Ada masalah apa, Kasper?
Harapan melihat Kasper Schmeichel menghadirkan prestasi membanggakan bersama OGC Nice di Ligue 1 2022/2023 tampaknya tidak terwujud. Justru, kiper asal Denmark itu jadi orang yang paling dimusuhi manajemen, pelatih, dan rekan-rekannya. Ada apa?

Kasper Schmeichel pernah dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Premier. Dia merupakan bagian dari salah satu generasi emas Leicester City, yang mengejutkan dunia dengan menjuarai kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut pada 2015/2016. Dia juga menjuarai Piala FA 2019/2020.

Berkat penampilan yang sangat bagus dan konsisten, Kasper Schmeichel menjadi rebutan banyak klub besar Inggris. Dia sempat diincar sebagai pengganti permanen Petr Cech di Arsenal. Dia juga pernah ditawari bergabung dengan mantan klub ayahnya, Manchester United.

Namun, semua rumor kepindahan Kasper Schmeichel tidak pernah terjadi. Justru, kejutan muncul pada musim panas 2022 saat dirinya memutuskan meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan OGC Nice di Ligue 1. Dia pergi setelah 11 tahun di King Power Stadium.

Di musim panas yang sama, beberapa pemain Liga Premier juga bergabung dengan Nice. Sebut saja Ross Barkley, Aaron Ramsey, dan Nicolas Pepe.

Kedatangan pemain-pemain itu diharapkan bisa membawa Nice bersaing dengan Paris Saint-Germain (PSG) untuk memperebutkan posisi puncak klasemen Ligue 1. Pengalaman, kualitas, dan profesionalisme yang dimiliki diharapkan menular ke pemain-pemain Nice lainnya.

Sayangnya hal itu tidak terwujud. Sebab, ini merupakan musim yang buruk untuk Nice. Mereka duduk di urutan 13 dengan hanya meraih tiga kemenangan dalam 10 pertandingan. Itu merupakan posisi yang sangat jauh dari harapan para petinggi klub, yang memberi target empat besar.

Selain itu, hari-harinya Kasper Schmeichel di Prancis tampaknya tinggal hitungan pekan setelah hanya membuat 10 penampilan di semua kompetisi musim ini.





Menurut RMC Sport, sejak Kasper Schmeichel tiba, hal yang tidak terduga terjadi. Penjaga gawang Denmark tersebut berubah jadi orang yang sangat disiplin menjadi pemalas. Dia mengalami peningkatan lemak tubuh yang sangat tinggi di tubuhnya.

Tidak hanya itu. Kasper Schmeichel juga membuat frustrasi rekan-rekan satu timnya. Dia sering datang terlambat pada sesi latihan dan tidak mematuhi jeda istirahat yang diamanatkan.

Bahkan, Kasper Schmeichel berani melaporkan pelatihnya, Lucien Favre, kepada pemilik klub, Jim Ratcliffe, gara-gara tidak dimainkan di laga pembuka musim.

Situasi itu telah membuat masa depan Kasper Schmeichel jadi bahan perdebatan. Klub dikabarkan berniat melepas sang pemain setelah Piala Dunia 2022. Mereka kecewa dengan ulah sang penjaga gawang yang tidak bisa menjaga profesionalisme yang dimiliki.

Kini, hanya waktu yang akan menentukan apakah Kasper Schmeichel akan tetap berada di Prancis atau tidak? Tapi, tanda-tanda awal musim menunjukkan klub tidak akan tahan dengan perilakunya.