Bukan hanya gelandang dan striker, Brasil punya banyak bek sayap legendaris.
Brasil dikenal sebagai salah satu negara sepakbola papan atas dunia. Negeri Samba melahirkan banyak pemain trebaik yang pernah ada di sepakbola internasional. Bukan hanya penyerang, gelandang, bek tengah, atau kiper, melainkan juga full back.

Peran full back (bek sayap) telah berubah secara drastis dari waktu ke waktu dan telah mengalami banyak transisi selama bertahun-tahun. Ini bukan posisi yang paling menarik karena semua orang selalu ingin menjadi gelandang serang atau striker pencetak gol.

Terlepas dari kurangnya daya tarik itu, full back adalah salah satu posisi paling penting dalam sepakbola. Setiap klub maupun tim nasional selalu berusaha mencari pemain sayap belakang dengan kemampuan jempolan, tak terkecuali Brasil.

Selecao dikenal dengan banyak pemain hebat di No.10 dan No.9. Tapi, bukan berarti mereka tidak pernah memiliki pemain hebat untuk No.2 dan No.4. Beberapa full back asal Negeri Samba sempat menarik perhatian penggemar sepakbola di seluruh dunia lewat penampilan maupun prestasi.

Berikut ini 5 full back terbaik yang dimiliki Brasil dalam 30 tahun terakhir.


5. Doulas Maicon

Masih aktif di usia 40 tahun, Maicon pernah menjadi bek sayap terbaik di Serie A. Puncak kariernya terjadi di Inter Milan pada 2006-2012. Pada 2009/2020, Maicon ikut menjadi bagian generasi emas I Nerazzurri yang meraih treble dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Di level internasional, Maicon memiliki 76 caps dan 7 gol. Dia menjadi saksi pelaku saat Brasil menjuarai Copa America 2004 dan 2007, Piala Konfederasi 2005 dan 2009, serta runner-up Piala Emas CONCACAF 2003.




4. Marcelo Vieira

Marcelo dikenal dunia karena kemampuan ofensif, tipu daya, dan kualitas teknisnya. Marcelo bermain terutama sebagai bek sayap kiri atau bek sayap, melainkan juga dapat beroperasi sebagai pemain sayap kiri, atau bahkan di lini tengah.

Bakat, keanggunan, sentuhan, dan kontrolnya pada bola, ditambah dengan kecepatan, kelincahan, dan keterampilan menggiring bola, sering membuatnya mengalahkan lawan dalam situasi satu lawan satu dengan tipuan yang rumit, seperti step over.

Kecepatannya yang eksplosif, energi, dan gerakannya yang cerdas, baik di dalam maupun di luar bola, juga menjadikannya ancaman berbahaya dalam serangan balik. Dia mampu menembus antara garis pertahanan lawan dengan serangan menyerang, atau naik dari sayap kiri ke posisi ofensif yang baik dari mana dia dapat menerima bola sering, dan memberikan lebar untuk timnya, pada dasarnya bertindak sebagai penyerang tambahan.

Selain itu, kemampuan crossing, passing yang tepat, dan matanya untuk bola terakhir juga memungkinkan dia untuk berfungsi sebagai playmaker sekunder untuk timnya. Itu memungkinkan dia terhubung dengan pemain lain, menciptakan peluang mencetak gol, dan memberikan assist untuk rekan satu timnya.

Hasilnya, empat trofi Liga Champions dan lima La Liga bersama Real Madrid sudah cukup untuk membuktikan kualitas Marcelo yang sebenarnya.


3. Cafu

Di level internasional, Cafu adalah salah satu pemain paling berprestasi yang tidak bisa dibantah. Dia adalah bagian dari evolusi full back modern pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dia adalah pemain yang brilian. Perannya sebagai bek sayap dan keterampilannya dalam menguasai bola sangat sempurna.

Pemilik nama Marcos Evangelista de Morais itu membantu Brasil memenangkan Piala Dunia 1994 dan 2002. Itu belum termasuk piala yang diperesembahkan untuk AS Roma dan AC Milan di Italia, yang meliputi dua trofi Serie A (Roma dan Milan) serta satu Liga Champions (Milan).




2. Dani Alves

Sembilan gelar liga di seluruh Eropa, tiga kemenangan Liga Champions bersama Barcelona, dan baru-baru ini mendapatkan medali emas Olimpiade 2020 Tokyo menjadikan Daniel Alves pemain dengan kumpulan piala terbanyak di dunia. Jumlahnya, 43 trofi.

Alves muncul saat permainan sepakbola sedang berkembang. Dia seorang full back modern yang dibutuhkan semua pelayoh. Dia tidak bisa bertahan hanya dengan kerja defensif, melainkan selalu rajin menyerang. Keterampilan menggiring bola dan crossing membuatnya menjadi kekuatan yang tangguh di sayap kanan.

Ada sesuatu yang lebih pada pemain Brasil itu yang membedakannya dari yang lain. Dia memiliki banyak karakter dan tekadnya yang kuat membuat Alves menjadi pemain yang ideal untuk sebuah klub atau tim nasional yang sangat menginginkan kesuksesan.


1. Roberto Carlos

Tidak ada pemain dalam sejarah sepakbola modern yang memiliki kemampuan seperti Roberto Carlos di sektor kiri. Dia benar-benar bek sayap yang dibutuhkan semua pelatih.

Carlos sangat kuat sebagai pemain, dan sangat sulit untuk dilawan. Dia mampu melakukan tendangan bebas yang kadang-kadang fenomenal. Umpan jarak jauhnya dengan kaki kiri terkadang juga langsung menembus jala lawan. Begitu pula sepak pojoknya. Gol tendangan bebas ke gawang Prancis pada 1997 masih terus dikenang orang hingga detik ini.

Kehebatannya semakin sempurna karena Carlos juga bergelimang trofi level klub maupun timnas. Bersama Real Madrid, dia mendapatkan empat gelar La Liga dan Liga Champions. Sementara dengan Brasil, Carlos mempersembahkan Piala Dunia 2002, Copa America 1997 dan 1999, serta Piala Konfederasi 1997.