Tidak seperti yang dibayangkan, semuanya diawali dari hal sepele: telepon berdering di malam hari!
Hingga Lionel Messi diperkenalkan sebagai pemain baru Paris Saint-Germain (PSG), masih banyak orang yang belum percaya dengan kenyataan ini. Sulit bagi mereka memahami seorang maskot klub berganti seragam. Tapi, bagaimana hal yang awalnya mustahil itu bisa terjadi dalam hitungan jam?

Seperti dituliskan The Guardian, kisah ini dimulai pada pukul 22.00 waktu Barcelona, Kamis (5/8/2021). Tiba-tiba telepon di telepon seluler Jorge Messi, ayah sekaligus agen La Pulga, berdering kencang. Jorge mengangkatnya.

"Halo, siapa ini?" kata Jorge ketika melihat nomor teleplon dengan kode Prancis (+33). Ternyata, itu adalah telepon dari Leonardo Araujo. Mantan pemain Brasil itu merupakan  Direktur Sepakbola Les Parisiens, yang bertanggung jawab terhadap semua transfer yang dilakukan klubnya.

Panggilan malam itu datang hanya berselisih dua jam dari pengumuman resmi Barcelona tentang Messi yang tidak akan bisa melanjutkan petualangan di Camp Nou karena masalah regulasi keuangan La Liga.


Pendekatan personal yang menyentuh hati

Dalam pendekatan transfer, secara teratur dilakukan melalui perantara atau agen. Dan, klub yang berharap untuk menggoda Messi dari Barcelona sering menempuh rute ini. Tapi, PSG menghitung ini adalah momen untuk sentuhan pribadi dan melihat pintu yang tak terduga terbuka. Lalu, mereka masuk sebagai tamu yang sopan.

Leonardo melakukan pendekatan langsung ke ayah Messi dan pengacaranya (sebelum menelepon Jorge). Ketika Leonardo dengan sedang berbicara dengan Jorge, Nasser al-Khelaifi bergabung. Terjadilah semacam teleconference dengan tiga sosok bersahaja pada malam itu.

Jarang bagi Khelaifi untuk terlibat langsung dalam pembicaraan transfer. Sangat jarang! Tercatat, pria asal Qatar itu hanya pernah melakukannya sekali saat membujuk Neymar meninggalkan Barcelona, empat tahun lalu.

Kehadiran CEO atau presiden klub dalam pembicaraan tersebut menunjukkan level prioritas seorang pemain. Kehadirannya ini mengkonfirmasi skala kepindahan dan keseriusan PSG untuk memboyong Messi. Itu sekaligus juga membuat Jorge dan Messi sendiri tersentuh dengan pendekatan kekeluargaan ala Les Parisiens.

Yang lebih membuat Messi tersentuh adalah, telepon Leonardo dan Khelaifi terjadi saat dirinya sedang berada dalam kegalauan besat. Seperti yang dikatakan La Pulga di sesi konferensi pers, itu adalah momen tersulit dalam hidupnya.

Mengapa? Pada Kamis pagi, Messi dan ayahnya telah melakukan perjalanan kembali ke Barcelona dari Ibiza. Agendanya, menandatangani kontrak lima tahun untuk tinggal di Camp Nou. Pengumuman direncanakan pada pukul 20.00. Rinciannya jelas: gaji dua tahun dibayarkan selama lima tahun untuk membantu klub yang bermasalah secara finansial.

Messi tercengang dan bingung ketika Presiden Barcelona, ​​Joan Laporta, mengatakan bahwa aturan La Liga tentang batasan gaji berarti klub tidak memiliki cara untuk mendaftarkannya. Menurut sebuah sumber yang belum bisa dikonfirmasi, Messi menangis di samping Antonela.

Tapi, Jorge dengan cepat menekankan kepada Messi untuk tidak bersedih. Ayahnya segera menemukan solusi. Keduanya juga terkesan bahwa dua orang terpenting di PSG datang langsung kepada mereka, meski melalui telepon.

Messi kemudian juga berbicara langsung Mauricio Pochettino pada Jumat (6/8/2021) pagi, atau setelah Leonardo, Khelaifi, dan Jorge berbicara. Dalam pembicaraan itu, Pochettino menceritakan situasi di klub, hubungan di ruang ganti, dan sejarah keduanya yang sama-sama jebolan Newell's Old Boys.




Draft kontrak Messi sama dengan Neymar dulu

Tidak butuh waktu lama, PSG menyodorkan draft teknis. Kubu Messi sangat senang dengan proyek yang disajikan Les Parisiens. Dalam proposal itu, La Pulga akan menerima upah sekitar 35 juta euro (Rp591 miliar) bersih, bonus, dan kontrak dua tahun dengan opsi untuk musim berikutnya.

Negosiasi tentang isu-isu lain seperti pajak dan sponsor memakan banyak waktu. Itu karena perlunya PSG mempertimbangkan aturan financial fair play (FFF) dari UEFA. Tapi, PSG selalu percaya diri bahwa selalu ada jalan keluar.

Yang tak kalah menarik adalah kontrak Messi mirip Neymar. Dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa dirinya akan menerima bonus jika PSG memenangkan Liga Champions. Apa artinya? Les Parisiens hanya menjadikan Ligue 1 medan latihan karena tujuan utama adalah berjaya di Benua Biru.


Konferensi pers di Camp Nou dan bantahan Messi

Kemudian, hari berganti. Pada Sabtu (7/8/2021), kesepakatan lisan tercapai dan PSG menyiapkan kontrak resmi dengan tim hukumnya. Draft final dikirim ke Messi pada pukul 10.00 pada Minggu (8/8/2021). Itu tidak lama sebelum konferensi pers perpisahannya yang penuh air mata di Camp Nou.

Uniknya, di sesi itu Messi sempat membantah bahwa kesepakatan dengan PSG telah dilakukan. Pada kenyataannya semuanya sudah beres dan tugasnya hanya berpelukan dengan rekan-rekan setim untuk terakhir kalinya.

Lalu, mengapa Messi baru terbang ke Paris pada Selasa (10/8/2021) siang? Pengacara Messi ingin dua hari untuk memeriksa setiap detail. Dia juga ingin rumor bahwa pemain itu terbang ke Paris pada tahap itu salah.

Pada Senin (9/8/2021) malam, semuanya sudah ada dan kesepakatan akhir dikonfirmasi sekitar pukul 10.00 pada Selasa pagi. Beberapa saat kemudian Messi dan keluarganya berangkat ke bandara di Barcelona, menggunakan pesawat pribadi, dan terbang ke Paris dengan sambutan luar biasa layaknya tamu negara sekelas Barrack Obama.

Sambil menyambut kedatangan Messi, PSG mempersiapkan perayaan bergabungnya La Pulga sejak Jumat. Itu karena Neymar dengan percaya diri memberi tahu skuad bahwa mantan rekan setimnya di Barcelona akan datang. Sejak Kamis malam, Neymar bertindak hampir seperti anggota dewan PSG. Dia menelepon serta mengirim pesan kepada Messi dan mendorongnya untuk pindah.

Messi tentu saja tergoda oleh kesempatan untuk bermain lagi dengan teman baiknya. Tapi, tidak diragukan lagi Barcelona telah menjadi pilihan pertamanya. Pada minggu terakhir April 2021, Messi melalui ayahnya, menolak pendekatan dari PSG. Dia bertekad untuk tinggal di satu-satunya klub yang benar-benar dikenalnya.




Manchester City gigit jari, tapi menolak mengakuinya

Bulan sebelumnya, Manchester City juga telah melakukan pendekatan melalui Pep Guardiola dan eksekutif klub yang juga memiliki latar belakang di Barcelona (Txiki Bergiristain). Messi telah memberikan tanggapan yang sama: dia melanjutkan di Camp Nou.

Berkat penolakan Messi, Guardiola akhirnya memboyong Jack Grealish ke Etihad Stadium dengan rekor transfer 100 juta pounds dan memberinya nomor punggung 10. Sialnya, itu bertepatan dengan pengumuman Barcelona sehingga Guadiola tidak mungkin membatalkan transfer Grealish tiba-tiba.

Sebagai gantinya, Guardiola kemudian mengeluarkan pernyataan aneh dengan menyebut tidak membutuhkan Messi di klubnya karena sudah ada Grealish. 

Tentu saja itu hanya kata-kata untuk menghibur diri sendiri dari kekecewaan gagal mendapatkan anak didiknya di Barcelona. Sebab, bagaimana mungkin pemain yang memiliki enam Ballon d'Or dan segudang piala dibandingkan dengan pesepakbola yang baru dua musim di Liga Premier.