Asia Tenggara tertinggal dari Asia Timur dan Timur Tengah.
Setelah Piala Asia 2007, Asia Tenggara kembali diwakili empat timnas di Piala Asia 2023. Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam akan tampil dari jalur kualifikasi, bukan tuan rumah seperti 16 tahun lalu. Jadi, layak ditunggu sampai ke mana tim-tim ASEAN bisa melangkah.

Piala Asia adalah turnamen sepakbola paling bergengsi di kawasan. Tapi, kompetisi ini selalu didominasi tim-tim Timur Tengah dan Asia Timur. Buktinya, dua kawasan itu sudah menghasilkan delapan negara pemenang Piala Asia. Satu negara lainnya Australia.

Catatan menunjukkan, Jepang menjadi kolektor Piala Asia terbanyak dengan empat kali kemenangan di final. Lalu, Iran dan Arab Suadi memiliki tiga gelar Piala Asia. Ada juga Korea Selatan dengan dua Piala Asia.

Sementara Israel, Kuwait, Irak, dan Qatar, menghasilkan masing-masing satu kemenangan di final Piala Asia. Khusus Israel, sebelum diusir dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) oleh negara-negara Arab dan Muslim, mereka memang bermain di Piala Asia.

Prestasi gemilang pada masa lalu

Pertanyaanya, bagaimana dengan sub konfederasi lainnya seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, dan mantannya Uni Soviet? Semuanya hanya jadi penggembira saat Piala Asia diselenggarakan.

Contohnya, tim-tim dari Asia Tenggara. Negara-negara yang tergabung dalam Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) masih belum bisa berprestasi di Piala Asia. Yang bisa mereka lakukan hanya sebatas bermain bagus, merepotkan tim besar, dan sedikit mengejutkan.

Pada Piala Asia 1958 dan Piala Asia 1960 misalnya, Vietnam Selatan berhasil mencapai semifinal Piala Asia. Hal yang sama dilakukan Republik Khmer (Kamboja) pada Piala Asia 1972. Pada momen yang sama dengan kejutan Kamboja, Thailand berhasil menempati peringkat 3 Piala Asia 1972

Pencapaian terbaik terbaik negara Asia Tenggara di Piala Asia ternyata dilakukan Burma (Myanmar). Pada Piala Asia 1968, mereka menjadi runner-up. Mereka dikalahkan Iran, yang menjadi tuan rumah turnamen.

Hanya saja, Piala Asia 1968 diikuti lima tim karena boikot yang dilakukan banyak negara Arab dan Muslim karena keberadaan Israel. Jadi, saat itu, Piala Asia hanya diikuti lima negera (Iran, Hong Kong, Israel, Taiwan, Myanmar). Iran tidak memboikot karena itu sebelum Revolusi Islam Iran.

Di era milenium, pencapain terbaik wakil Asia Tenggara tercipta pada Piala Asia 2007 saat diselenggarakan di empat negaa ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. The Golden Star berhasil lolos ke perempat final setelah menjadi runner-up Grup B dengan empat poin.



Timnas Indonesia hanya sebatas kejutan

Lalu, bagaimana dengan sepak terjang Indonesia? Timnas Garuda pertama kali ambil bagian pada Piala Asia 1996. Jika ditotal, tim asuhan PSSI itu telah berkompetisi pada luma putaran final. Selain Piala Asia 1996, Piala Asia 2007, dan Piala Asia 2023, Indonesia ikut Piala Asia 2000 serta Piala Asia 2004.

Hasilnya, biasa-biasa saja. Pasalnya, pasukan Merah-Putih baru mempu membuat kejutan singkat dengan merepotkan tim-tim yang dianggap punya potensi juara.

Sebut saja pada Piala Asia 1996 di Uni Emirat Arab (UEA). Ketika itu, gol salto Widodo Cahyono Putro dan sepakan voli Ronny Wabia dari luar kotak penalti memaksa Kuwait berbagi gol 2-2.

Ada lagi pada Piala Asia 2004. Ketika itu, Budi Sudarsono dkk berhasil meraih kemenangan perdana di Piala Asia dengan mengalahkan Qatar 2-1. Uniknya, Qatar ketika itu ditangani Philippe Troussier. Pelatih asal Prancis itu sekarang menukangi Vietnam dan bakal jumpa Indonesia di Piala Asia 2023.

Selain Piala Asia 2004, kemenangan juga dihasilkan Indonesia pada Piala Asia 2007. Saat itu, Bambang Pamungkas dkk mengalahkan Bahrain 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Jadi, layak ditunggu kiprah Indonesia di Piala Asia 2023. Apakah Shin Tae-yong bisa mencetak sejarah baru membawa Indonesia lolos ke fase knock-out atau tidak. Sebab, dengan 24 peserta dan 6 grup, maka akan ada juara, runner-up, plus 4 peringkat 3 terbaik yang menuju babak 16 besar.