Duitnya tanpa batas. Sampai 10 klub di seluruh dunia dia beli. Siap masuk Malaysia.
City Football Group adalah perusahaan induk yang mengelola klub sepakbola profesional di Eropa, Amerika, dan Asia. Grup ini dimiliki oleh tiga lembaga, yaitu Abu Dhabi United Group (78%), Media Capital atau CITIC Capital (12%), serta Silver Lake (10%).

Bermarkas di London, City Football Group didirikan oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dan Khaldoon Al Mubarak pada 2014. Pada 2018, grup ini memiliki total aset 804,147 juta pounds dengan pemasukan mencapai 584,791 juta pounds, serta mempunyai 1.047 pegawai di seluruh dunia.

Sebagai grup bisnis sepakbola, City Football Group memiliki banyak klub profesional yang membentang dari Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Spanyol, Uruguay, China, Belgia, Prancis, dan Inggris. Di masa depan, mereka siap berinvestasi di Afrika Selatan, Bolivia, Ekuador, Rusia, hingga Malaysia.

Dengan klub yang saat ini dimiliki, City Football Group tercatat sebagai konsorsium pemilik tim sepakbola terbesar di bumi. Dan, berikut ini 10 klub yang menjadi naungan mereka:


1. Manchester City (100%)



Abu Dhabi United Group didirikan pada musim panas 2008, saat Sheikh Mansour akan mengambil alih Manchester City dari mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Grup itu sengaja didirikan untuk memfasilitasi pembelian The Citizens.

Setelah pengambilalihan tersebut, Man City meluncurkan perombakan total semua departemen dan berniat untuk naik ke puncak secepat mungkin. Man City menghabiskan banyak uang untuk gonta-ganti pelatih, membeli banyak pemain bintang, serta merombak akademi.

Di bawah kepemimpinan Sheikh Mansour, Man City telah mengangkat Piala FA (2010/2011, 2018/2019), Liga Premier (2011/2012, 2013/2014, 2017/2018, 2018/2019), Community Shield (2012, 2018, 2019), Piala Liga (2013/2014, 2015/2016, 2017/2018, 2018/2019, 2019/2020). Hanya Liga Champions atau Liga Eropa yang belum.


2. Melbourne City (100%)

Kepemilikan grup atas klub ini diumumkan pada 23 Januari 2014. Saat itu, Man City telah mengakuisisi Melbourne Heart dengan USD12 juta. Setelah beberapa hari pembicaraan di Melbourne dan Sydney, City Football Group menyelesaikan kesepakatan yang membuat mereka memiliki 80% saham klub Australia itu.

City Football Group membeli 20% lainnya yang dipegang oleh konsorsium pengusaha yang bersekutu dengan klub Liga Rugby Australia, Melbourne Storm. Pengambilalihan saham klub A-League itu terjadi hanya beberapa hari setelah aplikasi untuk merek dagang "Melbourne City Football Club" diajukan pada 16 Januari 2014.

Pemegang saham minoritas Melbourne Heart juga mendaftarkan nama bisnis "Melbourne City FC" pada Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) dan membeli nama domain "MelbourneCityFC.com.au". Pada Agustus 2015, City Football Group membeli konsorsium olahraga untuk memperoleh 100% kepemilikan klub.


3. Montevideo City Torque (100%)



Pada 5 April 2017, City Football Group mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Club Atletico Torque. Itu merupakan klub sepakbola di Montevideo yang saat itu bermain di Segunda Division (Divisi II).

Pada 22 Januari 2020 diumumkan bahwa Club Atletico Torque telah mengubah nama klub menjadi Montevideo City Torque, dengan perubahan yang menyertai logo tim. Nama dan logo baru dipilih untuk mencerminkan hubungan mereka dengan Manchester City dan klub lain dari City Football Group.

Pada saat yang sama diumumkan bahwa klub akan mulai mengerjakan pembangunan akademi baru dan kompleks administrasi, yang dimaksudkan untuk menjadi salah satu pusat akademi paling maju di Amerika Selatan. Pada 2018, klub itu promosi di Primera Division sebelum terdegradasi pada 2019 dan kembali lagi pada 2020.


4. Lommel SK (99%)

City Football Group diumumkan sebagai pemegang saham mayoritas Lommel SK pada 11 Mei 2020. Lommel adalah klub sepakbola profesional yang berbasis di Belgia dan berkompetisi di Belgian First Division B (Divisi II). Seperti klub-klub lainnya, rancana untuk mengganti nama, logo, dan warga klub sudah ada di kepala para petinggi City Football Group.


5. New York City (80%)

Ketika Ferran Soriano ditunjuk sebagai CEO Manchester City pada Agustus 2012, Don Garber menghubungi dirinya untuk membicarakan New York City Football Club. Itu menjadi diskusi kedua setelah sebelumnya dalam kapasitas sebagai Wakil Presiden Barcelona.

Pada Desember 2012, muncul rumor Manchester City sebagai pemilik baru dari tim MLS ke-20 dengan merek dagang "New York City FC". Lalu, pada 21 Mei 2015  New York City secara resmi diumumkan sebagai franchise MLS ke-20 dengan mantan pemain Man City, Claudio Reyna, menjabat sebagai Direktur Sepakbola. Lalu, pada 2016, pelatih Akademi Man City, Patrick Vieira, pindah ke Amerika Serikat untuk mengelola New York City.

Dalam struktur kepemilikan saham New York City, City Football Group menguasai 80%. Sementara 20% sisanya dikuasai Yankee Global Enterprises. Itu adalah perusahaan induk klub baseball, New York Yankees.


6. Mumbai City (65%)



City Football Group diumumkan sebagai pemegang saham mayoritas Mumbai City pada  28 November 2019 setelah mengakuisisi 65% saham klub. Sementara sisanya menjadi milik Ranbir Kapoor & Bimal Parekh dengan 35%.

Mumbai City adalah klub sepakbola profesional yang berbasis di Mumbai dan berkompetisi di Liga Super India (ISL). Awalnya, itu adalah kompetisi sempalan I-League yang secara hukum tidak diakui FIFA dan AFC saat dibentuk pada 2013. Tapi, pada 2017 setelah melalui negosiasi dan lobi, ISL akhirnya menjadi kompetisi kasta tertinggi di India setelah memasukkan dua klub elite, East Bengal dan Mogun Bagan.


7. Girona (44,3%)

Pada 23 Agustus 2017, diumumkan bahwa City Football Group telah mengakuisisi 44,3% klub La Liga, Girona. Sementara 44,3% lainnya dipegang oleh Girona Football Group, dipimpin oleh Pere Guardiola, yang merupakan saudara kandung Pep Guardiola.

Pengambilalihan itu berjalan mulus karena Girona sebelumnya telah dipinjamkan sejumlah pemain oleh Man City ketika berada di Segunda Division. Selanjutnya, City Football Group juga menguasai Girona B serta Girona Femeni.


8. Sichuan Jiuniu (29,7%)

City Football Group menguasai 29,7% saham Sichuan Jiuniu pada 20 Februari 2019. Sementara China Sports Capital menjadi penguasa dengan 54% dan UBtech Robotics berstatus pemilik minoritas dengan 18%. Saat ini, klub yang berbasis di Chengdu, Sichuan, itu masih berkutat di China League Two atau kompetisi di bawah China Super League (CSL).


9. Yokohama Marinos (20%)

Marinos adalah salah satu klub elite di Jepang dan Asia yang 20% sahamnya dikuasai City Football Group sejak 20 Mei 2014. Mereka menjadi pemilih minoritas karena 80% saham Marinos masih dimiliki Nissan. Meski City Football Group berencana menguasai mayoritas saham Marinos, Nissan tidak pernah bersedia melepaskan kendalinya.


10. Troyes (100%)



Espérance Sportive Troyes Aube Champagne adalah klub sepakbola Prancis yang berbasis di Troyes dan bermain di Ligue 2. Didirikan pada 1986 sebagai klub profesional ketiga dari kota tersebut setelah ASTS dan TAF. Mereka memenangkan Piala Intertoto 2001 setelah mengalahkan Newcastle United pada aturan gol tandang setelah skor 4–4.

Pada 3 September 2020, City Football Group mengumumkan telah membeli saham mayoritas Troyes dari Daniel Masoni. City Football Group juga menguasai Troyes 2 dan Troyes Féminine.