Momen Cafu Pencundangi Pavel Nedved di Derby della Capitale, Ikonik dan Legendaris

"Semua berjalan secara alami tanpa perencanaan."

Analisis | 22 December 2021, 15:24
Momen Cafu Pencundangi Pavel Nedved di Derby della Capitale, Ikonik dan Legendaris

Libero.id - Ikon Brasil, Cafu, berhasil mempermalukan Pavel Nedved dengan keterampilan yang luar biasa saat AS Roma menang atas SS Lazio di Derby della Capitale pada 17 Desember 2000.

Tepat 21 tahun yang lalu, Nedved selaku legenda Republik Ceko tampak seperti ayam tanpa kepala yang berlarian mengejar bola saat pemain Brasil itu melakukan tendangan sombrero.

Mantan bintang Brasil itu dengan cekatan mengontrol bola dari umpan lambung sebelum dengan santai menjentikkannya ke atas kepala gelandang Lazio itu, yang berusaha keras merebut bola.

Nedved kemudian berusaha merebut bola dari Cafu, tetapi full-back itu berhasil mengantisipasi dengan melakukan aksi brilian dengan mengontrol bola menggunakan dadanya sebelum mengirimnya ke arah lain.

Kali ini, Nedved setidaknya berhasil melakukan boot-out, tetapi itu tidak cukup untuk menghentikan Cafu dalam menghasilkan momen ajaib di depan hampir 74.000 penggemar.

Sorakan penonton semakin keras saat pemain Brasil itu melakukan aksi solo sebelum akhirnya dilanggar oleh Diego Simeone.

Cuplikan skill Cafu di Stadion Olimpico itu diunggah oleh akun Twitter My Greatest 11. Vidio itu kini telah dilihat lebih dari 200.000 kali dengan judul, "Selamat Hari Cafu vs Nedved."

Momen itu begitu luar biasa. Ketika ditanya apakah dia pernah menontonnya kembali tayangan ulang itu, Cafu mengatakan kepada situs resmi klub. “Saya telah menontonnya berkali-kali, ya."

“Setiap kali saya bertemu penggemar Roma, mereka membicarakannya dan meminta saya untuk memberi tahu mereka tentang hal itu. Semuanya terjadi dengan sangat cepat, tetapi bagus untuk ditonton."

"Nedved adalah pemain yang fantastis, tetapi dia tidak berdaya pada saat itu. Saya teringat pada sombrero melawan Nedved kemana pun saya pergi."

“Itu tidak direncanakan, semuanya terjadi dengan cepat dan alami, itu adalah langkah melawan pemain terbaik Lazio saat itu."

"Nedved dan saya telah bertemu berkali-kali sejak itu dan telah membangun persahabatan yang baik. Saya seorang profesional dan tidak akan pernah berniat mempermalukan lawan."

(diaz alvioriki/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network