Tujuan utama sepakbola adalah menang. Setuju?
Kekuatan tim nasional Maroko di Piala Dunia 2022 dianggap banyak orang tidak sebanding melawan juara bertahan Prancis. Jadi, The Atlas Lions disarankan memilih taktik yang tepat untuk bisa mengejutkan Les Bleus. Bertahan, parkir bus, atau menyerang? Ini analisisnya.

Maroko bertemu Prancis di Al Bayt Stadium, Al Khor, Kamis (15/12/2022) dini hari WIB. Pemenang pertandingan sudah ditunggu Argentina di Lusail Iconic Stadium, Doha, Senin (19/12/2022) dini hari WIB.

Keberhasilan Maroko menantang Prancis sangat mengejutkan. Di luar dugaan banyak orang, mereka mampu menyingkirkan Belgia, Spanyol, hingga Portugal. Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mampu menembus babak empat besar Piala Dunia.

Hanya saja, sukses Achraf Hakimi dkk tak lepas dari cibiran. Mereka dituduh menghalalkan segala cara, khususnya menampilkan sepakbola negatif.

Faktanya, Maroko akan bermain 11 pemain di pertahanan sendiri. Kemudian, setelah berhasil mencuri gol, mereka akan bertahan total. Bahkan, ada kecenderungan The Atlas Lions berusaha mencari adu penalti dan berharap kemurahan dewi fortuna.

Menurut Walid Regragui, Maroko tidak mau pusing dengan tudingan memuja sepakbola negatif. Pelatih Maroko kelahiran Prancis itu menyebut semua tim berhak memainkan sepakbola dengan gaya masing-masing. Sebab, yang paling penting mencapai kemehnangan.

Walid Regragui menilai sentimen yang dialamatkan kepada timnya tidak masuk akal. Dia memberi contoh Prancis juga cenderung bermain bertahan saat mengalahkan Inggris 2-1 di perempat final.

"Tim kami akan bermain dengan cara kami. Penguasaan bola hanya membuatmu bermimpi. Bagaimana mungkin, 70 persen penguasaan bola hanya untuk dua kali menembak ke gawang?" ujar Walid Regragui salam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, dilansir situs resmi FIFA. 

"Semuanya bermain untuk menang, bukan untuk menguasai bola dan berlama-lama. Jika kami bisa melakukannya, tidak apa-apa. Tapi, kita akan lihat nanti. Kami akan berupaya melakukan segala cara agar tidak kalah. Tapi, rasanya kami tidak akan diberi penguasaan bola," tambah Walid Regragui.



Walid Regragui juga menyebut untuk membuat sebuah tim menyerang dengan atraktif, dibutuhkan pemain-pemain berkualitas. Dan, dirinya sadar pemain Maroko tidak sehebat Manchester City.

"Lihatlah Manchester City. Mereka tampil dengan 70 persen penguasaan bola. Tapi, kalian lihat sendiri seperti apa para pemain mereka. Dengan kehadiran Kevin de Bruyne dan Bernardo Silva, sudah pasti kalian bisa menguasai bola," ujar Walid Regragui.

"Mari kita membahas tiki-taka jika kita memang punya pemain yang bisa melakukannya. Saya tahu banyak orang Eropa yang mengkritisi gaya bermain kami. Tapi, kami harus menang demi Afrika. Demi negara-negara yang sedang berkembang," tambah Walid Regragui.

Bagi Walid Regragui, bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik bukan hal yang penting diperdebatkan.

"Gaya main sepakbola tidak hanya satu. Ini beragam. Lihatlah Prancis saat melawan Inggris. Mereka tak banyak menguasai bola, tapi menang. Mereka yang terbaik. Prancis di Piala Dunia 2018 membuat saya bermimpi. Didier Deschamps adalah yang terbaik di dunia," pungkas Walid Regragui.