Nomor 8 merupakan legenda paling sering dipecat.
Usut punya usut, Ole Gunnar Solskjaer bukan legenda Manchester United pertama berkiprah sebagai seorang pelatih.

Meski kariernya tak sama ketika saat masih berstatus sebagai pemain. Juru taktik asal Norwegia itu akhirnya dipecat (untuk kedua kalinya dalam kariernya) oleh klub setelah kekalahan telak 4-1 atas Watford. Setan Merah kerapkali dianggap tampil di bawah standar.

Brendan Rodgers, Mauricio Pochettino, dan Zinedine Zidane telah dikaitkan sebagai pengganti Solskjaer. Man United sepertinya akan lebih selektif lagi jika ingin menunjuk pelatih yang dulunya pernah berseragam klub yang bermarkas di Old Trafford itu.

Seperti diawal tulisan, kami akan menyajikan beberapa nama legenda Man United yang berkiprah menjadi pelatih. Bagaimana performa mereka? Inilah ulasannya:

1. Gary Neville

Setelah sebagian besar bekerja sebagai pakar olahraga TV dan salah satu pemilik Salford City, mantan bek kanan itu menjadi pelatih di Valencia pada 2015.

Tetapi, kariernya hanya berlangsung 28 pertandingan. Dia membawa Los Che mengalami kekalahan telak, termasuk kekalahan telak 7-0 dari Barcelona.

“Saya seharusnya tidak pernah mengatakan ya untuk pekerjaan itu,” kata Neville pada 2019. “Saya tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, sehingga tidak bangun setiap pagi dan berpikir tentang pelatihan.”



2. Steve Bruce

Mantan kapten Man United itu mengelola 10 klub, termasuk Wigan Athletic dua kali. Dia juga pernah membawa Hull City menjadi runner-up Piala FA pada 2014.

Bruce pernah dipecat dari Aston Villa, dan terakhir harus menerima kenyataan kembali dipecat oleh manajemen Newcastle United. Dia kini berstatus tanpa klub.

3. Phil Neville

Kiprah pertama Neville sebagai pelatih adalah di timnas Wanita Inggris. Pada 2018, dia memimpin skuad Lioness meraih kemenangan di ajang She Believes Cup.

Namun, setahun kemudian, Inggris finis keempat di Piala Dunia dan tampaknya itu sedikit mengecewakan.

Setelah mengundurkan diri dari perannya sebagai pelatih wanita Inggris, dia ditunjuk sebagai pelatih Inter Miami - klub milik David Beckham. Namun, mereka finis di urutan keempat dari bawah di Wilayah Timur MLS dan gagal lolos ke babak play-off.

4. Ryan Giggs

Pada 2014, setelah David Moyes dipecat, legenda asal Weles itu dipekerjakan sebagai manajer sementara Man United. Giggs membawa Setan Merah memenangkan dua dari empat pertandingannya sebagai pelatih.

Setelah bertugas sebagai asisten Louis Van Gaal, dia mengambil pekerjaan sebagai pelatih tim nasional Wales pada 2018 - memimpin negaranya lolos ke Euro 2020.

Namun, pada 2020, dia terpaksa mengambil cuti. Dia melakukannya setelah diduga melakukan tindak kekerasan.

5. Roy Keane

Sebagai pemimpin di lapangan, Keane tampil sangat baik. Tapi, bagaimana dengan kariernya sebagai pelatih?

Dan, hal-hal tampaknya dimulai dengan awal yang baik dengan Sunderland, yang dia bawa promosi ke Liga Premier.

Namun, dia mengundurkan diri pada 2008 di tengah konflik dengan pemain dan performa buruk.
Yang lebih buruk terjadi di Ipswich Town, di mana Keane dipecat ketika The Tractor Boys turun ke posisi 21 saat tampil di Championship Division pada 2011.

6. Jaap Stam

Stam baru-baru ini dipecat sebagai pelatih tim MLS, FC Cincinnati, di mana catatannya sangat buruk. Cincinnati hanya memenangkan empat dari 25 pertandingan.

Sebelum itu, dia juga membawa klub lain ke kondisi yang buruk, di mana dia dengan sadar memundurkan diri sebagai pelatih Feyenoord

7. Bryan Robson

Karier melatih Robson berpindah-pindah dari Middlesbrough, Bradford City, West Brom, Sheffield United, Thailand, dan kemudian tim U-23 Thailand.

Periode paling suksesnya adalah ketika melatih Middlesbrough antara 1994-2001 yang dia bantu mendapatkan promosi.

Dia juga sempat membawa klub tersebut ke tiga final Piala Wembley. Sisanya, Robson berakhir dengan dipecat.

8. Mark Hughes

Hughes cukup sukses ketika menukangi timnas Wales dan Blackburn. Itu memberinya kesempatan untuk melatih Manchester City pada 2008, yang kemudian diambil alih oleh Sheikh Mansour dua bulan setelah dia tiba.

Namun, setelah menghabiskan banyak uang, termasuk menandatangani Robinho dengan harga 32 juta pounds. Dia dipecat setelah 18 bulan tanpa menunjukkan apa-apa selain finis di urutan ke-10.

Dia juga pernah dipecat oleh QPR, Stoke, dan Southampton. Secara resmi, dia yang paling sering dipecat dari legenda Man United lainnya.

9. Paul Ince

Ince telah menganggur sejak 2014, tepatnya setelah meninggalkan Blackpool. Di liga yang lebih rendah, Ince melakukan pekerjaan yang luar biasa di Macclesfield Town sebagai pemain-manajer, sebelum kemudian membuat Milton Keynes Dons dipromosikan ke League Two dan memenangkan Piala FA. Setelah tiga kemenangan dalam 17 pertandingan, dia dipecat.

10. Paul Scholes

Sebagai pemain Scholes adalah panutan utama. Mungkin, terlalu cepat untuk diceritakan. Tetapi, sebagai pelatih, dia hanya menghabiskan 31 hari di  Oldham antara Februari dan Maret 2019, dia dipecat setelah perselisihan dengan pemilik klub.

11. Gordon Strachan

Strachan menghabiskan lima tahun di Coventry City, sebagian besar melakukan yang terbaik untuk menghindari degradasi.

Akhirnya, peruntungannya habis pada 2001 ketika klub tersebut turun kasta dari Liga Inggris.
Dia dipecat pada musim berikutnya.

Dalam beberapa minggu, Strachan kembali menjadi pelatih di Southampton. Dia mengundurkan diri sebagai bos The Saints pada 2004. Dia menyatakan ingin istirahat dari sepakbola.

Di Celtic dia memenangkan tiga gelar liga berturut-turut. Namun, di musim keempatnya, The Hoops kalah dari Rangers dan dia mengundurkan diri pada 2009.

Terakhir kali Strachan melatih timnas Skotlandia dan lalu mengundurkan diri lagi setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

12. Wayne Rooney

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester United , Rooney adalah mantan bintang Setan Merah terbaru yang mencoba peruntungan menjadi pelatih. Dia memulainya bersama Derby County.

Tapi, Rooney melatih dalam waktu yang kurang tepat, sebab Derby Country tengah mengalami kesulitan finansial. Mereka nyaris terdegradasi musim lalu, begitu juga dengan musim ini.

13. Laurent Blanc

Laurent Blanc adalah salah satu pelatih terkemuka dunia dan telah dikaitkan dengan pekerjaan Old Trafford.

Saat ini dia melatih klub Qatar bersama Al-Rayyan.

Di level timnas, pemenang Piala Dunia Prancis itu telah memenangkan semua trofi di tanah airnya. Dia mendapatkan gelar bersama Bordeaux pada 2009, kemudian memenangkan tiga kejuaraan berturut-turut bersama PSG, serta dua Piala Prancis, dan tiga Piala Liga Prancis dalam durasi tiga tahun.