Lah berarti kemarin kabar hoax dong.
Polemik Jakarta International Stadium (JIS) yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan melebar menjadi perdebatan politik.

Mulanya persoalan tersebut dipicu adanya keinginan pemerintah untuk menjadikan JIS sebagai salah satu tempat penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Jakarta.

Namun belakangan yang terjadi, saat PSSI dan Pemerintah berencana melakukan renovasi pintu akses dan rumput stadion berujung pada 'perang buzzer' hingga akhirnya menyeret Buro Happold yang merupakan perusahaan jasa desain dan konsultan.

Nama Buro Happold disebut-sebut oleh Juru Bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra. Dalam keterangan tertulisnya kepada media beberapa waktu lalu, Surya menyatakan menyenggol nama perusahaan asal Inggris tersebut.



Surya menjelaskan bahwa pembangunan JIS sepenuhnya dilakukan tenaga kerja anak bangsa dengan dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris. Karena itu desain JIS tentu mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium.

Mengenai fasilitas parkir yang menjadi catatan JIS, Surya menegaskan bahwa FIFA stadium guideline tidak menyebut batas minimal parkir yang harus disediakan. Arahan umumnya adalah penggunaan transportasi publik dan modal split.

"JIS sendiri saat ini memiliki 1.200 parkir yang diprioritaskan untuk tim, penonton dengan disabilitas, VVIP dan undangan khusus. JIS juga didukung kantong parkir yang berada di area sekitar, seperti RS Sulianto Saroso, Kemayoran dan Ancol,” kata Surya.

Menurut Surya, pemerintah perlu segera berhenti melakukan politisasi terhadap JIS. Ia menegaskan sikap politisasi JIS tidak hanya bertentangan dengan akal sehat, tetapi juga potensi penghamburan keuangan negara. 

"Jangan sampai hanya karena syahwat kekuasaan yang berlebihan, kita merusak demokrasi dan terutama mendiskreditkan karya anak bangsa sendiri," tulis Surya.

Belakangan, pihak Buro Happold mengklarifikasi kabar yang beredar di media mengenai keterlibatannya dalam proyek JIS.

Buro Happold menyatakan tidak diminta untuk mendesain stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu.

"Buro Happold tidak diminta untuk mendesain stadion JIS dan tidak pernah pula mendesain stadion ini. Lebih lanjut, perusahaan juga tidak terlibat dalam pekerjaan konstruksi apapun yang dilakukan kemudian," tulisnya dalam keterangan yang diterima pada Minggu (9/7/2023).

Dalam keterangan resminya, Buro Happold menjelaskan jika pihak Jakarta Konsultindo (Jakkon) hanya meminta untuk membuat panduan desain (design guidelines) serta memberikan jasa konsultasi, mulai Desember 2018 hingga Maret 2019. 

"Lingkup pekerjaan mencakup persiapan untuk pembuatan panduan desain (preparation of concept design guide), penilaian untuk soal teknis dan komersial (technical and commercial assessment), konsep rencana induk untuk area di sekitar stadion (concept masterplan for the surrounding area), serta peta jalan implementasi proyek (implementation roadmap)," tulis keterangan tersebut. 

Masih dalam keterangan surat klarifikasi tersebut, pihak Buro menuliskan perusahaan tersebut hanya memastikan desain seluruh aspek memenuhi standar FIFA.

"Selama masa pembuatan panduan itu, perusahaan memastikan agar desain seluruh aspek yang berkaitan dengan standar FIFA terpenuhi," ujarnya.