Dengan mengenali gejala – gejala yang ada, diharapkan akan menekan angka penyebaran virus.
Kasus penyebaran virus Corona menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Berawal dari sebuah kota di Wuhan, China, virus ini menyebar hingga berbagai negara di dunia. Karena penyebaran yang begitu cepat dan meluas organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan Corona sebagai wabah pandemi sejak 11 Maret 2020.

Menurut WHO, Coronaviruses (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS. Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia.

Virus corona adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia.

Kasus Corona yang pertama kali ada di Indonesia ditemukan pada seorang wanita. Wanita ini melakukan kontak langsung dengan seorang warganegara Jepang pada 14 Februari 2020 lalu. Setelah kontak tersebut wanita ini mengalami sakit dan akhirnya dinyatakan sebagai pasien 01 sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso.

Semakin bertambahnya kasus penyebaran Corona di Indonesia, menyebabkan pemerintah mengambil tindakan tegas. Pemerintah mengedarkan himbauan untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan bermain di rumah (untuk anak – anak).

Masyarakat diminta untuk lebih waspada dengan mengenali gejala – gejala yang mungkin timbul sejak hari pertama terinveksi. Dengan mengenali gejala – gejala yang ada, diharapkan akan menekan angka penyebaran virus di Indonesia dan pemerintah bisa melakukan penyembuhan lebih cepat sebelum semakin serius. Berikut gejala – gejala yang perlu anda waspadai :

1. Demam



Secara umum, tubuh manusia memiliki suhu normal dengan rata – rata 37 derajat. Jika seseorang terjangkit virus Corona, tubuhnya akan merasakan gejala demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius. Dengan gejala tersebut, bandara dan tempat umum lainnya sudah melakukan pengecekan suhu tubuh untuk mencegah virus Corona menyebar. Demam ini juga bisa diikuti dengan gejala lainnya, seperti kelelahan, nyeri otot, dan batuk, pilek, flu, dan sakit kepala. Sakit kepala ini biasanya muncul pada hari kedua hingga keempat setelah tubuh terinveksi virus Corona.Bahkan sebagian pasien mengalami diare atau mual, satu hingga dua hari sebelum demam. Usahakan anda melakukan istirahat yang cukup, dan menjaga pola makan secara teratur.

2. Batuk



Gejala yang biasanya juga terjadi yaitu mulai merasakan batuk. Beberapa orang mungkin akan kesulitan membedakan gejala batuk biasa dan gejala terinveksi virus Corona. Menurut WHO, sekitar dua pertiga pasien atau 67,7 persen pasien yang terinfeksi virus Corona, mereka akan mengalami gejala batuk kering. Sisanya, akan mengalami gejala batuk berdahak. Perlu diwaspadai juga, bila gejala batuk disertai dengan demam. 

Jika anda mengalami batuk, pastikan ada menutup mulut dengan tisu atau siku. Dengan menutup mulut saat batuk, penyebaran virus bisa dihentikan.

3. Flu atau Pilek



Gejala yang perlu dihindari, dan paling gampang terlihat dan menyebar adalah flu atau pilek. Orang yang terjangkit virus corona ini akan terkena flu, dan cairan dari flu ini dapat beresiko membuat orang lain tertular. Cairan ini yang kemudian akan menempel di tangan, kemudian di pintu, meja atau segala jenis benda yang tersentuh penderita beresiko tinggi untuk ditularkan ke orang lain.

Diduga virus corona dapat menempel dan bertahan hidup selama 9 hari di sebuah benda yang terkontaminasi, hal ini merujuk pada virus sejenisnya, yaitu MERS dan SARS.

Oleh sebab itu, penting untuk membersihkan barang-barang dengan desinfektan untuk meminimalisir penyebaran. Pastikan juga tangan anda bersih dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, atau menggunakan hand sanitizer.

4. Kesulitan Bernapas

Pada beberapa kasus penyebaran virus Corona, terdapat gejala kesulitan bernapas dan sesak. Biasanya penderita yang merasakannya  rata – rata telah berusia lanjut atau yang punya riwayat penyakit sebelumnya. Kemudian jika masuk ke saluran pernafasan bawah bisa menyebabkan pneumonia dan bronchitis.

Selain itu, kemungkinan akan terjadi diare – dan kehilangan nafsu makan di beberapa kasus.

Jika anda merasakan salah satu gejala yang telah disebutkan, lakukan isolasi di rumah dan hindari aktifitas di luar ruangan. Menurut WHO, masa inkubasi - antara penularan dan menunjukkan gejala - adalah sekitar 14 hari. 

Anda bisa beristirahat yang cukup, minum air putih secara rutin dan menjaga pola makan. Bila terpaksa harus bepergian, usahakan menggunakan masker dan hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Bila merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segeralah memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.