Selamat Ulang Tahun!

Benarkah Haruna Soemitro Alergi Naturalisasi? Buktinya Ada di Madura United

"Bilangnya menolak keras naturalisasi. Tapi, fakta membuktikan sebaliknya."

Analisis | 18 January 2022, 14:09
Benarkah Haruna Soemitro Alergi Naturalisasi? Buktinya Ada di Madura United

Libero.id - Selain kritik pedas terhadap Shin Tae-yong, salah satu komentar Haruna Soemitro yang memancing kritik balasan adalah tentang naturalisasi. Sejarah mencatat, Madura United binaan Haruna justru memiliki tujuh pemain naturalisasi dengan satu diantaranya keturunan.

Entah apa yang ada di kepala anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu saat dengan gagah berani mengatakan menentang rencana pemberian paspor kepada empat pemain keturunan Indonesia di Eropa.

Bahkan, Haruna menganggap Sandy Walsh tidak lebih baik dengan Ansawi Mangkualam. Parahnya, dia menganggap kompetisi di Belgia lebih rendah dari Indonesia. "Contoh, Sandy Walsh, meski dia main di klub antah berantah di Eropa sana, tapi begitu dia dapat label tim nasional, value dia di Eropa sana melejit," kata Haruna.

Sulit mencerna apa yang dikatakan Haruna. Tapi, apakah fakta di lapangan menunjukkan Haruna memang benar-benar pengurus sepakbola yang alergi terhadap naturalisasi? Ternyata, tidak. Bahkan, pada 2020, klub asuhannya, Madura United, termasuk salah satu yang berencana menaturalisasi pemain muda Brasil.

Fakta lain menunjukkan, sepanjang sejarah, Madura punya tujuh pemain naturalisasi. Nama-nama seperti Osas Saha, Sackie Doe, dan Fabiano Beltrame tidak masuk daftar ini.

Osas main di Madura saat Haruna belum gabung dan ketika masih bernama Persepam Madura United (P-MU). Sementara Fabiano main ketika masih pegang paspor Brasil, dan Sackie hanya trial.

10 Foto Wags yang Eksis di Era 90-an

10 Foto Wags yang Eksis di Era 90-an

Nah, berikut ini tujuh pemain naturalisasi Madura United era Haruna Soemitro:

1. Silvio Escobar

Pemain asal Paraguay itu menikah dengan orang Indonesia dan sudah mendapatkan status WNI sejak beberapa tahun lalu. Escobar membela Madura musim ini setelah sempat memperkuat Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan.

2. Greg Nwokolo

Greg adalah pemain naturalisasi lain yang masih membela Madura di Liga 1 2021/2022. Tapi, pemain kelahiran Nigeria tersebut baru kembali bermain pada putaran kedua setelah sempat takut bermain di putaran pertama dengan alasan Covid-19. Dia bergabung sejak 2017 dan sempat menjadi tandem Peter Odemwingie.

3. Beto Goncalves

Beto membela Madura sejak 2019. Tapi, sebelum kepastian Liga 1 2020 dihentikan, bomber asli Brasil itu dipinjamkan ke Sriwijaya FC. Kemudian, pada paruh pertama 2021/2022, dia bermain untuk Persis Solo dan juara Liga 2. Beto baru kembali ke Madura pada paruh kedua musim ini.

4. Onorionde Kughegbe John

John bergabung dengan Madura pada Februari 2018 dengan kontrak satu tahun. Debutnya terjadi pada 26 Maret 2018 saat melawan Barito Putera di Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Tapi, pada putaran kedua, pemain kelahiran Nigeria itu dipinjamkan ke Persebaya Surabaya.

5. Raphael Maitimo

Raphael Guillermo Eduardo Maitimo menjadi satu-satunya pemain naturalisasi Madura era Haruna yang punya keturunan Indonesia. Neneknya berasal dari Sumatera Barat, tapi Maitimo lahir dan besar di Belanda. Dia baru pulang ke Indonesia pada 2011 saat Liga Primer Indonesia digelar (LPI).

Maitimo membela Madura di musim yang sama dengan John. Nasibnya juga sama persis. Setelah membuat 10 penampilan dan tiga gol, Maitimo dipinjamkan ke Persebaya pada putaran kedua Liga 1 2018.

6. Guy Junior

Guy sudah bersama dengan Madura sejak Soccer Championship (ISC) 2016 digelar sebagai pengganti kompetisi resmi yang dibekukan pemerintah. Tapi, Guy bertahan hingga 2017. Ketika kompetisi resmi bergulir dia justru pindah ke Bhayangkara FC.

7. Cristian Gonzales

Cerita Gonzales di Madura tidak berakhir baik. Dia bergabung dengan Madura pada awal musim 2018. Debutnya terjadi pada 2 April 2018 melawan PS TIRA. Tapi, saat Liga 2 bergulir, Gonzales secara diam-diam justru pergi ke PSS Sleman tanpa izin manajemen Madura.

Tapi, keputusan Gonzales pindah ke Yogyakarta ternyata tepat. Pada akhir musim itu, dia membantu PSS menjuarai Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1 2019. 

(andri ananto/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan


Daun Media Network