Berita

Martin Zubimendi: Jawaban atas Spekulasi Real Madrid

Ringkasan Berita

  • Real Madrid tidak merekrut gelandang baru meski Kroos dan Modric pergi, memicu spekulasi transfer Zubimendi.

  • Zubimendi, yang setuju pindah ke Arsenal, dianggap ideal untuk Real Madrid oleh beberapa pihak di Spanyol.

  • Zubimendi menilai Madrid cukup kuat tanpa dirinya, sementara ia dan Merino tampil impresif untuk Spanyol.

Martin Zubimendi menanggapi spekulasi bahwa ia adalah pemain yang hilang di Real Madrid.

Spekulasi Transfer Zubimendi ke Real Madrid

Real Madrid memutuskan untuk tidak merekrut gelandang baru pada musim panas lalu, meskipun Toni Kroos dan Luka Modric telah meninggalkan klub dalam dua tahun berturut-turut. Keputusan ini menimbulkan banyak perdebatan, dengan klub merasa mereka memiliki cukup bakat untuk beralih ke lini tengah baru. Namun, baru-baru ini dilaporkan bahwa gelandang menjadi prioritas untuk musim panas mendatang. Los Blancos dikaitkan dengan minat pada Kees Smit dan Adam Wharton, tetapi memutuskan untuk tidak merekrut keduanya. Bakat asal Belanda tersebut tetap ada dalam daftar pendek Real Madrid, tetapi manajer saat itu, Xabi Alonso, lebih memilih untuk bergerak ke arah Martin Zubimendi. Mantan gelandang Real Sociedad ini telah setuju untuk pindah ke Arsenal dengan nilai €70 juta (sekitar Rp1,1 triliun), tetapi beberapa pihak di Spanyol menyorotinya sebagai rekrutan ideal untuk Los Blancos.

Baca juga : Lazio Lepas Vecino ke Celta Vigo, Belahyane dan Dele-Bashiru Tetap Bertahan

Zubimendi Menanggapi Spekulasi

Setelah Arsenal melaju ke final Carabao Cup dengan kemenangan agregat 4-2 atas Chelsea, ide bahwa Zubimendi adalah pemain yang hilang di Real Madrid disampaikan langsung kepadanya. "Saya tidak berpikir begitu, Madrid memiliki lebih dari cukup pemain untuk tampil baik. Tidak mungkin, tidak mungkin," katanya kepada Cadena SER. Zubimendi telah menunjukkan performa yang baik untuk Arsenal, dan gambarnya sering muncul di media Spanyol.

Dalam konteks lain, Zubimendi juga berkomentar tentang cedera rekan setimnya, Mikel Merino, yang mengalami patah tulang stres di tulang keringnya. Merino berusaha untuk kembali sebelum akhir musim, meskipun rasa sakit yang dialaminya cukup signifikan. "Dia merasa sakit, tetapi dia adalah orang yang sangat profesional yang selalu memikirkan apa yang terbaik untuk klub. Saya tahu dia yang paling terluka, tetapi kerusakan yang ditimbulkan oleh cederanya pada klub sangat signifikan," ujar Zubimendi tentang rekannya di lini tengah.

Merino dan Zubimendi telah menunjukkan performa yang mengesankan dalam seragam Spanyol baru-baru ini, mengancam untuk mengambil posisi starter dari Fabian Ruiz dan Rodri Hernandez di tim utama Luis de la Fuente. Manajer La Roja menghadapi pilihan sulit, mengingat bagaimana dua tahun terakhir berjalan untuk lini tengah pemenang Euro 2024-nya, dengan tidak satupun dari Fabian, Dani Olmo, atau Rodri yang menikmati perjalanan yang sepenuhnya mulus sejak saat itu.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!