Juara Bertahan Piala Afrika Terancam Pulang Lebih Cepat, Ini Analisisnya

"Harus menang melawan Pantai Gading di laga terakhir. Berat!"

Analisis | 19 January 2022, 00:09
Juara Bertahan Piala Afrika Terancam Pulang Lebih Cepat, Ini Analisisnya

Libero.id - Juara bertahan Aljazair kini terancam tersingkir dari Piala Afrika 2021. Itu karena mereka hanya mendulang satu poin dari dua laga awal. Dan, di laga terakhir, Kamis (20/1/2022), tim kuat Pantai Gading menanti.

Aljazair mengawali kampanye di Grup E dengan hasil imbang tanpa gol melawan Sierra Leone, Selasa (11/1/2022). Kemudian, pada pertarungan kedua, Minggu (16/1/2022), The Fennec Foxes harus mengakui keunggulan Guinea-Khatulistiwa 0-1. Gol semata wayang Esteban Obiang pada menit 70 membawa mereka mengakhiri rentetan 35 kemenangan beruntun Aljazair.

Sang juara bertahan kini berada di posisi terbawah Grup E. Sebaliknya, sang lawan di pertandingan terakhir Kokoh di puncak empat poin. Dan, dengan semua tim yang masih memiliki kesempatan ke fase knock-out, bisa dipastikan Les Elephants tidak akan bersantai menghadapi Aljazair. 

Kondisi itu membuat Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi, mulai pesimistis. Dia mengakui timnya berada dalam situasi "sangat sulit" dan terancam pulang kampung lebih cepat dari jadwal yang sudah direncanakan.

"Kami berada dalam situasi sulit. Ini situasi sulit besar yang sudah lama tidak kami alami. Saya akan memberitahu anda bahwa kita berada dalam periode yang sulit, yang benar-benar sulit," ujar Belmadi, dikutip BBC Sport.

The Fennec Foxes memiliki dua gol yang dianulir karena off side melawan Guinea-Khatulistiwa. Mereka tidak dapat menemukan solusi untuk melewati kiper, Jesus Owonu, yang membuat dua penyelamatan dari Youcef Belaili. Kekalahan melawan tim peringkat 114 dunia juga mengakhiri rekor 35 pertandingan tak terkalahkan Aljazair sejak Oktober 2018.

"Bolanya tidak mau masuk. Kami menciptakan situasi, saya akan mengatakan hampir puluhan jika saya tidak salah, tidak ada peluang yang ingin masuk," kata pelatih berusia 45 tahun itu menjawab pertanyaan tentang kemungkinan peran ilmu hitam terhadap kekalahan itu.

Namun, beda dengan Belmadi, salah satu pemain Alzaiar, Youcef Atal, mengaku masih optimistis. Dia menggambarkan skuad sebagai "keluarga". Bek kanan tersebut menyatakan semua komponen tim akan bersatu setelah kekalahan dalam upaya untuk mencapai babak berikutnya.

"Kami akan melakukan segalanya. Kami akan memberikan segalanya. Terkadang, anda mengalami masa-masa sulit seperti ini. Kami telah bekerja sama untuk sementara waktu, kami telah menang, memainkan permainan yang bagus," ujar Atal.

"Kami seperti keluarga dan sekarang kami sedang melalui masa sulit, kami sadar akan hal itu. Kami akan terus bekerja dan kami akan memberikan segalanya di pertandingan berikutnya dan semoga kami akan lolos," tambah pemain berusia 25 tahun itu.

Jika melihat konfigurasi yang ada, target paling masuk akal Aljazair adalah lolos sebagai runner-up atau salah satu peringkat ketiga terbaik. Tapi, untuk mencapai hal itu, sang juara bertahan tetap harus mengalahkan Pantai Gading. Jika imbang, mereka hanya punya dua poin. Itu artinya, tidak cukup bersaing dengan peringkat tiga di grup lain.

(atmaja wijaya/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network