Tidak belajar dari yang sudah-sudah. Hadeh..
Akhir-akhir ini stadion di Indonesia sering dipakai untuk urusan diluar sepakbola. Belum lama kita melihat bagaimana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang merupakan salah satu vanue penting Piala Dunia U-20 2023, dijadikan tempat konser besar-besaran untuk penyanyi terkenal Indonesia, Raisa, lalu disambung dengan girlband asal Korea Selatan, Blackpink.

Kali ini hal yang sama juga terulang di stadion yang lain, stadion yang juga akan menjadi tempat digelarnya pertandingan Timnas Indonesia.

Sebelum tim besutan Shin Tae-yong menjajal rumput Stadion Patriot Candrabhaga, ribuan orang lebih dulu hadir di stadion tersebut, berbondong-bondong menyaksikan konser musik dalam rangka memperingati hari jadi ke-26 Kota Bekasi.

Tak tanggung-tanggung, acara yang digelar pada Minggu (19/3) kemarin itu dimeriahkan oleh sejumlah band papan atas dan penyanyi solo ternama seperti Ungu, Armada, Vierratale, Pinkan Mambo, Nisa Sabyan  Trisuaka, Juwita Bahar dan lainnya.

Padahal kurang dari sepakan lagi, tepatnya pada 25 Maret mendatang stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu akan digunakan untuk laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Burundi. Lalu selang tiga hari kemudian laga kedua melawan tim yang sama akan berlangsung di tempat yang sama.

Hal ini menunjukkan kurangnya komunikasi antar pihak-pihak terkait. Seharusnya kalau memang penggunaan stadion sudah jauh-jauh hari di pesan untuk konser musik, PSSI bisa mencari alternatif stadion lain yang bukan kurang banyaknya di Indonesia.



Misalnya Jakarta Internasional Stadium (JIS), atau sesekali di luar pulau Jawa seperti Stadion Batakan Balikpapan, Stadion Papua Bangkit, dan lainnya.

Sehingga tidak ada lagi komentar yang mempertanyakan tentang kondisi rumput stadion dan sebagainya.