Jika eksperimen sukses, akan diajukan ke FIFA dan diterapkan ke seluruh dunia.
Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) ingin mencoba sejumlah perubahan aturan yang drastis di kompetisi kasta kedua alias Eerste Divisie. Jika berhasil, mereka berencana mengajukannya ke FIFA.

Selain FA di Inggris, FFF di Prancis, FIGC di Italia, atau DFB di Jerman, KNVB merupakan salah satu asosiasi anggota FIFA yang rajin melakukan berbagai eksperimen. Musim 2023/2024, mereka kembali berencana melakukan uji coba. Tidak tanggung-tanggung, ada lima hal yang dikerjakan.

KNVB ingin bereksperimen lemparan ke dalam diganti tendangan ke dalam, penalti lima menit diberikan setelah kartu kuning, dribel pada tendangan bebas diperbolehkan, pergantian pemain tanpa batas, dan waktu bermain bersih 2x30 menit.

Direktur Liga Sepakbola Amatir KNVB, Jan Dirk van der Zee, mengatakan perubahan aturan permainan harus membuat pertandingan berlangsung lebih cepat, lebih sporty, lebih adil, dan lebih menarik. Dia menyebut selama musim 2022/2023 akan dilakukan sosialisasi sebelum diujicoba pada 2023/2024.

"Tujuannya adalah untuk mewujudkan percontohan di Eerste Divisie 2023/2024. Dalam hal ini, penyesuaian akan diuji dengan berkonsultasi dengan klub dan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB)," ujar Van der Zee, di situs resmi KNVB.

Perubahan aturan di atas telah diuji di sepakbola amatir sejak 2017 dan menurut Van der Zee, idenya menjanjikan. Jadi, penting untuk mencobanya di sepakbola profesional terlebih dulu sebelum benar-benar diajukan ke FIFA sebagai sebuah proposal lengkap.



"Jika anda datang ke sepakbola dengan ide-ide semacam ini dan ingin berinovasi, anda harus berurusan dengan dua jenis penggemar. Yaitu, romantisme sepakbola, yang lebih memilih untuk membiarkan segalanya apa adanya dan dipandu oleh nostalgia serta sentimen. Atau, penggemar yang terbuka menerima perubahan demi membuat permainan lebih menarik dan adil," tambah Van der Zee.

"Sepakbola, khususnya diatur oleh UEFA dan FIFA, yang dikenal memiliki kecenderungan untuk membuat perubahan. Itulah mengapa masih harus ada banyak lobi sebelum pilot project ini dapat melakukannya dan mulai di Eerste Divisie," beber Van der Zee.