Ingat ya ini bukan hacker Bjorka.
Minggu-minggu ini nama Bjorka sempat viral. Hacker yang mempreteli kelemahan sistem keamanan digital Indonesia dan aksinya itu membuat heboh sosial media dan Bjorka seperti jadi pahlawan bagi netizen.

Omong-omong soal hackers, ada nama lainnya yang juga berhasil meretas sistem. Namun bukan data kependudukan atau sebagainya.

Nama hacker ini adalah  Daniel “Ghost” Martins, seorang hacker yang menemukan kelemahan keamanan di situs web Bayern Muenchen dan langsung melaporkannya ke pihak klub.

Namun alih-alih ditangkap dan diperkarakan, Martins justru mendapat hadiah secara cuma-cuma.  Ia mendapat hadiah dari Bayern Muenchen berupa jersey bertanda tangan Thomas Mueller.

Menurut laporan The Sun, Martins mendapat hadiah tersebut sebagai bentuk terima kasih Die Roten atas tindakannya yang jadi peringatan untuk Bayern agar bisa membenahi sistem.

Martins bercerita bahwa awalnya pihak klub tidak menggubris aksinya itu. Sampai kemudian ada seorang jurnalis yang membantunya menghubungi pihak klub sehingga masalah keamanan di web tersebut segera diperbaiki oleh pihak klub.

"Begitu saya menemukan kesalahan, segera, saat fajar, saya membuat laporan dan mengirimkannya kepada mereka. Mereka butuh beberapa saat untuk memperbaiki dan bahkan tidak menanggapi saya pada awalnya," kata Martins, dilansir Libero.id dan dikutip dari The Sun.



"Tetapi seorang jurnalis dari Globo (Daniel Mundim) melihat fakta ini dan membantu saya menghubungi mereka. Berhasil," lanjutnya.

Pria berusia 24 tahun itu senang karena bisa berkontribusi dengan caranya sendiri untuk Bayern Muenchen.

"Karena ini adalah tim yang sangat saya kagumi dan karena saya melakukan apa yang saya lakukan [meretas], saya memutuskan untuk menjelajahi situs tersebut untuk membantu tim," ungkapnya.

Terlepas dari hal tersebut, sejauh musim ini Bayern Muenchen masih belum menunjukkan performa yang konsisten di Bundesliga. Tim besutan Julian Nagelsmann tu gagal menang dalam 4 laga terkahir. Sebaliknya mereka selalu menang melawan klub-klub elite di Liga Champions, pertama atas Barcelona lalu Inter Milan.