Main bola jadi rawan bencana eii..
FIFA tentunya tidak main asal mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20 dari Indonesia. Berbagai pertimbangan dijadikan acuan. Dalam surat resmi yang dirilis FIFA menyebut akan tetap membantu transformasi sepak bola Indonesia dengan merujuk Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan nyawa.

Faktor keamanan itulah yang disinyalir kuat menjadi salah satu alasan FIFA.

Dan laga pekan ke-32 BRI Liga 1 2022/23 yang mempertemukan antara PSIS Semarang vs PSS Sleman secara tak langsung membenarkan asumsi tersebut.

Bermain di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/3) malam WIB, saat  babak pertama berakhir alias dalam jeda istirahat dua kelompok suporter dari dua kesebelasan kedapatan sempat turun dari dari tribun dan memasuki lapangan dan saling lempar pun terjadi.

Kelompok suporter PSIS Semarang menempati tribune utara stadion, sementara pendukung PSS Sleman berada di tribune timur.




Sampai-sampai dalam video yang beredar terlihat ambulans yang disiagakan di sisi lapangan berlalu-lalang untuk mengangkut suporter terluka akibat kericuhan itu. Sementara itu panitia pelaksana menggunakan pengeras suara meminta kelompok suporter kedua kesebelasan untuk menahan diri.

Untunglah kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Kondisi bisa berangsur normal sehingga pertandingan dapat dilanjutkan kembali.

Sepertinya insan sepak bola Indonesia tak pernah benar-benar serius belajar.

Terlepas dari itu lag pekan ke-32 tu sendiri berkesudahan dengan skor 5-2 untuk kemenangan PSIS Semarang. Dengan hasil ini Laskar Mahesa Jenar berada di peringkat ke-13 dengan catatan 38 point sementara Laskar Super Elja berada di peringkat ke-17 dengan catatan 31 poin.