Simak baik-baik penjelasan Tokyo Verdy di video berikut ini..
Sejak Pratama Arhan datang Jepang, Tokyo Verdy menjadi sorotan penggemar sepakbola Indonesia. Klub J2 League itu semakin disorot setelah eks pemain PSIS Semarang tersebut tak kunjung main. Berbagai spekulasi muncul, mulai dari kualitas hingga taktik marketing. Ternyata, inilah yang sebenarnya terjadi.

Pratama Arhan diumumkan secara resmi sebagai pemain Tokyo Verdy pada 16 Februari 2022 untuk kontrak dua tahun. Tapi, debutnya baru tercipta pada 6 Juli 2022 melawan Tochigi SC.

Lamanya waktu yang dibutuhkan pemuda asal Blora, Jawa Tengah, untuk mendapatkan menit bermain sempat membuat penggemar Indonesia bertanya-tanya. Mayoritas kecewa dengan Tokyo Verdy. Beberapa lainnya curiga bahwa mengontrak Pratama Arhan hanyalah strategi markerting untuk melebarkan pasar.

Namun, benarkah semua dugaan penggemar sepakbola Indonesia? Salah besar! Ternyata, Tokyo Verdy punya alasan khusus mengapa tidak kunjung memainkan Pratama Arhan.

Dalam sebuah video pendek di akun Youtube resmi Tokyo Verdy bertajuk "Diari Arhan Edpisode 1", klub yang bermarkas di Ajinomoto Stadium tersebut menjelaskan berbagai hal. Tokyo Verdy mau menggembleng potensi terbaik Pratama Arhan terlebih dulu sebelum memberi jam terbang yang layak.

"Arhan memang direkrut sebagai bek kiri. Tapi, kalau saya lihat dari cara bermain Arhan, sepertinya memiliki banyak potensi. Ternyata hal ini juga dirasakan pelatih kami (Hiroshi Jofuku)," kata Direktur olahraga Tokyo Verdy, Atsuhiko Ejiri.

Bersama PSIS Semarang maupun timnas Indonesia, Pratama Arhan memang bermain sebagai full back kiri. Itu karena dia memiliki kecepatan. Dia juga mempunyai kaki kiri yang kuat saat mengirim bola. Lemparannya juga langsung menembus kotak penalti.

Tapi, saat menjalani debut, Pratama Arhan justru beroperasi sebagai gelandang sayap kanan dalam skema 4-5-1. Hasilnya, dia hanya bermain 45 menit di babak pertama. Dirinya juga tidak terlalu banyak memberikan kontribusi positif. Bahkan, satu kartu kuning langsung didapat.

"Saya ingin mengembangkan seluruh potensi Arhan. Saat ini, Arhan sedang berada dalam proses pengembangan potensi diri. Apakah Arhan lebih baik di posisi bek kiri, penyerang, atau gelandang? Jadi, semuanya itu sudah dipikirkan baik-baik," tambah Atsuhiko Ejiri.

Tidak hanya itu, Atsuhiko Ejiri juga menjawab pertanyaan banyak penggemar Pratama Arhan terkait lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menjalani debut. Ternyata, hal itu memang disengaja demi menemukan potensi terbaik Pratama Arhan.

"Saya dulu pernah bilang ke Arhan jangan terburu-buru (tampil). Saya yakin, pemain asing pasti segera diminta debut. Tapi, di Tokyo Verdy, merekrut pemain baru tujuan utamanya lain. Kami melakukan pembinaan para pemain muda yang seumuran dengan Arhan," ungkap Atsuhiko Ejiri.



"Itulah yang selalu kami lakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir mereka di lapangan. Hal ini juga tertera pada program para pemain muda. Dengan banyaknya pengalaman bermain di berbagai posisi, kemampuan berpikir di lapangan akan berkembang. Akibatnya, kualitas bermain akan dapat berubah menjadi lebih baik," beber Atsuhiko Ejiri.

Lalu, apa komentar Pratama Arhan? Sang pemain tidak mempermasalahkan keputusan klub. Bahkan, dia mengaku merasakan perkembangan yang lebih baik.

"Saya sudah merasakan perkembangan pada diri saya. Contohnya, kualitas passing. Memang ada kesalahan passing. Tapi, menurut saya sudah ada perkembangan lainnya. Mental dan kepercayaan diri saya lebih meningkat lagi," kata pesepakbola berusia 20 tahun itu.