Sebuah upacara penghargaan yang layak untuk sang legenda. Cek videonya!
Marcelo Vieira mendapatkan upacara perpisahan yang layak dari Real Madrid. Pemain Brasil itu dilepas dalam sebuah acara konferensi pers khusus yang dihadiri semua petinggi, pelatih, dan rekan-rekannya. Layaknya Lionel Messi tahun lalu, perpisahan Marcelo juga banjir air mata.

Bergabung dengan Los Blancos dari Fluminese pada 2007, Marcelo membuat 545 penampilan di semua kompetisi. Dia menjadi pemain yang paling didekorasi dalam sejarah klub setelah memenangkan 25 penghargaan utama. Diantaranya enam La Liga dan lima Liga Champions.

Selama bertahun-tahun berkarier di Madrid, wajar jika Marcelo diberi satu upacara penghormatan terakhir yang dihadiri banyak orang penting di klub.

"Terima kasih kepada rekan satu tim saya dan pelatih. Tapi, di atas semua itu untuk kit men, untuk keamanan, untuk orang-orang yang bekerja di belakang layar. Saya ingin menyoroti pekerjaan mereka, karena saya hanya mendedikasikan diri saya untuk bermain dan saya selalu menyiapkan segalanya," kata Marcelo, dilansir Marca.

"Saya ingin berterima kasih kepada istri saya, karena dia selalu berada di sisi saya sejak saya mulai bermain sepakbola. Jika saya seperti sekarang ini, itu karena anda, Clarice," tambah Marcelo.

"Ketika saya meninggalkan Brasil, saya berpikir untuk bermain di Liga Champions. Dan, hari ini saya pergi dari sini sebagai pemain dengan gelar terbanyak dalam sejarah klub terbesar di dunia," tambah full back itu.

Diantara mereka yang hadir adalah Carlo Ancelotti, yang terlihat menyeka air mata. Legenda Los Blancos, Raul Gonzalez, juga hadir untuk mengikuti perpisahan Marcelo. Dia masih menjadi pemain aktif ketika Marcelo muda tiba di Estadio Santiago Bernabeu.



Marcelo memuji Raul karena berada di sana untuknya sejak kelahiran putranya, dan itu membuat Marcelo tersentuh. "Untuk Raul, yang sejak putra saya lahir, anda selalu ada untuk saya. Anda adalah contoh," kata Marcelo.

Pemain berusia 34 tahun itu kemudian berpose dengan presiden klub, Florentino Perez, dan semua 25 trofi yang dimiliki. Iitu sebuah bukti karier Marcelo di Negeri Matador yang gilang-gemilang.

Musim ini, Marcelo menjadi orang non Spanyol pertama yang menjadi kapten Madrid saat mengangkat trofi La Liga dan Liga Champions. Kepergian Sergio Ramos ke Paris Saint-Germain (PSG) musim panas lalu membuat Marcelo diberi ban kapten oleh Ancelotti.



Marcelo adalah pilihan kedua setelah Ferland Mendy untuk sebagian besar musim ini. Tapi, pengaruhnya di ruang ganti masih kuat seperti biasa. Marcelo secara masih sering terlihat mengobrol dengan Ancelotti di pinggir lapangan dan memberikan pendapatnya dalam situasi yang sulit.

Selain Marcelo, Luka Modric dan Toni Kroos juga pernah terlihat membantu memilih pemain pengganti selama perpanjangan waktu dari kemenangan dramatis di semifinal Liga Champions atas Manchester City.

"Ancelotti meminta pendapat para pemain berpengalaman tentang siapa yang harus digantikan di pertandingan. Situasi ini menggambarkan dia dengan sempurna sebagai pelatih. Itulah sebabnya dia bekerja sangat baik," kata Kroos saat itu, setelah pertandingan.