Los Blancos jarang beli pemain di musim dingin. Mereka baru akan melakukannya jika terpaksa akibat pemain cedera. Gravesen kini penjudi kaya raya.
Seperti Barcelona, Real Madrid selalu menghindari membeli pemain di musim dingin. Los Blancos baru akan melakukannya jika terpaksa dan membutuhkan tambahan amunisi akibat pemain cedera.

Seperti musim-musim sebelumnya, transfer window musim dingin di Spanyol berlangsung datar. Tidak banyak manuver dilakukan, khususnya oleh dua klub besar, Real Madrid dan Barcelona. Pasalnya, mereka memiliki tradisi untuk mendatangkan pemain pada awal musim atau di transfer window musim panas.

Namun, bukan berarti Madrid tidak pernah membeli pemain pada Januari. Beberapa kali manajemen Los Blancos mendatangkan pesepakbola bagus dengan status pinjaman atau transfer permanen pada musim dingin. Beberapa mampu bermain bagus dan menjadi bintang. Tapi, sejumlah nama lainnya tampil mengecewakan.

Berikut ini 15 pemain hasil transfer window musim dingin Los Blancos dan kabarnya hari ini:


1. Thomas Gravesen

Datang dari Everton, Gravesen dianggap mengecewakan para penggemar dengan gaya permainannya yang keras dan disebut "aneh" oleh Fabio Capello. Masa-masa Gravesen di Madrid sangat membosankan dari sudut pandang permainan. Dia banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan setelah rajin melakukan pelanggaran keras.

Setelah pensiun, Gravesen hidup bergelimang uang. Sejak 2013, dia hijrah ke Amerika Serikat dan menetap di Las Vegas. Dia sukses sebagai penjudi di casino. Uang hasil perjudian digunakan Gravesen untuk mendirikan casino, hotel, dan restoran di Las Vegas maupun Copenhagen.


2. Antonio Cassano

Masa-masa Cassano di Madrid ditandai dengan perselisihan spektakuler dengan Fabio Capello. Dikabarkan telah meniduri 700 wanita pada usia 25 tahun, Cassano diberi julukan "El Gordito" selama berada di Spanyol. Julukan itu memiliki arti "Si Kecil Gemuk".

Akhir karier Cassano sangat kacau. Dia berubah pikiran lima kali sebelum akhirnya gantung sepatu untuk selamanya pada September 2017. Di klub terakhirnya, Hellas Verona, Cassano tidak pernah bermain. Sempat dirumorkan kembali ke sepakbola untuk membela UD Ibiza, Cassano baru-baru ini justru menjadi berita utama karena menyebut Cristiano Ronaldo sebagai "bakat yang diproduksi".


3. Cicinho



Salah satu orang Brasil yang mengecewakan pendukung Madrid adalah Cicinho. Didatangkan pada Januari 2006, Cicinho hanya bertahan 18 bulan di Spanyol. Sempat membela AS Roma dan Sivasspor, full back kanan itu akhirnya kembali ke Negeri Samba.

Pada 2012, Cicinho mengungkapkan bahwa dirinya adalah pecandu alkohol dan perokok berat. Berjuang dengan depresi setelah pindah ke Madrid, Cicinho mengaku membuat 30 tato untuk membantu melawan depresinya. "Saya menyesal meninggalkan Madrid. Saya seharusnya lebih profesional dan berusaha lebih keras di lapangan," kata Cicinho kepada Marca.


4. Marcelo

Salah satu pembelian musim dingin yang sukses Madrid tercatat atas nama Marcelo. Sejak datang pada Januari 2007, dia dipuji sebagai penerus Roberto Carlos yang tepat. Tigabelas tahun, 517 penampilan, dan 22 trofi menjadi bukti dedikasi full back kiri berambut kribo tersebut.

Sekarang Marcelo masih tercatat sebagai pemain utama Los Blancos. Tapi, keberadaan Ferland Mendy membuat rumor Marcelo tidak betah bermunculan. Sejumlah media olahraga di Eropa menghubungkan sang pemain dengan AS Monaco, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Olympique Lyon.


5. Gonzalo Higuain



Real Madrid, Napoli, Juventus, AC Milan, Chelsea adalah beberapa klub Eropa yang disinggahi Higuain. Bermain bersama Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, striker Argentina itu masih bisa mencetak 121 gol selama 6 tahun. Sekarang, El Pipita telah meninggalkan Benua Biru. Dia bermain di MLS untuk Inter Miami bersama saudara kandungnya, Federico Higuain.


6. Fernando Gago

Gago menghabiskan 5 tahun di Madrid pada 2007-2012. Sayangnya gelandang Argentina yang disebut sebagai The Next Fernando Redondo itu lebih banyak berurusan dengan tim medis karena cedera. Setelah pensiun pada November 2020, Gago saat ini menjadi pelatih di klub kampung halamannya, Aldosivi, di Primera Division Argentina.


7. Julien Faubert

Dari Upton Park ke Estadio Santiago Bernabeu adalah salah satu jalur sepakbola yang paling jarang dilalui. Tapi, Faubert melakukannya pada 2009. Pemain asal Prancis itu dipinjamkan West Ham United ke Madrid.

Selama di Spanyol, Faubert sempat menjadi headline media. Bukan karena penampilan membanggakan di lapangan, melainkan aksinya tidur di bench Los Blancos. Akibatnya, Madrid memulangkan Faubert ke West Ham sebelum bermain di Turki, Prancis, Skotlandia, Finlandia, dan Borneo FC. Pekerjaan terakhir Faubert adalah asisten pelatih klub Prancis, Etoile Frejus Saint-Raphael.


8. Lassana Diarra

Diarra menghabiskan 3 tahun yang produktif di Madrid setelah pindah pada musim dingin dari Portsmouth. Diarra bergabung dengan Anzhi Makhachkala pada 2012 sebelum mengakhiri kariernya di Lokomotiv Moscow, Marseille, Al Jazira, dan Paris Saint-Germain (PSG). Dia mengumumkan pengunduran dirinya pada Februari 2019.


9. Klaas-Jan Huntelaar



Huntelaar bergabung dengan Madrid dari Ajax pada Januari 2009. Tapi, dia dikirim ke AC Milan kurang dari setahun setelah tiba di Estadio Santiago Bernabeu. Striker Belanda tersebut mencetak lebih dari 100 gol selama 7 tahun di Schalke dan merupakan bagian dari skuad Ajax yang mengalahkan Madrid dari Liga Champions 2018/2019.

Saat ini, Huntelaar masih aktif menjadi pemain sepakbola profesional di level atas. Pada Januari 2021, dia kembali ke Schalke untuk membantu klub dalam perjuangan melawan degradasi.


10. Emmanuel Adebayor



Setelah tidak disukai di Manchester City, Adebayor menyelesaikan peminjaman kejutan ke Madrid pada Januari 2011. Meski mencetak 8 gol dalam 22 penampilan dan membantu Madrid memenangkan Copa del Rey, mereka menolak mengambil opsi transfer permanen.

"Saya telah melakukan segalanya untuk bertahan di Madrid. Tapi, karena almarhum saudara laki-laki saya, saya tidak bisa tinggal di sana. Dia mengirim surat, surat resmi dari keluarga Adebayor ke klub (mengatakan) itu mereka seharusnya tidak menahan saya," kata Adebayor kepada BBC pada 2017.

Setelah sempat bermain di Tottenham Hotspur, Crystal Palace, Istanbul Basaksehir, dan Kayserispor, Adebayor bergabung dengan Olimpia Asuncion di Paraguay pada 2020. Sayangnya dia harus berpisah dengan klub hanya dalam waktu 5 bulan akibat pandemi Covid-19.


11. Diego Lopez

Dibeli oleh Jose Mourinho setelah Iker Casillas patah tangan pada Januari 2013, Lopez membuktikan dirinya sebagai kiper pilihan pertama Madrid di La Liga. Dia membuat 62 penampilan untuk klub. Tapi, setelah kedatangan Keylor Navas pada 2014, Lopez pergi untuk bergabung dengan AC Milan. Lalu, dia kembali Spanyol bersama Espanyol pada 2016 dan bertahan hingga hari ini.


12. Lucas Silva



Didatangkan sebagai pemain berusia 22 tahun yang menjanjikan dari Cruzeiro pada Januari 2015, Silva dipuji sebagai "masa depan" Madrid oleh pelatih saat itu, Carlo Ancelotti.

Tapi, sang gelandang gagal memenuhi ekspektasi itu. Dia hanya membuat 9 penampilan di tim utama dan menghabiskan waktu dengan status pinjaman di Marseille dan Cruzeiro. Kontraknya diakhiri dengan persetujuan bersama pada September 2019 dan kembali ke negara asalnya Brasil untuk membela Gremio.


13. Brahim diaz

Dianggap sebagai salah satu prospek paling cemerlang di Eropa pada saat kedatangannya, Madrid menghabiskan 15,5 juta pounds untuk merekrut Diaz dari Manchester City pada Januari 2019.

Tapi, pemain berusia 20 tahun itu berjuang untuk mendapatkan peluang reguler di Los Blancos. Dia hanya membuat 15 penampilan di semua kompetisi. Sekarang Diaz berada di Italia untuk membela AC Milan dengan status pinjaman. Rumornya, Milan sedang mempertimbangkan untuk melakukan transfer di akhir masa peminjaman.


14. Hugo Vallejo



Setelah bergabung dengan Madrid dari Malaga pada Januari 2020, Vallejo langsung dipinjamkan ke Deportivo de La Coruna untuk sisa musim ini. Pemain sayap itu mencetak 1 gol dalam 13 penampilan di semua kompetisi untuk Super Depor dan sekarang kembali ke Madrid bersama Real Madrid Castilla.


15. Reinier

Madrid melanjutkan perburuan mereka untuk The Next Neymar pada Januari 2020 dengan menandatangani Reinier dari Flamengo dalam kesepakatan 26 juta pounds. Dia belum membuat penampilan tim utama karena menghabiskan paruh kedua musim lalu di cadangan sebelum menyetujui kesepakatan pinjaman 2 tahun dengan Borussia Dortmund.

Di Jerman, pemain muda Brasil itu belum mampu membuktikan kualitas terbaiknya sebagai starter di Dortmund. Dengan 8 penampilan kompetitifnya yang mayoritas dari bangku cadangan, kemungkinan besar Reinier tidak memiliki masa depan di Signal Iduna Park.