Pemain ini ternyata pernah memberikan kontribusi bersama Arsenal, meski namanya tak setenar Thierry Henry dan Dennis Bergkamp.
Bermain dengan Arsenal merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan dari setiap pesepak bola. Selain karena The Gunners merupakan salah satu tim tersukses di Liga Premier, Arsenal juga tim yang sukses memoles pemain kelas dunia seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, hingga Cecs Fabregas.

Namun, tidak seperti Herny dan Bergkamp yang dikenang oleh para fans Arsenal hingga saat ini, beberapa pemain ini seolah dilupakan The Gooners serta media setelah mereka meninggalkan Emirates Stadium. Lalu, siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Sportskeeda.com.

1. Matthew Upson



Menjadi pemain legenda West Ham, Matthew Upson, justru mengawali kariernya bersama Arsenal pada 1997. Muncul dari akademi Luton Town, Upson bisa dibilang salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Upson bergabung dengan raksasa London Utara seusai mengemas satu penampilan bersama Luton Town.

Saat bermain di Arsenal, Upson harus bersaing dengan pemain belakang seperti Tony Adams, Martin Keown, dan Steve Bould. Fakta itu jelas membuatnya sulit untuk bermain secara reguler, ditambah dia juga mengalami cedera parah. Kondisi kebugaran itu membuatnya hanya membuat delapan penampilan di musim 1996/1997.

Pada 1999, mantan pemain Stoke City itu kembali mengalami cedera dan itu semakin mengurangi peluangnya untuk masuk ke tim utama. Tiga musim berikutnya, Upson dipinjamkan ke beberapa tim Inggris, salah satunya Reading sebelum akhirnya hengkang ke Birmingham City pada 2003. Empat musim bersama Birmingham, dia kemudian bergabung dengan The Hammers dan bertahan selama empat musim. Upson kemudian rutin berpindah-pindah tim di musim berikutnya, mulai Stoke City, Brighton Hove & Albion, Leicester City, hingga Milton Keynes Dons.

Upson yang berbakat secara teknis hanya membuat 57 penampilan untuk The Gunners meski berada di Highbury selama enam musim.

2.Lassana Diarra

Selama 15 tahun berkarier sebagai pesepak bola, Lassana Diarra nyatanya pernah singgah sebentar di Emirates pada 2007. Produk akademi Le Havre itu pindah ke Inggris pada 2005 usai Jose Mourinho melatih Chelsea. Bermain di bawah bayang-bayang Claude Makelele, Diarra sangat sulit untuk menembus tim utama. Pemain dengan tinggi badan 173 cm itu kemudian hengkang ke Arsenal setelah tiga tahun bersama The Blues.

Diarra melakukan debut untuk The Gunners dalam pertandingan Liga Champions melawan Schalke. Namun, gelandang itu sekali lagi kehilangan peluang di tim utama menyusul kehadiran Mathieu Flamini. Dia hanya membuat tujuh penampilan untuk tim London itu sebelum pindah ke Portsmouth enam bulan kemudian. Semusim bersama Pompey dan sukses membantu klub meraih Piala FA, dia kemudian pindah ke Real Madrid dengan mahar 20 juta euro. Setelah tiga musim di Bernabeu, Diarra melanjutkan karirnya bersama Anzhi Makhachkala, Lokomotiv Moscow, Marseille, Al-Jazira, dan PSG.

Diarra akhirnya gantung sepatu pada 2019 saat menyentuh usia 34 tahun dan dia bermain untuk tim kota kelahirannya, Paris Saint-Germain.

3.Carlos Vela



Sebelum menjadi salah satu penyerang tertajam di MLS, Carlos Vela pernah menjadi pemain Arsenal yang menjanjikan. Lulus dari akademi Guadalajara pada 2005, pria asal Meksiko ini langsung digaet manajemen The Gunners. Pembatasan izin kerja membuat pemain sayap itu memainkan dua musim pertamanya sebagai pemain Arsenal dengan status pinjaman di Salamanca dan Osasuna.

Vela akhirnya melakukan debutnya pada 2009 bersama tim muda Arsenal yang  diisi Cesc Fabregas dan Samir Nasri. Jika Fabregas dan Nasri terbilang sukses, Vela bernasib berbeda karena tak menunjukkan permainan terbaik selama tiga tahun membela The Gunners.

Vela kemudian dipinjamkan ke West Bromwich Albion pada 2010 sebelum pindah ke Real Sociedad secara permanen pada 2012. Selama tujuh musim di Emirates, Vela hanya membuat 62 penampilan dan mencetak 11 kali.

Suskes membuat salah satu duet sayap paling mematikan di La Liga bersama Antoine Griezmann di Real Sociedad, dia kemudian pindah ke  Los Angeles FC pada 2018.

4.Yossi Benayoun

Nama Benayoun mungkin akan lebih mudah diingat ketika dia bermain untuk Liverpool dan West Ham, namun bintang Israel itu sempat menghabiskan satu musim dengan status pinjaman di Arsenal. Benayoun bergabung dengan Chelsea dari Liverpool pada 2010, namun karena sulit untuk bermain di tim utama, dia akhirnya bergabung dengan skuad Meriam London selama musim 2012/2013. Dia langsung menjadi pemain penting di sana hingga membuat 25 penampilan dengan The Gunners. Dia pernah menjadi kapten tim untuk satu pertandingan, dan mencetak enam gol sebelum kembali ke Stamford Bridge.

Benayoun kemudian bergabung dengan West Ham dalam status pinjaman di musim berikutnya. Pada 2013, dia resmi dikontrak oleh QPR. Setelah perjalanannya yang luar biasa di Inggris selama sembilan tahun, Benyoun kembali bermain di Israel dan membela beberapa tim, mulai dari Maccabi Haifa hingga Beitar Jerusalem.

5.Davor Suker

Sebelum bermain untuk Arsenal pada 1999, Davor Suker sudah memiliki nama besar sebagai pesepak bola, dimana ia sukses bersama Sevilla dan Real Madrid. Pemain Kroasia itu tiba di Highbury dari Real Madrid setelah Piala Dunia 1998 yang luar biasa bersama Kroasia. Momen itu pula yang membuatnya memenangkan Sepatu Emas di Piala Dunia 1998.

Sukerman, begitu julukannya, melakukan debut bersama Arsenal pada 22 Agustus 1999 saat Arsenal menghadapi Manchester United. Setelah itu, muncul pemain-pemain seperi Thierry Henry dan Nwankwo Kanu bersama Dennis Bergkamp. Meski tidak banyak menjadi starter usai ketiga pemain itu muncul, mantan striker El Real itu sukses membuat 39 penampilan untuk The Gunners dan mencetak 11 gol.

Suker akhirnya bergabung dengan West Ham United pada 2000 agar bisa mendapat jatah bermain yang lebih banyak. Dia kemudian bergabung dengan 1860 Berlin pada musim berikutnya dan memutuskan pensiun pada tahun 2001 di Jerman.