Semakin banyak orang baik gabung PSSI, semakin bagus..
Setelah disingkirkan dari kursi Sekretaris Jenderal PSSI maupun Wakil Presiden AFF oleh Mochamad Iriawan, Ratu Tisha Destria akhirnya turun gunung. Wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985, itu mendaftarkan diri untuk posisi Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 2023.

Layaknya Erick Thohir yang melamar menjadi Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria juga sosok yang ditunggu penggemar sepakbola Indonesia. Pengalaman dan kemampuan dalam birokrasi olahraga menjadikan Sekjen PSSI wanita pertama itu primadona untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.

Meski memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ratu Tisha Destria justru lebih tertarik berkecimpung di sepakbola.

Tidak tanggung-tanggung dia mengikuti sebuah program pendidikan manajemen olahraga yang disponsosri FIFA dengan tajuk FIFA Masters. Dari 6.400 pendaftar, hanya 28 orang yang diterima, termasuk Ratu Tisha Destria.

Berbekal ilmu dari FIFA, Ratu Tisha Destria melanjutkan perannya dengan menjadi Direktur Kompetisi di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Itu adalah kompetisi tidak resmi ketika Indonesia berada dalam sanksi FIFA.

Keberhasilan di ISC itulah yang membuat Ratu Tisha Destria kemudian ditunjuk menjadi Sekjen PSSI periode 2017-2020.

Namun, Ratu Tisha Destria mengundurkan diri sebagai sekjen PSSI pada 13 April 2020. Sebelumnya, di terpilih sebagai Wakil Presiden AFF hingga digantikan Maaike Ira Puspita pada November 2022. Rumornya, ada masalah dengan Iwan Bule.

Ketika PSSI memutuskan penggelar KLB 2023 pada 16 Februari 2023, akibat musibah di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022, Ratu Tisha Destria akhirnya turun gunung.

Minggu (15/1/2023), atau beberapa jam setelah Erick Thohir, Ratu Tisha Destria menyambangi markas PSSI di GBK Arena, Jakarta, untuk mendaftarkan dirinya sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI. Dia menjadi orang pertama yang mendaftar di posisi itu.

Lalu, apa alasan Ratu Tisha Destria bersedia kembali ke PSSI? "Kita ini kadang-kadang tidak bisa mencari alasan kenapa cinta sesuatu. Mungkin kalau ada yang punya kekasih tidak bisa menjelaskan alasannya," kata Ratu Tisha Destria kepada awak media yang menantinya.

"Itulah sama seperti saya. Dengan aral melintang, saya tidak bisa mendeskripsikan. Ini hanya bisa dideskripsikan sebagai aksi nyata. Saya berharap ini adalah wadah yang bisa saya deskripsikan rasa cinta saya bagi sepakbola dan Indonesia," tambah wanita asal Banten itu.



Ratu Tisha Destria mengaku sepakbola bola bukan hal baru bagi dirinya. Dia juga menyebut mengelola sepakbola adalah pengabdian.

"Alhamdulillah, hari ini saya memberikan formulir kesediaan saya menjadi Waketum PSSI selanjutnya. Mohon dukungan. Hari ini saya datang bersama Asprov Banten, Perserang Serang, Persekat Tegal, Sulut United, dan Asprov Maluku. Ini adalah hal yang 20 tahun sudah saya tekuni," kata Ratu Tisha Destria.

"Bagi saya, sepakbola adalah pengabdian. Saya telah memutuskan mengabdi untuk bidang yang saya cintai, yaitu sepakbola," pungkas Ratu Tisha Destria.