Berikut pernyataan mengharukan dari klub.
Kabar duka datang dari Inggris. Mantan bintang Crystal Palace, Andrejs Rubins, meninggal secara tragis di usianya yang baru 43 tahun.

Gelandang yang biasa bermain di sisi kiri itu sempat sangat booming karena gol menakjubkan yang dia ciptakan saat Crystal Palace melawan Liverpool di leg pertama semifinal Piala Liga 2000/2001. Gol itu salah satu yang paling indah di era Liga Premier.



Andrejs Rubins juga mewakili tim nasional Latvia sebanyak 117 kali - jumlah tertinggi kedua dalam sejarah negaranya. Di level klub, dia juga bermain untuk klub seperti Spartak Moscow dan Qarabag.

Tidak ada penyebab kematian pasti mengenai meninggalnya sang pemain. Namun, sebuah pernyataan dari Palace berbunyi: "Crystal Palace sangat sedih mengetahui bahwa mantan pemain Andrejs Rubins telah meninggal dunia pada usia 43 tahun.”



"Rubins bermain untuk klub sebanyak 37 kali antara 2000-2002, dan paling dikenal di kalangan pendukung untuk golnya yang mengesankan melawan Liverpool di Piala Liga 2000/2001.”

"Golnya yang lain dalam warna klub sama-sama luar biasa, diluncurkan dari jarak 30 yard melawan Leicester City – juga di Piala Liga. Gol tersebut membantu Palace mencapai semifinal kompetisi.”

Lebih lanjut Crystal Palace menerangkan perjalanan karier sang pemain.

"Rubins memulai kariernya di negara asalnya, Latvia, tetapi pertama kali melakukan terobosan dengan Sters IF di Swedia. Dia bergabung dengan Palace pada 2000 dari Skonto FC, dan berangkat ke Spartak Moscow pada Desember 2002.”

Gelandang itu kemudian melanjutkan kariernya di Eropa dan Azerbaijan sebelum akhirnya pensiun karena cedera pinggul pada 2013.

"Secara internasional, Rubins dianggap sebagai salah satu pemain Latvia terhebat yang pernah ada, mewakili negaranya 117 kali - terbanyak kedua dalam sejarah - selama 13 tahun.”

Mantan bintang Palace Clinton Morrison termasuk di antara mereka yang memberi penghormatan kepada Rubins setelah kematiannya dikonfirmasi.

"Berita yang menyedihkan. Bermain dengan Rubins - pemain bagus dan orang yang brilian,” kata Morrison.

Bagaimanapun juga kematian adalah sesuatu yang pasti. Selamat jalan Andrejs Rubins.