Selain Vietnam, Malaysia akan jadi lawan berat Indonesia di Piala AFF.
Pada Piala AFF 2020 di Singapura, bulan depan, Malaysia akan tergabung bersama Vietnam, Indonesia, dan Kamboja di Grup B. Dengan target juara, Harimau Malaya akan mengandalkan tujuh pemain naturalisasi dan keturunan.

Setelah memastikan paspor Indonesia untuk Elkan Baggott serta memanggil Victor Igbonefo dan Ezra Walian, Shin Tae-yong mengajukan empat pemain keturunan untuk dipanggil pulang ke tanah air. Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, Mees Hilgers, dan Kevin Diks.

Meski kemungkinan sulit terwujud dalam waktu satu bulan, keinginan nakhoda asal Korea Selatan itu tentu saja untuk menambah kekuatan timnas senior menghadapi lawan-lawan regional. Pasalnya, penggunakan pemain naturalisasi dan keturunan sudah menjadi hal biasa di sepakbola.

Contohnya, Malaysia. Negeri Jiran sudah mengumumkan 28 pemain proyeksi Piala AFF. Mayoritas adalah pemain-pemain yang berbasis di kompetisi domestik dengan beberapa pesepakbola klub luar. Dalam barisan itu juga terdapat sejumlah nama pemain naturalisasi maupun keturunan.

Berikut ini 7 pemain naturalisasi dan keturunan milik Malaysia yang akan dibawa ke Piala AFF 2020, bulan depan di Singapura:   


1. Dion Cools (Belgia)

Dion Cools lahir di Kuching dari ayah Belgia dan ibu Malaysia. Dia pindah ke Belgia pada usia yang masih sangat muda. Cools kemudian bergabung ke Tempo Overijse dan OH Leuven saat kanak-kanak.

Pada 2010, Cools bergabung dengan Akademi Anderlecht. Setelah satu musim, dia kembali ke Leuven dan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada 1 Juli 2014. Kariernya juniornya berkembang dan kemudian dipanggil untuk Kualifikasi Euro U-19 2015.

Kembali dari turnamen, Cools mendapatkan tawaran membela salah satu klub papan atas Belgia, Club Brugge. Lima musim di sana, Cools kemudian hijrah ke Denmark membela Midtjylland.

Berhubung panggilan tim senior Belgia terlihat mustahil, mantan pemain Belgia U-21 itu akhirnya menerima tawaran Malaysia. Pada 1 Juni 2021, Cools diumumkan sebagai anggota terbaru dalam skuad 26 pemain Malaysia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Kualifikasi Piala Asia 2023. Debutnya terjadi melawan Uni Emirat Arab (UEA), 3 Juni 2021.




2. Quentin Cheng (Australia)

Lahir di Australia, 21 tahun lalu, kedua orang tua Quentin Cheng berasal dari Malaysia. Ayahnya, Ken, asli Johor dan ibunya, Michelle, dari Ipoh. Cheng memulai karier di Negeri Kanguru dengan Northern Tigers, Manly United, North Shore Mariners. Lalu, dia bergabung ke akademi klub A-League, Central Coast Mariners.

Pada 2019, Cheng menerima panggilan tim nasional Malaysia U-23 untuk SEA Games 2019 di Filipina. Lalu, pada 23 September 2021, dia menerima panggilan pertamanya ke timnas senior untuk pertandingan persahabatan melawan Yordania dan Uzbekistan.

Cheng menjalani debut dengan Malaysia dalam kekalahan 0-4 melawan Yordania pada 6 Oktober 2021. Dan, saat ini, Cheng bermain untuk Penang dengan status pinjaman dari Selangor.


3. Guilherme de Paula (Brasil)

Guilherme de Paula Lucrecio baru mendapatkan paspor Malaysia pada 1 Maret 2021 setelah 34 tahun menjadi warga negara Brasil. Mendapatkan nama Malaysia, Zulhelmi, De Paula datang ke Negeri Jiran pertama kali pada 2015 untuk membela Selangor.

Selain Selangor, De Paula juga sukses bersama PDRM, Kuala Lumpur, Perak, dan sekarang di Johor Darul Ta'zim (JDT). Dan, itulah yang membuat De Paula ditawari membela Malaysia. Debutnya terjadi pada 3 Juni 2021 di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia melawan UEA.




4. Darren Lok (Inggris)

Lahir di East Sussex, Inggris, 14 Desember 1990, Darren Lok memiliki ayah asal Malaysia keturunan China dan ibu asli Inggris. Sempat bermain di Eastbourne Borough, Lok bergabung dengan JDT II pada 2015 dan mendapatkan paspor Malaysia pada 22 September 2016. Saat ini, penyerang yang memiliki 9 caps untuk Harimau Malaya itu membela Petaling Jaya City.


5. Dominic Tan (Singapura)

Dominic Tan yang lahir di Singapura dari orang tua Malaysia asal Penang. Dia adalah penduduk Singapura sehingga berhak mendapatkan beasiswa penuh di Singapore National Football Academy. Setelah lulus, Tan justru memilih kembali ke Malaysia dengan membela Harimau Muda C atau Malaysia U-19.

Kariernya berkembang dengan direkrut JDT II. Kemudian, dia dipinjamkan ke klub kasta ketiga Portugal, Vilaverdense. Gagal bersinar di sana, dia kemudian dipinjamkan ke Police Tero di Thailand. Selanjutnya, statusnya dipermanenkan Police Tero.




6. Mohamadou Sumareh (Gambia)

Mohamadou Sumareh lahir di Fajara, Gambia. Keluarga Sumareh pindah ke Banjul setelah kelahirannya. Lalu, pada 2006, Sumareh pergi ke Malaysia pada usia 12 tahun, mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai pengusaha, dan mulai tinggal di negara ini tiga tahun kemudian.

Sejak usia 15 tahun, Sumareh telah belajar banyak tentang Malaysia, terutama budayanya di komunitas lokal. Dia berlatih sepakbola dengan Kuala Lumpur Youth Soccer (KLYS) saat remaja.

Sumareh adalah pemain pertama yang dipanggil ke timnas Malaysia sejak 1960-an, yang tidak lahir di Malaysia atau memiliki nenek moyangnya dari Malaysia. Dia melakukan debut  pada 12 Oktober 2018, dalam pertandingan persahabatan melawan Sri Lanka.


7. Junior Eldstal (Swedia)

Junior Gunnar Putera Eldstal lahir di Kota Kinabalu, 19 September 1991, dari ayah asal Swedia dan ibu asli Sabah. Tapi, keluarga Eldstal meninggalkan Malaysia saat dirinya berusia 2 tahun. Awalnya, mereka bermukim di Stockholm sebelum pindah lagi ke Inggris pada 1999.

Musim ini, Eldstal bermain untuk Chonburi di kompetisi Thailand. Sebelumnya, dia membela Slimbridge, Sarawak United, JDT, JDT II, hingga Metropolitan Police. Eldstal memulai karier di Malaysia U-23 pada 2013 sebelum naik kelas ke skuad senior. Hingga saat ini dia punya 10 caps dengan Harimau Malaya.