Peringkat 11 Transfer Aneh Pemain Jerman di Liga Premier

"Pemain-pemain ini memilih pergi ke Inggris saat seharusnya bisa berkarier di tempat yang lebih bagus."

Analisis | 20 December 2021, 03:22
Peringkat 11 Transfer Aneh Pemain Jerman di Liga Premier

Libero.id - Ketika mendengar tentang sepakbola Jerman, anda akan terbayang dengan para pemain hebat. Pemain yang bekerja keras, tanpa basa-basi, dan efisien di lapangan. Tapi, apakah semuanya seperti itu? Ternyata beberapa transfer Jerman di Liga Premier sangat aneh.

Seperti Italia atau Spanyol, pemain-pemain Jerman juga tersebar di bebarapa liga papan atas Eropa. Ada yang menjadi bintang. Beberapa lainnya berstatus legenda.

Tapi, tidak semua pemain jebolan Bundesliga memiliki keunggulan yang layak dikenang. Beberapa pemain Jerman yang pergi ke Inggris ternyata tidak mampu menjawab tantangan suporter. Sejumlah nama bahkan gagal total. Ada lagi yang menyandang status "pemain aneh".

Berikut ini peringkat 11 transfer aneh pemain Jerman ke Liga Premier:


11. Marko Marin

Disebut Lionel Messi dari Jerman, Marko Marin datang ke Inggris untuk membela Chelsea. Dengan segudang atribut yang melekat, dia justru gagal membuat kesan positif. Lalu, dia pergi ke berbagai klub dengan status pinjaman sebelum menghilang dari sepakbola level elite.


10. Markus Babbel

Markus Babbel meninggalkan Bayern Muenchen secara gratis pada 2000. Dia menolak proposal kontrak baru untuk pergi ke Liverpool asuhan Gerard Houllier demi menjuarai Liga Champions. Sial, 12 bukan kemudian, FC Hollywood justru juara di Eropa dan Babbel hanya bisa gigit jari.

Dia meninggalkan Inggris pada 2004. Dia pindah ke Stuttgart selama tiga tahun sebelum pensiun tanpa pernah menjuarai Liga Champions. Sebab, satu-satunya final yang diikuti Babbel adalah adalah 1998/1999 saat dipermalukan Manchester United (MU) di Camp Nou.


9. Juergen Klinsmann

Mengapa salah satu pemain timnas Jerman, yang telah memenangkan Piala Dunia dan baru saja memimpin AS Monaco ke semifinal Liga Champions memutuskan pindah ke London Utara untuk bermain bersama Tottenham Hotspur pada 1994? Tidak ada yang tahu pasti alasannya.

Tapi, itu aneh karena Klinsmann hanya main semusim di Spurs sebelum pindah ke Bayern. Lebih aneh lagi dia kembali lagi ke Tottenham pada 1997 dengan status pinjaman dari Sampdoria.


8. Sean Dundee

Sean Dundee adalah pemain sepakbola Jerman kelahiran Afrika Selatan. Dia menghabiskan satu musim di Inggris bersama Liverpool pada 1998/1999, bermain sebanyak tiga kali sebelum kembali ke Jerman.


7. Matthias Breitkreutz

Matthias Breitkreutz bergabung dengan Aston Villa pada 1991-1994. Dia menandatangani kontrak dengan tim asuhan Ron Atkinson saat berusia 19 tahun. Dia menjadi pemain Jerman pertama yang pernah bermain di Liga Premier. Lebih aneh lagi, Breitkreutz berasal dari Berlin Timur. Dia pergi ke Inggris ketika Tembok Berlin sedang coba dirobohkan.


6. Steffen Karl

Steffen Karl adalah pemenang dua kali Bundesliga bersama Borussia Dortmund. Anehnya, pada 1994 dia menghabiskan enam bulan sebagai pemain Manchester City. Itu bukan pilihan karier yang tepat karna hanya bermain enam kali dan menghasilkan satu gol. Lebih aneh lagi, beberapa tahun setelahnya, dia ditangkap Polisi Jerman karena kasus pengaturan skor.


5. Bastian Schweinsteiger

Bastian Schweinsteiger adalah legenda Jerman dan Bayern. Tapi, keputusan Scweinsteiger bermain di Old Trafford benar-benar membingungkan. Mereka membayar 9 juta pounds (Rp171 Miliar) untuk pemain yang seharusnya bisa didapatkan dengan gratis.

Schweinsteiger adalah salah satu rekrutan Louis van Gaal yang tidak masuk akal. Dia kemudian pergi ke Chicago Fier pada 2017. Dan, entah bagaimana dia berubah posisi menjadi bek tengah dan menikahi petenis cantik Serbia, Ana Ivanovic.


4. Jerome Boateng

Jerome Boateng pernah bermain untuk Man City. Dia menghabiskan satu musim di sana dan dia tidak menyukainya. "Di pulau itu (Inggris), sepakbola yang berbeda dimainkan. Tapi, pers Inggris tidak memberi anda waktu untuk itu. Ini tidak mudah bagi seorang pemain," kata Boateng.

"Beberapa pemain bertanya-tanya apa yang saya lakukan di sini? Semuanya mengerikan, bahkan cuacanya," tambah pemain keturunan Ghana itu. Setelah pergi dari Man City, kesuksesan didapatkan Boateng selama 10 tahun berseragam Bayern. Dan, sekarang dia ada di Lyon.


3. Mesut Oezil

Mesut Oezil adalah salah satu pemain kunci di Real Madrid. Anehnya, dia memilih pergi ke Arsenal pada 2013 untuk menjadi pemain Jerman termahal sepanjang masa ketika itu. Kepindahan yang aneh karena bagaimana mungkin Oezil mengorbankan kemungkinan menjuarai Liga Champions demi klub yang jarang juara Liga Premier?

Meski Oezil punya kemampuan yang bagus dan keterampilan di atas rata-rata pemain Arsenal, itu tidak banyak membantu. Sebab, sepakbola adalah permainan 11 orang di lapangan, bukan hanya Oezil seorang diri.


2. Maurizio Gaudino

Maurizio Gaudino menghabiskan satu musim dengan status pinjaman dari Eintracht Frankfurt di Man City pada 1994/1995. Itu adalah pilihan transfer yang aneh untuk dia dan klubnya. Dia nmencetak tiga gol dalam 20 pertandingan dan menempatkan Man City di posisi 17 dari 20 peserta.


1. Dietmar Hamann

Dietmar Hamann adalah salah satu pembuat penampilan tertinggi sepakbola Inggris untuk orang Jerman. Setelah waktunya di Bayern dia bergabung dengan Newcastle, sebelum pergi ke Liverpool, Bolton Wanderers, Man City, dan MK Dons.

Setelah meninggalkan Liverpool pada 2006, di telah menandatangani kesepakatan untuk bergabung dengan Bolton secara gratis. Dengan kontrak yang ditandatangani, dia resmi menjadi pemain Bolton. Tapi ada masalah lain, dia berubah pikiran.

Tiba-tiba Man City menginginkannya dan dia memberi tahu Bolton bahwa dia ingin keluar karena telah menandatangani prakontrak dengan klub lain. Sam Allardyce marah, tapi kemudian City membayar 400.000 pounds (Rp7,6 miliar) sebagai kompensasi.

"Saya satu-satunya pelatih yang mendapatkan uang untuk pemain yang tidak pernah menendang bola untuk klub saya. Didi Hamann adalah pemecah sejarah. Ini adalah kesepakatan transfer terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup saya," kata Allardyce dalam sebuah kesempatan.

(atmaja wijaya/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network