Penggemar Lord Oezil pasti tahu apa yang dimaksud..
Aksi Jerman yang menutup mulut saat berpose sebelum pertandingan sebagai protes terhadap diskriminasi mendapatkan aksi tandingan dari pendukung dan penonton tuan rumah. Saat tim nasional Jerman berjumpa Spanyol, mereka datang ke stadion dengan membawa poster Mesut Oezil. Apa maksudnya?

Der Panzer masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022, meski bermain imbang 1-1 dengan La Furia Roja di Al Bayt Stadium, Doha, Senin (28/11/2022) dini hari WIB.

Yang menarik, orang-orang yang hadir di tribun, bukan hanya pendukung Jerman maupun Spanyol. Beberapa warga lokal Qatar juga hadir, meski tim nasionalnya tidak bertanding dan telah menjadi kontestan pertama yang tersingkir setelah dikalahkan Senegal.

Uniknya, para pendukung lokal ini datang ke stadion bukan untuk menyemangati Jerman maupun Spanyol. Mereka hadir di Al Bayt Stadium untuk menyindir aksi Der Panzer.

Sambil meniru pose tutup mulut, suporter ini membawa serta postur besar Mesut Oezil. Para penggemar tersebut bertujuan untuk menyoroti apa yang mereka anggap sebagai standar ganda dari protes Jerman dengan menyoroti komentar Mesut Oezil tentang perlakuannya.

Faktanya, empat tahun lalu, Mesut Oezil memutuskan pensiun dari sepakbola internasional. Mantan pemain Real Madrid dan Arsenal itu menyalahkan diskriminasi yang tidak adil atas pertemuannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.







Gambar Mesut Oezil dan Recep Tayyip Erdogan, plus kebijakan politik Turki yang dianggap kontroversial di Jerman, memicu masalah besar. Saat itu, Mesut Oezil menyebut tidak ingin bermain untuk tim nasional Jerman lagi karena "rasialisme dan rasa tidak hormat" yang dia rasakan akibat pertemuan itu.

"Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilihan. Ini tentang saya menghormati jabatan tertinggi di negara keluarga saya. Pekerjaan saya adalah pemain sepakbola, dan bukan politisi. Pertemuan kami bukanlah dukungan dari kebijakan apa pun," tulis Mesut Oezil saat itu. 

"Tapi, perlakuan yang saya terima dari DFB (Asosiasi Sepakbola Jerman) dan banyak orang (Jerman) lainnya membuat saya tidak mau lagi mengenakan seragam timnas ini. Saya merasa tidak diinginkan lagi. Saya berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional pada 2009 telah dilupakan," tulis Mesut Oezil.

Jadi, apakah protes para pemain Jerman terkait diskriminasi Qatar terhadap kelompok LGBT tepat jika berkaca dari kasus Mesut Oezil? Sepertinya tidak.