Sudah kalah dari Maroko masih saja merasa hebat..
Mantan kapten timnas Belgia, Vincent Kompany, masih percaya diri negaranya bisa menjadi juara Piala Dunia 2022, meski menelan kekalahan dari Maroko. Legenda Manchester City merasa masih ada pertandingan terakhir yang bisa dimenangkan The Reds Devils, yang bisa berujung tiket babak 16 besar.

Kekalahan atas Maroko dan kemenangan Kroasia membuat persaingan di klasemen sementara Grup F ketat. Kroasia di posisi puncak dengan 4 poin, diikuti Maroko (4 poin), dan Belgia (3 poin).

Dengan pertandingan terakhir yang bakal dimainkan dengan Belgia berjumpa Kroasia dan Maroko melawan Kanada, segala peluang masih terbuka. The Red Devils akan lolos jika menfalahkan Kroasia. Jika imbang, akan tergantung hasil Maroko dan Kanada.

Sebagai mantan pemain, Vincent Kompany mendukung negaranya. Meski sadar ini tidak akan mudah, eks kapten Man City itu percaya Belgia dapat melewati rintangan sulit di depan mata. Bahkan, dia sangat yakin timnya akan bisa melangkah sangat jauh di Piala Dunia 2022.

"Siapa yang saya kira bakal juara? Saya harap Belgia, negara saya sendiri. Sudah pasti itu," ucap Vincent Kompany, dilansir The Guardian.

Piala Dunia 2022 bisa disebut sebagai kesempatan terakhir generasi emas Belgia membuktikan diri. "Kami nomor satu di dunia (peringkat FIFA) selama enam atau tujuh tahun, konsistensinya ada di sana. Tapi, ini turnamen dan ada hasil imbang serta apa pun bisa terjadi," kata Vincent Kompany.

"Lihat apa yang terjadi pada 2018. Kami berada di babak penyisihan grup dan kami melawan Inggris di pertandingan terakhir, dan kami tahu tim yang kami hadapi. Jalan yang lebih mudah ke final. Jadi, apa yang kita lakukan? Tentu saja, kami memenangkan pertandingan ini dan tiba-tiba, kami harus melewati Jepang, Brasil, dan Prancis," tambah Vincent Kompany.





Vincent Kompany mengatakan, finish ketiga di Piala Dunia terakhir masih merupakan hasil yang fantastis untuk Belgia. Jadi, dia merasa para pemain akan bersemangat tahun ini.

"Piala Dunia tidak seperti yang lain. Anda harus mencapai puncak pada waktu yang tepat. Kami berada di puncak kami pada 2018 melawan Brasil di perempat final dan kami harus melakukannya, karena mereka sangat bagus. Dan, kemudian semifinal melawan Prancis adalah down to set piece. Hugo Lloris melakukan penyelamatan hebat dari Toby Alderweireld, dan mereka mencetak gol di tiang dekat dari tendangan sudut," ungkap Vincent Kompany.

"Saya suka berpartisipasi di Piala Dunia dan turnamen seperti itu. Saya menyukainya. Tapi, saya tidak pernah menarik kesimpulan dari mereka. Tidak ada gunanya. Tim terbaik di dunia (jarang) memenangkan Piala Dunia," pungkas Vincent Kompany.