PSM memang layak dan pantas juara. Selamat!
Penantian panjang PSM Makassar untuk mengangkat gelar juara Liga Indonesia berakhir. Setelah berjaya pada 1999/2000, Juku Eja mengakhiri paceklik itu musim ini. Kepastiannya didapat dengan kemenngan 3-1 atas Madura United di Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (31/3/2023) malam.

Luar biasa penampilan PSM Makassar musim ini. Meski mendapat saingan berat dari Persija Jakarta dan Persib Bandung, pasukan Bernardo Tavares tetap tenang. Mereka sukses menjauh dan akhirnya menggelar pesta juara.

Ini adalah penantian yang sangat panjang. Sebab, sebelum mencatatkan gelar Liga 1 2022/2023, PSM Makassar sempat menjadi salah satu kontestan yang meramaikan persaingan papan atas pada 2017 dengan menempati peringkat ketiga dan menjadi runner-up pada 2018.

Pada 2017 contohnya, PSM Makassar kalah bersaing dengan Bhayangkara FC dan Bali United. Kedua tim teratas ini sama-sama mengumpulkan 68 poin dari 34 pertandingan. The Guardian juara dengan keputusan kontroversial terkait tim lain. Sementara Juku Eja hanya terpaut tiga poin dari dua tim teratas.

Lalu, pada 2018, PSM Makassar harus kalah dari Persija Jakarta yang keluar sebagai pemenang. Ketika itu, persaingan antara kedua kubu memang cukup sengit. Terbukti, di akhir musim, Juku Eja hanya tertinggal satu poin dari Macan Kemayoran.

Sayang, performa impresif ini justru mengalami penurunan selama dua musim terakhir. Pada 2019, PSM Makassar ada di posisi 12 dan pada 2021/2022 finish di posisi 14.



Meski jeblok, PSM masih sempat meraih kesuksesan di Piala Indonesia 2018. Gelar juara ini diraih Wiljan Pluim dkk seusai menumbangkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 (0-1, 2-0). Ini menjadi gelar Piala Indonesia pertama yang sukses didapatkan PSM sepanjang sejarah.

PSM Makassar juga tampil sangat bagus di Piala AFC 2022/2023. Mereka berhasil mencapai final Zona ASEAN sebalum dikalahkan Kuala Lumpur City. Itu prestasi yang sedikit lebih baik dari Piala AFC 2019 ketika terhenti di semifinal Zona ASEAN.

Jadi, selamat untuk PSM Makassar. Penantian menjadi juara Liga Indonesia untuk kali kedua sepanjang sejarah terwujud. Jika digabung dengan piala yang didapatkan pada era Perserikatan, Juku Eja akan memiliki total tujuh gelar. Sebab, di era Perserikatan, mereka punya lima gelar.