Fans I Nerazzurri merindukan Lukaku yang dulu.
Inter Milan menghadapi FC Porto pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (23/2/2023) dini hari WIB. Romelu Lukaku jadi pemain I Nerazzurri yang dicari suporter. Ketajaman striker Belgia itu ditunggu setelah pada akhir pekan lalu di Serie A mencetak gol penalti melawan Udinese

Manajemen I Nerazzurri mengontrak kembali Romelu Lukaku pada musim panas 2022 dengan status pinjaman dari Chelsea selama satu musim. Mereka berharap nostalgia.

Sayang, harapan itu tidak benar-benar terwujud musim ini. Romelu Lukaku lebih banyak berkutat dengan cedera. Dia absen di banyak pertandingan dan produktivitasnya menurun drastis. Catatan menunjukkan, dia hanya main 11 kali di Serie A dengan 2 gol. Itu jauh dari 24 dan 23 gol di musim-musim sebelumnya.

Untuk Liga Champions, Romelu Lukaku baru bermain satu kali. Untungnya, langsung mencetak gol.

Performa yang menurun drastis membuat Inter Milan kebanjiran pertanyaan. Pasalnya, pada musim panas yang sama, mereka sebenarnya memiliki peluang mendatangkan Paulo Dybala dari Juventus dengan gratis dan kontrak permanen. Tapi, pilihannya justru Romelu Lukaku, sehingga La Joya memilih AS Roma.

Melihat hasil di lapangan, posisi Inter Milan memang lebih baik dari AS Roma di klasemen Serie A. Tapi, soal catatan individual, Paulo Dybala lebih bagus. Kedua pemain juga sama-sama sibuk dengan cedera.

Jadi, pada musim panas 2022, Inter Milan harus memutuskan siapa penyerang yang tepat untuk kondisi lini serang yang sudah beragam. Pasalnya, Simone Inzaghi sudah memiliki Lautaro Martinez, Edin Dzeko, dan Joaquin Correa. Simone Inzaghi dan dewan klub bertemu untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Hasilnya, Romelu Lukaku yang dibutuhkan.

Dia adalah pemain No.9 yang tepat, yang diharapkan bisa mengulangi penampilan luar biasa saat membawa klub memenangkan Scudetto 2020/2021.

Sayang, banyak hal yang tidak berhasil untuk Romelu Lukaku. Striker Belgia itu terpaksa menonton rekan satu timnya dari bangku cadangan untuk sebagian besar pertandingan karena beberapa cedera otot yang dimulai pada September 2022.

Di sisi lain, Inter Milan mengatasi ketidakhadiran Romelu Lukaku dengan Lautaro Martinez dan Edin Dzeko. Keduanya mencetak beberapa gol krusial.



Pada saat bersamaan, Paulo Dybala tampil fantastis di AS Roma. Pemain Argentina itu merupakan sosok kunci klub, yang telah mencetak 11 gol dalam 21 pertandingan sejauh ini. Dia adalah pemain penting untuk klub, yang memaksa Jose Mourinho mengubah cara bermain di musim lalu. Itu menyebabkan Nicolo Zaniolo tidak memiliki ruang lagi di tim dan dijual ke Galatasaray.



Selalu sulit untuk membuat perbandingan tentang dua pemain yang berbeda. Itu karena Romelu Lukaku adalah penyerang tengah dan Paulo Dybala merupakan gelandang serang yang bisa bermain sebagai penyerang.

Tapi, cukup masuk akal untuk menyatakan bahwa Inter Milan melakukan kesalahan dengan tidak mengontrak Paulo Dybala. Sebab, dia juga bisa bermain dengan rekan setimnya di tim nasional Argentina, Lautaro Martinez. Apalagi, bakat dan visi bermain Paulo Dybala adalah hal yang hilang dari Inter Milan musim ini. 

Jadi, layak dinantikan apakah Romelu Lukaku akan bisa membantu Inter Milan mengalahkan FC Porto di Liga Champions atau tidak.