Cesc Fabregas Sarankan Mantan Pemain Chelsea untuk Berhenti Main Sepak Bola
Ditulis oleh Atria WicaksanaCesc Fabregas mengkritik Alvaro Morata setelah insiden kartu merah dalam pertandingan Como vs Fiorentina.
Cesc Fabregas Kritik Alvaro Morata
Dalam pertandingan Serie A antara Como dan Fiorentina, Cesc Fabregas, yang kini menjadi manajer Como, memberikan komentar pedas terhadap salah satu pemainnya, Alvaro Morata. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan Como 2-1, di mana Morata mendapatkan kartu merah di menit-menit akhir.
Baca juga : Berita Sepak Bola Terbaru, Analisis, Profil, Feature, Berita Sepak Bola Dunia dan Indonesia
Fiorentina memimpin lebih dulu melalui gol Nicolo Fagioli, dan Moise Keane menggandakan keunggulan mereka lewat tendangan penalti. Como sempat memperkecil ketertinggalan setelah Fabiano Parisi mencetak gol bunuh diri.
Morata, yang dipinjamkan ke Como dari AC Milan, masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Namun, ia hanya bertahan sebentar di lapangan setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu satu menit.
Insiden Kartu Merah dan Reaksi Fabregas
Insiden pertama terjadi ketika Morata terlibat bentrok dengan Luca Ranieri. Tak lama kemudian, ia mendapatkan kartu kuning kedua karena berdebat dengan wasit Matteo Marchetti, yang berujung pada kartu merah.
Fabregas, yang pernah bermain bersama Morata di Chelsea, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengatakan bahwa jika Morata tidak bisa menghadapi provokasi di sepak bola, sebaiknya ia mencari olahraga lain.
“Provokasi adalah bagian dari sepak bola. Mereka yang tidak bisa menghadapinya sebaiknya bermain olahraga lain,” ujar Fabregas kepada DAZN. “Saya mengharapkan lebih dari pemain berpengalaman sepertinya. Kita tidak bisa membuat alasan dan membiarkan tindakan orang lain di lapangan mempengaruhi kita.”
Morata memang kesulitan di Serie A musim ini, belum mencetak gol dalam 15 penampilannya bersama Como. Hal ini menambah frustrasi bagi pemain berusia 33 tahun itu.
Fabregas berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi Morata untuk lebih mengendalikan emosinya di lapangan. Ia menekankan pentingnya ketenangan dan fokus dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Fabregas percaya Morata seharusnya bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi tim. Namun, insiden seperti ini justru merugikan tim dan dirinya sendiri.
Para penggemar Como tentu berharap Morata bisa segera bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di sisa musim ini. Dukungan dari manajer dan rekan setimnya diharapkan bisa membantu Morata kembali ke jalur yang benar.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi pemain lain tentang pentingnya menjaga sikap di lapangan. Sepak bola bukan hanya tentang skill, tetapi juga mentalitas dan kedewasaan dalam menghadapi berbagai situasi.
Fabregas sendiri terus berusaha membangun tim Como yang kompetitif di Serie A. Ia berharap bisa membawa timnya meraih hasil lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, Fabregas diharapkan bisa menjadi mentor yang baik bagi para pemain muda di Como, termasuk Morata.
Bagaimana pun, insiden ini menambah dinamika dalam perjalanan Como di Serie A musim ini. Semua pihak berharap tim ini bisa bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!