Akan menarik jika Van Bronckhorst kembali ke Glasgow Rangers
Glasgow Rangers tampaknya sedang dalam kebingungan, usai ditinggalkan oleh Steven Gerrard ke Aston Villa, tak lama setelah itu asisten pelatih mereka, Michael Beale juga ikut hengkang ke Villa Park.

Dan saat ini, juara Liga Skotlandia musim lalu itu tengah mencari pengganti yang cocok untuk mengarsiteki mereka di musim depan.

Dan angin bertiup ke arah Giovanni van Bronckhorst, mantan pemain Arsenal dan Barcelona yang sejak 2011 berkiprah sebagai juru taktik itu digadang-gadang kuat sebagai pengganti kuat Steven Gerrard.

Menurut laporan dari BBC Sport, pelatih asal Belanda keturunan Indonesia yang berdarah Maluku itu akan diproyeksikan untuk mengisi pos pelatih Rangers dan bahkan manajemen klub sudah melakukan pertemuan dengan Bronckhorst.

Van Bronckhorst merupakan sosok pelatih yang kental dengan aroma sepak bola Belanda. Ia menangani tim utama Feyenoord Rotterdam dalam kurun waktu yang cukup panjang yakni antara tahun 2015 hingga 2019. Sebelumnya, Van Bronckhorst juga merupakan pelatih tim muda Feyenoord. Dan catatannya selama di Feyenoord juga cukup bagus, diantaranya juara Liga Belanda musim 2016-17.



Setelah itu, Giovanni van Bronckhorst sempat singgah untuk melanjutkan kiprahnya di dunia kepelatihan dengan memimpin tim Liga China, Guangzhou City dan kini ia sedang dalam status free alias belum ada klub yang dilatih.

Adapun, selama masih aktif bermain, Van Bronckhorst --- seperti yang disebutkan diawal -- pernah membela tim-tim besar seperti Arsenal dan Barcelona. Dan ternyata ia juga sempat membela Rangers dari musim 1998-2001.



Dan pada 2010, ia memutuskan untuk oensiun saat kembali berseragam Feyenoord. Di level timnas, menurut statistik dari Transfermarkt, Van Bronckhorst punya 106 caps untuk De Oranje, dengan torehan  6 gol dan 6 assist.

Seperti juga yang telah disampaikan diatas, Van Bronckhorst sendiri memiliki garis keturunan Indonesia dari sang  ibunya, Fransien Sapulette, yang tak lain adalah orang asli Maluku.

Menarik untuk menantikan kiprah 'Putra Maluku' tersebut di pentas Liga Skotlandia.