Berita

Gianluca Prestianni Ungkap Apa yang Dia Katakan Kepada Vinicius Junior di Liga Champions

Ringkasan Berita

  • Gianluca Prestianni dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior di pertandingan Liga Champions.

  • Prestianni membantah tuduhan rasial dan mengklaim menggunakan istilah homofobik, bukan rasial.

  • UEFA menyelidiki insiden ini, dengan hukuman minimal 10 pertandingan untuk pelecehan rasial atau homofobik.

Gianluca Prestianni menghadapi tuduhan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions.

Insiden di Pertandingan Liga Champions

Gianluca Prestianni, pemain Benfica, kini berada di bawah sorotan setelah diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dari Real Madrid. Insiden ini terjadi setelah Vinicius mencetak gol indah dalam pertandingan playoff Liga Champions melawan Benfica. Dalam rekaman video, terlihat Prestianni menutupi mulutnya saat berbicara langsung kepada Vinicius Jr. Bintang Madrid tersebut kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada wasit Francois Letexier, yang menghentikan pertandingan selama 10 menit sesuai protokol insiden rasial.

Baca juga : AC Milan Incar Penyerang Club Brugge, Nicolo Tresoldi

Pernyataan dan Pembelaan Prestianni

Setelah insiden tersebut, Kylian Mbappe mendukung klaim Vinicius, menyatakan bahwa ia mendengar Prestianni memanggil rekannya dengan sebutan 'monyet' sebanyak lima kali. Namun, Prestianni membantah semua tuduhan tersebut. Dalam pernyataan awalnya, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mengarahkan penghinaan rasial kepada Vinicius Jr. Menurut laporan ESPN, Prestianni mengklaim bahwa ia menggunakan istilah homofobik, bukan istilah rasial. Ia menyatakan bahwa ia memanggil Vinicius dengan istilah anti-gay dalam bahasa Spanyol, bukan 'mono' yang berarti monyet dalam bahasa Spanyol.

Madrid juga dilaporkan telah mengirimkan dokumen berisi semua bukti yang tersedia kepada UEFA sebagai bagian dari penyelidikan. Prestianni tetap teguh pada klaimnya bahwa ia tidak menggunakan bahasa rasial, tetapi justru menghina Vinicius dengan istilah homofobik.

Reaksi keras muncul di media sosial setelah pernyataan Prestianni. Banyak penggemar yang marah menekankan bahwa penghinaan, baik rasial maupun homofobik, tidak memiliki tempat di lapangan sepak bola dan harus dihukum.

Seorang pendukung menyatakan: "Jika ini dikonfirmasi, maka jelas. Gianluca Prestianni harus menghadapi hukuman jika ia menggunakan istilah homofobik terhadap Vinícius Junior karena pelecehan adalah pelecehan, terlepas dari kategorinya."

UEFA menyatakan bahwa hukuman minimum untuk pelecehan rasial atau homofobik adalah larangan bermain selama 10 pertandingan. Regulasi disipliner UEFA menyebutkan bahwa siapa pun yang menghina martabat manusia berdasarkan warna kulit, ras, agama, asal etnis, gender, atau orientasi seksual akan dikenakan larangan bermain minimal sepuluh pertandingan atau periode waktu tertentu.

Dengan demikian, jika Prestianni terbukti bersalah, ia akan menghadapi hukuman yang sama, baik untuk pelecehan rasial maupun homofobik. Insiden ini menyoroti pentingnya integritas dan penghormatan dalam olahraga, serta tanggung jawab UEFA untuk memastikan penyelidikan yang adil dan menyeluruh.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!