkan bola. Setelah itu tugas kami selesai," pungkas pelatih yang sekarang bekerja di Manchester City.