Terjadi saat keduanya di Inter Milan. Pertandingan Serie A 2008/2009 versus Siena. Unik! Cek videonya!
Salah paham karena kurangnya komunikasi kadang-kadang terjadi antara pemain dengan pelatih di lapangan. Tekanan pertandingan yang ketat plus suara suporter yang memekakkan telinga terkadang membuat pemain menolak instruksi pelatih. Begitu pula pelatih yang tidak mendengar permintaan pemain. 

Momen seperti itu pernah terlihat Kepa Arrizabalaga bersikeras tidak mau diganti Maurizio Sarri saat bermain bersama Chelsea. Ada lagi saat Zlatan Ibrahimovic meminta diganti saat pertandingan Inter Milan melawan Siena, 17 Mei 2009. Saat itu, Jose Mourinho menolak permintaan sang pemain.

Kisah unik itu dimulai ketika Ibrahimovic menyaksikan Luis Figo dan Mario Balotelli digantikan Davide Santon dan Alessandro Mancini. Dengan satu sisa pergantian pemain, Ibrahimovic masih berharap segera digantikan. Dia merasa kelelahan setelah berduel sejak menit pertama. 

Namun, tak lama setelah kejadian itu, bola justru ada di kaki Ibra. Dia berhasil mencetak gol ke gawang Siena. Dan, alih-alih bersemangat, sekali lagi Ibrahimovic justru melirik ke bangku cadangan ke arah Mourinho. Lagi-lagi dia memohon untuk diganti.

Harapan Ibrahimovic ternyata tidak sesuai kenyataan. Di pinggir lapangan, kiper cadangan, Paolo Orlandoni, tampak dipersiapkan untuk menggantikan Julio Cesar. Itu artinya, mau tak mau, Ibrahimovic harus menyelesaikan permainan.

Beberapa tahun kemudian, dalam wawancara dengan Sky Sports, Mourinho membahas masalah itu. Pelatih asal Portugal tersebut menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi di pertandingan. 

"Dia sangat marah dan kesal ketika dia mendatangi saya. Dia berteriak, 'Kami adalah juara, saya banyak membantu untuk menjadikan anda juara. Sekarang tidak ada yang membantu saya. Saya ingin keluar sekarang '. Dia berteriak kepada saya," kata Mourinho pada 2014.

"Tapi, saya pura-pura tidak memahaminya. Saya berkata, 'Apa? Apa? Kamu mau minum, mau air?' dan saya memberinya botol. Saya mengatakan kepadanya, 'Ini, minum dan pergilah'. Beberapa menit kemudian dia mencetak gol indah," tambah pelatih yang akan menukangi AS Roma pada 2021/2022 itu.



Tujuh tahun kemudian, Ibrahimovic dan Mourinho kembali bekerja sama. Kali ini di Manchester United. Secara terbuka Mourinho mengakui bahwa dirinya memiliki ikatan khusus dengan pemain asal Swedia keturunan Bosnia-Herzegovina tersebut.

"Seorang pemain yang memberi saya sebanyak Ibrahimovic akan selalu ada di hati saya. Dia melakukan banyak hal untuk Inter dan Inter melakukan banyak hal untuknya. Saya suka melihat Ibra," ucap Mourinho.

"Saya menyapanya setiap kali saya mendapat kesempatan dan saya mendoakan yang terbaik untuknya, kecuali saat dia bermain melawan tim saya. Dia sangat spesial, dia salah satu striker terbaik di dunia," tambah mantan pelatih FC Porto, Chelsea, Real Madrid, hingga Tottenham Hotspur itu.

Ibrahimovic saat ini bermain untuk rival satu kota Inter, AC Milan. Musim depan, keduanya akan kembali berhadapan di lapangan setelah Mourinho bersedia melatih Serigala Ibu Kota Italia. Pertemuan Milan dengan Roma akan sangat menarik dinantikan penggemar Ibrahimovic maupun Mourinho.